HPV atau Human Papillomavirus adalah virus yang sangat umum. Faktanya, hampir semua orang yang aktif secara seksual akan terinfeksi setidaknya satu jenis HPV dalam hidupnya. Namun, kebanyakan infeksi HPV akan hilang dengan sendirinya. Masalahnya, ada beberapa jenis HPV seperti HPV tipe 16 dan 18 yang berisiko tinggi bisa menyebabkan perubahan sel-sel di leher rahim (serviks) yang jika dibiarkan, bisa berkembang menjadi kanker serviks. Kanker serviks adalah jenis kanker yang dapat dicegah, dan salah satu cara paling efektif adalah dengan imunisasi HPV. Imunisasi HPV adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah penyakit kanker serviks karena infeksi HPV. Virus ini dapat menular dari orang ke orang melalui vagina, dubur (anus), mulut, hubungan seksual dan sentuhan melalui kulit lainnya.
Menurut Kemenkes RI, kanker leher rahim atau serviks merupakan salah satu jenis kanker terbanyak kedua yang menyerang wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Setiap tahunnya, terdapat sekitar 36.000 kasus baru dan 21.000 kematian akibat kanker serviks.

Siapa yang Perlu Imunisasi HPV dan Kapan Waktu Yang Tepat?
Imunisasi HPV merupakan salah satu imunisasi yang penting bagi remaja baik perempuan maupun laki-laki. Menurut WHO vaksin HPV paling baik diberikan sedini mungkin mulai dari usia 9 hingga 14 tahun. Mengapa di usia ini? Karena efektivitas vaksin paling tinggi jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual dan terpapar virus HPV. Anak-anak yang berusia lebih besar dari itu dan orang dewasa yang belum pernah melakukan hubungan seksual tetapi belum menerima vaksinasi juga dapat mendapatkannya sesegera mungkin.
Di Indonesia, pemerintah sudah memasukkan vaksin HPV ke dalam program wajib vaksinasi pemerintah. Vaksinasi wajib ini dikhususkan untuk anak perempuan yang berusia 9 hingga 13 tahun (sekitar kelas 5 dan 6 SD).
Pada tahun 2025, ini pemerintah mengadakan vaksinasi HPV bagi anak perempuan kelas 6 SD/MI/sederajat dan kelas 9 SMP/MTs/sederajat atau berusia 15 tahun untuk melaksanakan vaksinasi yang diberikan setiap tahun pada bulan Agustus, tepatnya saat bulan imunisasi anak sekolah (BIAS). Bagi anak-anak yang tidak bersekolah juga bisa mendapatkan vaksin HPV melalui posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan lainnya.

Dosis dan Jadwal Pemberian Vaksin HPV
Dosis vaksin HPV untuk anak usia di bawah 15 tahun diberikan sebanyak 2 kali, dengan jarak dosis kedua adalah 6–12 bulan setelah dosis pertama. Sementara untuk remaja dan dewasa muda berusia 15–26 tahun, diberikan 3 kali suntikan vaksin HPV dalam periode 6 bulan. Orang dengan sistem kekebalan lemah juga mendapatkan 3 suntikan, termasuk mereka yang berusia 9—14 tahun.
Perlu diperhatikan bahwa vaksin HPV tidak disarankan untuk ibu hamil atau pernah mengalami reaksi alergi berat setelah menerima vaksin HPV sebelumnya. Sementara itu, ibu menyusui masih dapat menerima suntikan HPV. Orang yang sedang sakit atau demam disarankan untuk menunda vaksinasi HPV, guna membedakan gejala penyakit yang dialami dengan reaksi tubuh terhadap vaksin.
Prosedur Pemberian Imunisasi HPV
Imunisasi HPV akan diberikan melalui suntikan ke dalam otot (injeksi intramuskular), biasanya pada lengan kiri bagian atas. Imunisasi HPV akan diberikan sebanyak 0,5 ml dalam sekali suntik.
Berikut ini adalah tahap-tahap vaksinasi HPV:
- Petugas membersihkan area yang akan disuntik dengan kapas beralkohol.
- Petugas menjepit kulit di sekitar area suntik dengan tangan.
- Petugas menyuntikkan vaksin HPV hingga ke dalam otot melalui permukaan kulit.
- Petugas memberikan kain kasa beralkohol untuk menekan area suntikan ketika jarum suntik dilepas guna mencegah perdarahan.
Hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi:
- Jangan mengoleskan salep ke tempat area kulit bekas suntikan
- Jangan menekan area suntikan
- Hindari aktivitas fisik berlebihan
Apakah imunisasi HPV Aman? Jika ada Efek Samping Apa Yang Harus Dilakukan?
Imunisasi HPV ini aman dan pada umumnya tidak menimbulkan efek samping yang serius.
Efek samping yang umum yang mungkin bisa terjadi antara lain: nyeri ringan, kemerahan dan pembengkakan pada lokasi suntikan serta demam. Gejala ini biasanya timbul satu hari setelah pemberian imunisasi dan dapat berlangsung selama satu sampai tiga hari.
Orang tua bisa meredakan gejala seperti demam pada anak dengan memberikan obat pereda nyeri tanpa resep di apotek atau bisa membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat.

Melindungi diri dari kanker serviks adalah hal yang sangat penting, dan imunisasi HPV adalah salah satu caranya. Tindakan ini tidak hanya menjaga kesehatan diri, tetapi juga keluarga di masa depan. Melalui imunisasi HPV dan deteksi dini, angka kematian akibat kanker serviks dapat diturunkan. Yuk, lindungi diri dan orang-orang terdekat dari virus HPV!
Referensi:
Kemenkes.RI (2025). Buku Saku Imunisasi OK (Vol. 17).
halodoc. (2023). Waktu Terbaik Memberikan Vaksin HPV pada Anak. https://www.halodoc.com/artikel/waktu-terbaik-memberikan-vaksin-hpv-pada-anak?
Artikel ini telah di-review oleh:
Serli Nur Alindra Am.Keb, S.KM, M.KM
Tenaga Progamer Promkes Puskesmas Mangunreja
UPT Puskesmas Mangunreja
Jl. Raya Sukaraja No. 51-53, Mangunreja
Tasikmalaya, Jawa Barat 46462
No.Telp: (0265) 544709 / 085117054709
Instagaram: @puskesmas_mangunreja



