Mengenal Tanda Penyakit TBC pada Anak dan Cara Mengobatinya

Tahukah Moms bahwa anak-anak juga berisiko terkena Tuberkulosis (TBC)? Meskipun gejalanya sering tidak spesifik, mengenali tanda-tanda TBC pada anak sejak dini bisa membantu mencegah komplikasi yang serius. Berikut adalah panduan untuk memahami apa itu TBC pada anak, gejalanya, pencegahan, serta langkah-langkah pengobatan yang bisa Moms lakukan.

Apa Itu TBC?

Tuberkulosis (TBC) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat terhirup melalui droplet dari penderita saat berbicara, batuk, bersin, atau tertawa. Anak-anak umumnya tertular dari orang dewasa yang memiliki TBC aktif. Namun, berbeda dengan orang dewasa, anak-anak yang terinfeksi TBC sering kali tidak menularkan penyakit ini karena mereka tidak menghasilkan jumlah dahak yang cukup untuk menyebarkan bakteri. Oleh sebab itu, anak-anak di bawah 5 tahun jarang menjadi sumber penularan.

Organ yang paling sering terinfeksi bakteri TBC adalah paru-paru, meskipun bakteri ini juga bisa menyerang organ lain dalam tubuh. Berbeda dengan gejala TBC pada orang dewasa, gejala pada anak-anak sering kali tidak begitu spesifik. Untuk mencegah kesalahan diagnosis, digunakan skoring TBC khusus anak dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan kondisi.

Gejala TBC pada Anak

Jika menemukan minimal 1 dari beberapa gejala segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat

  • Batuk ≥2 minggu, non-remitting (tidak pernah reda/ intensitas semakin lama semakin parah)
  • Demam ≥2 minggu tanpa penyebab yang jelas, biasanya tidak tinggi
  • BB turun/ tidak naik dalam 2 bulan atau gagal tumbuh meski asupan nutrisi sudah diperbaiki 1-2 bulan
  • Anak tampak lesu ≥2 minggu, anak kurang aktif bermain

Skoring TBC Anak

Karena gejala TBC pada anak tidak spesifik, dokter sering menggunakan sistem skoring untuk menilai kemungkinan infeksi. Skor ini diperoleh dari berbagai faktor klinis, dan jika jumlahnya mencapai ≥ 6, maka kemungkinan besar anak tersebut terinfeksi TBC dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Pemeriksaan Penunjang TBC pada Anak

Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter mungkin akan melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya:

  • Pemeriksaan Dahak Bakteri Tahan Asam (BTA): Tes ini dilakukan untuk mendeteksi bakteri TBC. Meski anak jarang menghasilkan dahak yang cukup, pemeriksaan ini bisa membantu memastikan diagnosis.
  • Uji Tuberkulin/Mantoux: Uji ini dilakukan dengan menyuntikkan zat tuberkulin pada kulit lengan anak, lalu diperiksa setelah 48–72 jam. Jika area suntikan membengkak lebih dari ukuran normal (≥10 mm), ini bisa menandakan infeksi TBC.
  • Rontgen Dada: Pemeriksaan ini berguna untuk melihat kondisi paru-paru anak. Anak dengan TBC biasanya akan menunjukkan perubahan pada paru-paru yang tampak pada foto rontgen.

Cara Mencegah TBC pada Anak

Untuk mencegah TBC pada anak, ada beberapa langkah yang bisa diambil:

  • Vaksinasi BCG sejak dini untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap TBC.
  • Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah, termasuk menjaga kebersihan lingkungan, menyediakan ventilasi yang baik, dan memastikan cahaya matahari cukup masuk ke dalam rumah.
  • Pemberian nutrisi yang cukup dan seimbang agar anak tetap sehat dan memiliki daya tahan tubuh yang baik.

Apakah TBC pada Anak Bisa Disembuhkan?

Tentu saja, TBC pada anak bisa disembuhkan. Pengobatan TBC berlangsung selama 6-12 bulan, dan penting bagi anak untuk mengonsumsi obat secara teratur sesuai anjuran dokter. Dalam dua bulan pertama, biasanya akan terlihat perbaikan pada kondisi anak. Namun, jika tidak ada perubahan yang signifikan, dokter akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk menyesuaikan pengobatan.

Dengan mengenali gejala-gejala ini sejak awal dan melakukan langkah-langkah pencegahan yang tepat, Moms bisa melindungi anak-anak dari bahaya TBC. Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika menemukan minimal satu dari beberapa gejala TBC pada anak. Mari bersama-sama menjaga kesehatan anak-anak kita dan menciptakan generasi bebas TBC!

Referensi:

Kementerian Kesehatan RI. (2023). Petunjuk teknis tata laksana tuberkulosis anak dan remaja. Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. https://tbindonesia.or.id/wp-content/uploads/2024/02/Final-Petunjuk-Teknis-Tata-Laksana-TBC-Anak-dan-Remaja-2023.pdf

Artikel ini telah di-review oleh:

Elis Paridatul, S.KM
Tenaga Promkes Puskesmas Salopa

Puskesmas Salopa
Jl. Raya Salopa No. 226, Kec. Salopa, Tasikmalaya 46192

Yuk Share Postingan Ini:
Sonia Oktavia Margareta A.Md.Kep.
Sonia Oktavia Margareta A.Md.Kep.
Articles: 6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *