Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam pengendalian konsumsi produk tembakau dan nikotin. Rokok konvensional, rokok elektronik (vape), serta berbagai produk nikotin lainnya terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan dewasa muda. Di sisi lain, industri tembakau juga menjadi salah satu penyumbang penerimaan negara melalui cukai yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Kondisi ini menempatkan Indonesia pada sebuah persimpangan penting. Di satu sisi, negara memperoleh manfaat ekonomi dari industri hasil tembakau. Namun di sisi lain, dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi jangka panjang akibat konsumsi nikotin terus membebani masyarakat dan sistem kesehatan nasional. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: apakah keuntungan fiskal jangka pendek dapat sebanding dengan biaya kesehatan dan hilangnya produktivitas generasi masa depan?

Menjawab pertanyaan tersebut, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia bersama Social Determinants of Health Center for Equity dan berbagai mitra menyelenggarakan seminar bertajuk “Nikotin di Persimpangan: Antara Ilusi Fiskal Negara dan Penyelamatan Masa Depan Generasi Muda Indonesia.”

Event – 2

Mengapa Isu Nikotin Penting Dibahas?

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah lama menyatakan bahwa konsumsi tembakau merupakan salah satu faktor risiko utama berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, stroke, kanker paru, penyakit paru obstruktif kronis, dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.

Di Indonesia, jumlah perokok masih tergolong tinggi dibandingkan banyak negara lainnya. Yang lebih mengkhawatirkan, tren penggunaan rokok elektronik di kalangan remaja terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak anak muda menganggap vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional, padahal berbagai penelitian menunjukkan bahwa nikotin tetap memiliki dampak negatif terhadap perkembangan otak, kesehatan mental, serta risiko ketergantungan.

Fenomena ini menjadi perhatian serius karena generasi muda merupakan aset pembangunan bangsa. Ketika kelompok usia produktif terpapar nikotin sejak dini, dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.

Mengupas Persimpangan Kebijakan

Seminar ini akan membahas berbagai perspektif mengenai hubungan antara kebijakan fiskal, industri tembakau, kesehatan masyarakat, serta perlindungan generasi muda.

Diskusi akan mengeksplorasi bagaimana penerimaan negara dari sektor cukai sering kali menjadi alasan utama dalam mempertahankan berbagai kebijakan yang relatif permisif terhadap industri tembakau. Namun demikian, berbagai studi menunjukkan bahwa biaya kesehatan akibat penyakit terkait tembakau, kehilangan produktivitas, hingga kematian dini dapat jauh lebih besar dibandingkan manfaat fiskal yang diperoleh.

Melalui forum ini, peserta diajak untuk memahami bahwa isu nikotin bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berkaitan dengan ekonomi, pembangunan manusia, keadilan sosial, dan masa depan bangsa.

Menghadirkan Narasumber Berpengalaman

Seminar ini menghadirkan para akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan masyarakat, ekonomi, advokasi kebijakan, serta promosi kesehatan.

Narasumber yang akan berbagi wawasan antara lain:

  • Suci Puspita Ratih, S.K.M., M.K.M.
    PhD Student Universiti Malaya dan Dosen Universitas Negeri Malang.
  • I Dewa Gede Karma Wisana, S.E., M.Sc., Ph.D.
    Kepala Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.
  • Nina Samidi
    Praktisi Advokasi dan Komnas Pengendalian Tembakau.
  • dr. Samuel Josafat Olam, M.P.H.
    Praktisi Kesehatan dan Digital Health Influencer.

Diskusi akan dipandu oleh:

  • Dr. Wahyu Septiono, S.K.M., M.I.H.
    Dosen FKM UI dan Ketua Social Determinants of Health Universitas Indonesia.
  • Dien Anshari, S.Sos., M.Si., Ph.D.
    Kepala Departemen Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku FKM UI.

Informasi Pelaksanaan Seminar

📅 Tanggal: 11 Juni 2026

Waktu: 09.00 – 12.30 WIB

📍 Tempat: Ruang G104, Gedung G FKM UI

💻 Pilihan Online: Zoom Meeting

Peserta dapat mengikuti kegiatan secara luring maupun daring sesuai kuota yang tersedia.

Mengapa Mahasiswa dan Tenaga Kesehatan Perlu Mengikuti?

Seminar ini sangat relevan bagi:

  • Mahasiswa kesehatan masyarakat
  • Mahasiswa kedokteran
  • Mahasiswa keperawatan
  • Mahasiswa gizi
  • Mahasiswa farmasi
  • Peneliti kesehatan
  • Dosen
  • Praktisi kesehatan
  • Aktivis kesehatan masyarakat
  • Pengambil kebijakan

Peserta akan memperoleh wawasan mengenai perkembangan isu pengendalian tembakau terkini, memahami tantangan kebijakan kesehatan di Indonesia, serta melihat bagaimana pendekatan lintas sektor dapat digunakan untuk melindungi generasi muda dari dampak konsumsi nikotin.

Saatnya Menentukan Masa Depan Generasi Muda

Perdebatan mengenai nikotin dan tembakau tidak lagi sekadar membahas pilihan individu. Isu ini telah berkembang menjadi persoalan pembangunan nasional yang menyangkut kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Melalui seminar “Nikotin di Persimpangan: Antara Ilusi Fiskal Negara dan Penyelamatan Masa Depan Generasi Muda Indonesia”, peserta diajak untuk melihat persoalan ini secara lebih komprehensif, berbasis bukti ilmiah, dan berorientasi pada solusi.

Bagi Anda yang peduli terhadap masa depan kesehatan masyarakat Indonesia, seminar ini menjadi kesempatan berharga untuk memperluas wawasan, berdiskusi dengan para ahli, dan berkontribusi dalam upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Author Profile

Amrullah Jabar
Amrullah Jabar
Editor Kesmas-ID
Yuk Share Postingan Ini:

Editor Kesmas-ID

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *