Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat setiap tahun ada 900-1000 warga terserang penyakit tuberkulosis atau TBC. Kondisi pemukiman Kota Jogja yang padat penduduk memudahkan penularan penyakit yang ditularkan melalui pernapasan tersebut.
“Situasi kota sangat prosfek peningkatan TB karena rumah-rumah penduduk tak memenuhi syarat, seperti kurang sinar matahari, padat, dan tidak ventilasi udara.” kata kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Jogja, Endang Sri Rahayu, Minggu (23/7/2017).
Endang mengatakan dari jumlah penderita TBC yang terdeteksi, sekitar 80% dapat disembuhkan. Hanya 23 penderita yang masuk kategori TBC MDR atau kebal obat yang sulit disembuhkan. Menurutnya, TBC MDR karena tidak tertibnya penderita mengkonsumsi obat sehingga bakteri penyebab penyakit tersebut menjadi kebal obat.
Penderita diwajibkan mengkonsumsi obat secara rutin setiap hari selama lebih kurang enam bulan.
Sumber harianjogja.com
Author Profile
Latest entries
Kampus KesmasNovember 30, 2024Gerakan Mengolah Sampah Organik dengan Kompos Bentuk Kepedulian Kita Terhadap Lingkungan
TestimoniAgustus 4, 2024Script Audio untuk Reportase Kegiatan Institusi Layanan Kesehatan
Berita KesehatanDesember 25, 2023GEMAS BANGET SI, Gerakan Masyarakat Bangun Hidup Sehat Kendali Hipertensi di Kelurahan Awipari, Cibeureum Kota Tasikmalaya
Berita KesehatanDesember 21, 2023Lawan Stunting, Mahasiswa Kesmas Univet Bangun Nusantara Sukoharjo Luncurkan Program OKI


