Manfaat Buku KIA, Teman Ibu Memantau Kesehatan Anak

Buku KIA bukan sekadar buku catatan biasa, Kenali manfaat beserta isinya bagi Ibu hamil dan Balita

Bagi ibu hamil dan ibu yang punya anak balita, Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) mungkin sudah tidak asing lagi. Bentuknya memang seperti buku catatan, namun isinya dibuat untuk menemani perjalanan kesehatan ibu dan anak, bukan sekadar disimpan setelah selesai diperiksa.

Dalam Buku KIA Edisi 2024, Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa Buku KIA adalah buku yang memuat catatan kesehatan sekaligus informasi tentang kesehatan ibu dan anak. yang mencakup perjalanan ibu sejak kehamilan, persalinan, masa setelah melahirkan, dan menyusui. Di sisi anak, isinya mencakup periode usia 0–6 bulan, 6–12 bulan, 12–24 bulan, hingga 2–6 tahun. Jadi, Buku KIA bukan hanya digunakan ketika ibu sedang hamil. Setelah bayi lahir, buku tersebut tetap digunakan untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak. Buku ini juga dapat membantu ibu dan keluarga mengikuti informasi kesehatan yang sesuai dengan tahapan usia anak.

Lalu, apa saja yang ada di dalam Buku KIA? Bagian mana yang perlu diisi? Dan apa manfaatnya? Yuk, kita kenali semuanya dengan bahasa yang pastinya mudah dipahami.

Apa Saja Isi Buku KIA?

Secara garis besar, Buku KIA edisi 2024 memuat beberapa bagian berikut:

  • Perjalanan ibu: Informasi dan pemantauan sejak kehamilan, melahirkan, masa setelah melahirkan, sampai menyusui
  • Perjalanan anak: Informasi dan pemantauan kesehatan anak berdasarkan kelompok usia dari lahir sampai 6 tahun
  • Pencatatan kesehatan: Bagian untuk mencatat hasil pengukuran dan pelayanan kesehatan ibu serta anak yang dilakukan oleh tenaga kesehatan
  • Informasi kesehatan: Materi edukasi yang dapat dibaca ibu dan keluarga untuk membantu memahami perawatan dan pemantauan kesehatan ibu dan anak
  • Pemantauan tumbuh kembang: Bagian yang membantu keluarga mengikuti perkembangan anak sesuai tahapan usianya.

Apa Sebenarnya Manfaat Buku KIA?

Sederhananya, manfaat Buku KIA adalah membantu ibu dan keluarga memantau kesehatan ibu dan anak sekaligus menjadi media informasi. Ibu tidak harus menghafal semua hal yang perlu diperhatikan selama kehamilan atau masa balita. Buku KIA menyediakan informasi yang bisa dibaca kembali sesuai tahap yang sedang dijalani.

Buku ini juga membantu menghubungkan catatan ibu dan anak dengan pelayanan kesehatan. Hasil pengukuran atau pemeriksaan yang dicatat oleh tenaga kesehatan dapat menjadi bagian dari riwayat pelayanan yang bisa dilihat kembali ketika ibu atau anak mendapatkan pelayanan berikutnya.

Bagi keluarga, manfaatnya tidak berhenti pada pencatatan. Buku KIA juga dapat menjadi bahan untuk berdiskusi dengan tenaga kesehatan. Jika ada bagian yang belum dipahami, ibu dapat membawanya saat kunjungan ke pelayanan kesehatan dan menanyakannya kepada bidan, perawat, dokter, atau kader.

Bagaimana Cara Menggunakan dan Mengisi Buku KIA?

Apakah semua halaman harus diisi sendiri? Jawabannya, Tidak.

Buku KIA Edisi 2024 membedakan lembar yang harus diisi untuk ibu, lembar yang harus diisi untuk anak, serta bagian pengukuran dan pencatatan oleh tenaga kesehatan. Kementerian Kesehatan juga meminta ibu dan keluarga memperhatikan pemantauan kesehatan secara mandiri pada bagian yang ditandai dan membaca serta memahami isi buku. Kader dan tenaga kesehatan membantu ibu memahami isi dan cara penggunaannya.

Agar lebih mudah, ibu bisa melakukan beberapa hal berikut:

  • baca bagian yang sesuai dengan kondisi ibu atau usia anak;
  • isi bagian pemantauan mandiri sesuai petunjuk di dalam buku;
  • jangan mengisi bagian yang memang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan;
  • bawa Buku KIA saat ke Posyandu, Puskesmas, rumah sakit, kelas ibu hamil, atau kelas ibu balita;
  • tanyakan kepada kader atau tenaga kesehatan jika ada bagian yang tidak dipahami.

Penting Untuk di Ingat!

Walaupun isinya cukup lengkap, Buku KIA bukan pengganti pemeriksaan atau konsultasi dengan tenaga kesehatan. Buku ini membantu pencatatan dan memberikan informasi, sedangkan keputusan tentang kondisi kesehatan tetap perlu didasarkan pada pemeriksaan dan penilaian tenaga kesehatan.

Jika ibu mengalami keluhan selama kehamilan atau memiliki kekhawatiran mengenai kondisi anak, jangan hanya mencari jawaban dari catatan di buku. Sampaikan keluhan kepada tenaga kesehatan. Begitu juga jika ada hasil pengukuran yang tidak dipahami, tanyakan artinya daripada mencoba menafsirkannya sendiri.

Sumber

  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) Edisi 2024. Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas.
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Petunjuk dan materi Ayo Sehat terkait kesehatan ibu, bayi, dan balita
  • Alfin Nurrido, A.Md. Kep. (2022). Seberapa Penting Buku KIA?. Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Author Profile

Fadillatul Azzka
Fadillatul Azzka
Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat peminatan K3, angkatan 2024. Aktif mengikuti organisasi dan volunteer kegiatan sosial & kemanusiaan. Tertarik menambah skill seperti content writing, SEO, dan Desain grafis.
Yuk Share Postingan Ini:
Fadillatul Azzka
Fadillatul Azzka

Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat peminatan K3, angkatan 2024. Aktif mengikuti organisasi dan volunteer kegiatan sosial & kemanusiaan. Tertarik menambah skill seperti content writing, SEO, dan Desain grafis.

Articles: 5

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *