Es kopi susu, boba, thai tea, milkshake, hingga minuman soda kini menjadi bagian dari gaya hidup anak muda. Selain rasanya yang enak dan tampilannya menarik, minuman kekinian juga mudah ditemukan di berbagai tempat.

Namun, pernahkah kamu memperhatikan berapa banyak gula yang terkandung dalam satu gelas minuman tersebut?

Banyak orang mengira bahwa konsumsi gula hanya berkaitan dengan risiko diabetes. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi gula berlebih juga dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Lalu, benarkah minuman kekinian tinggi gula bisa memengaruhi tekanan darah?

Mari kita bahas berdasarkan bukti ilmiah.


Apa yang Dimaksud dengan Minuman Tinggi Gula?

Minuman tinggi gula adalah minuman yang mengandung gula tambahan (added sugar) dalam jumlah besar.

Contohnya meliputi:

  • Es kopi susu dengan gula cair
  • Bubble tea (boba)
  • Minuman cokelat
  • Minuman soda
  • Thai tea
  • Minuman yogurt dengan sirup
  • Minuman buah dengan tambahan gula
  • Minuman energi

Yang perlu diperhatikan bukan hanya rasa manisnya, tetapi jumlah gula yang ditambahkan selama proses pembuatan.

Satu gelas minuman kekinian ukuran besar bahkan dapat mengandung 30–70 gram gula, atau setara dengan 7–17 sendok teh gula.


Berapa Batas Konsumsi Gula yang Dianjurkan?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan konsumsi gula tambahan kurang dari 10% dari total kebutuhan energi harian.

Bahkan, untuk manfaat kesehatan yang lebih baik, konsumsi gula sebaiknya dibatasi hingga sekitar 5% energi harian, atau sekitar:

  • sekitar 25 gram gula
  • atau sekitar 6 sendok teh per hari untuk orang dewasa.

Artinya, satu gelas minuman kekinian saja sering kali sudah memenuhi bahkan melebihi batas konsumsi gula harian.


Bagaimana Gula Dapat Meningkatkan Tekanan Darah?

Banyak orang menghubungkan hipertensi dengan konsumsi garam. Padahal, gula berlebih juga memiliki pengaruh terhadap tekanan darah melalui beberapa mekanisme.

1. Meningkatkan Berat Badan

Konsumsi minuman tinggi gula menambah asupan kalori tanpa memberikan rasa kenyang yang cukup.

Jika dikonsumsi terus-menerus, berat badan akan meningkat.

Semakin tinggi berat badan, semakin besar risiko seseorang mengalami hipertensi.


2. Menyebabkan Resistensi Insulin

Asupan gula yang tinggi dapat menyebabkan tubuh menjadi kurang sensitif terhadap insulin.

Kondisi ini memicu berbagai perubahan metabolisme yang dapat meningkatkan tekanan darah.


3. Mengaktifkan Sistem Saraf Simpatik

Konsumsi gula berlebihan diduga meningkatkan aktivitas sistem saraf simpatik.

Akibatnya:

  • denyut jantung meningkat
  • pembuluh darah menyempit
  • tekanan darah menjadi lebih tinggi.

4. Memicu Peradangan Kronis

Gula berlebih dapat meningkatkan proses inflamasi di dalam tubuh.

Peradangan yang berlangsung lama dapat merusak pembuluh darah sehingga elastisitasnya berkurang dan tekanan darah menjadi lebih tinggi.


5. Mengganggu Fungsi Pembuluh Darah

Konsumsi gula berlebih dapat menurunkan produksi nitric oxide, yaitu zat yang membantu pembuluh darah tetap rileks.

Ketika pembuluh darah menjadi kaku, tekanan darah akan lebih mudah meningkat.


Apakah Minuman Manis Langsung Membuat Tekanan Darah Naik?

Tidak selalu.

Pada sebagian orang sehat, satu kali mengonsumsi minuman manis mungkin tidak langsung menyebabkan hipertensi.

Namun jika dikonsumsi:

  • setiap hari,
  • dalam jumlah besar,
  • selama bertahun-tahun,

risiko terjadinya hipertensi akan meningkat, terutama jika disertai:

  • kurang aktivitas fisik,
  • obesitas,
  • pola makan tinggi garam,
  • kurang tidur,
  • merokok,
  • konsumsi alkohol.

Hipertensi merupakan hasil dari akumulasi berbagai faktor risiko, termasuk konsumsi gula berlebih.


Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Kelompok berikut sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi minuman tinggi gula:

  • penderita hipertensi,
  • orang dengan obesitas,
  • penderita diabetes,
  • pradiabetes,
  • lansia,
  • individu dengan riwayat keluarga hipertensi,
  • remaja yang sering mengonsumsi minuman manis setiap hari.

Tips Menikmati Minuman Kekinian dengan Lebih Sehat

Tidak berarti kamu harus berhenti total menikmati minuman favorit.

Beberapa cara berikut dapat membantu mengurangi risiko:

1. Pilih Gula 25–50%

Sebagian besar gerai menyediakan pilihan tingkat kemanisan.

Pilih level gula paling rendah.


2. Kurangi Topping

Boba, jelly, pudding, dan whipped cream menambah gula sekaligus kalori.


3. Pilih Ukuran Kecil

Ukuran sedang atau kecil membantu mengurangi konsumsi gula secara signifikan.


4. Jangan Dijadikan Minuman Harian

Jadikan minuman kekinian sebagai konsumsi sesekali, bukan setiap hari.


5. Perbanyak Air Putih

Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.


6. Baca Informasi Nilai Gizi

Jika tersedia, perhatikan kandungan gula sebelum membeli.


Kesimpulan

Minuman kekinian memang nikmat dan praktis, tetapi sebagian besar mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi terlalu sering, minuman tersebut dapat meningkatkan risiko hipertensi melalui berbagai mekanisme, seperti peningkatan berat badan, resistensi insulin, peradangan, dan gangguan fungsi pembuluh darah.

Menikmati minuman favorit sesekali tidak menjadi masalah bagi kebanyakan orang, tetapi membatasi konsumsi gula tambahan merupakan langkah penting untuk menjaga tekanan darah tetap normal dan mencegah penyakit tidak menular di masa depan.

Ingat, menjaga kesehatan tidak berarti menghilangkan semua makanan atau minuman favorit. Yang paling penting adalah bijak dalam memilih, mengatur porsi, dan menjaga keseimbangan pola makan setiap hari.

Author Profile

Rafie Nur Sidiq
Yuk Share Postingan Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *