
Singaparna, 21 Oktober 2024 – Senin pagi, suasana berbeda terasa di halaman upacara SMPN 1 Singaparna. Jika biasanya upacara bendera diisi dengan amanat kepala sekolah, kali ini pembina upacara adalah seorang sosok yang tak biasa: Kepala UPTD Puskesmas Tinewati, ibu Hj. Pipit Pitriani, S.ST., S.KM. Lebih dari 1.100 siswa dan guru hadir mendengarkan pesan kesehatan yang disampaikan dengan penuh semangat.
Dalam amanatnya, Bu Hj. Pipit tidak hanya membahas pentingnya upacara bendera sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa. Beliau lebih jauh lagi menyoroti pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, terutama di lingkungan sekolah. Materi yang disampaikan pun sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti pentingnya sarapan sebelum berangkat sekolah, manfaat vitamin D dari sinar matahari pagi, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

“Anak-anakku sekalian, kesehatan itu mahal. Dengan menjaga kebersihan dan pola hidup sehat, kita bisa mencegah berbagai penyakit. Selain itu, tubuh yang sehat akan mendukung kita untuk belajar dengan lebih baik,” ujar Ibu Hj. Pipit. Pesan yang disampaikan Ibu Hj. Pipit mendapat sambutan positif dari siswa-siswi SMPN 1 Singaparna. Mereka tampak antusias mendengarkan dan mengikuti arahan yang diberikan. Salah seorang siswa, mengaku terinspirasi untuk lebih memperhatikan kesehatan dirinya. “Saya jadi lebih rajin sarapan dan berolahraga setelah mendengarkan penjelasan Bu Kepala Puskesmas,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMPN 1 Singaparna, menyambut baik inisiatif melibatkan pihak puskesmas dalam kegiatan upacara bendera. “Kami berharap dengan adanya kegiatan seperti ini, siswa-siswi kami semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan. Selain itu, kami juga ingin menjadikan sekolah ini sebagai sekolah sehat yang nyaman untuk belajar,” ungkapnya.

Kehadiran Ibu Hj. Pipit sebagai pembina upacara bukan hanya memberikan penyegaran dalam pelaksanaan upacara bendera, tetapi juga menunjukkan kepedulian lintas sektor terhadap kesehatan siswa. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan di sekolah-sekolah lain, sehingga tercipta generasi muda yang sehat dan berkualitas.


