Penyakit tidak menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Beberapa penyakit yang termasuk PTM antara lain hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, dan berbagai jenis kanker. Sebagian faktor risiko PTM dapat dikendalikan melalui perubahan perilaku dan pola hidup yang lebih sehat.
Untuk membantu masyarakat mengenali langkah pencegahan PTM, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkenalkan perilaku CERDIK. CERDIK terdiri dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres.
Apa Itu CERDIK?
CERDIK merupakan salah satu upaya promotif dan preventif untuk membantu masyarakat mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular. Perilaku ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Berikut enam langkah CERDIK yang dapat dilakukan:
1. C – Cek Kesehatan Secara Berkala
Pemeriksaan kesehatan penting dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh dan faktor risiko penyakit tidak menular. Pemeriksaan dapat mencakup pengukuran tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh, dan pemeriksaan lain sesuai kebutuhan.
Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa skrining faktor risiko PTM dapat dilakukan melalui fasilitas pelayanan kesehatan maupun kegiatan Posbindu PTM.
Pemeriksaan rutin juga membantu seseorang mengetahui apabila terdapat kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Jangan menunggu sampai muncul keluhan berat untuk mulai memperhatikan kesehatan.
2. E – Enyahkan Asap Rokok
Merokok merupakan salah satu faktor risiko penting penyakit tidak menular. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh perokok, tetapi paparan asap rokok juga dapat memengaruhi orang di sekitarnya.
Karena itu, salah satu langkah CERDIK adalah menjauhkan diri dari asap rokok dan berupaya menghentikan kebiasaan merokok. Kementerian Kesehatan memasukkan pengendalian kebiasaan merokok sebagai bagian dari upaya pencegahan PTM.
3. R – Rajin Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik merupakan bagian penting dari pola hidup sehat. Aktivitas fisik dapat dilakukan melalui olahraga maupun berbagai kegiatan sehari-hari yang membuat tubuh bergerak.
Kementerian Kesehatan memasukkan aktivitas fisik secara rutin sebagai salah satu langkah untuk mengendalikan faktor risiko PTM. Aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kondisi, kemampuan, dan usia masing-masing orang.
Mulailah dari aktivitas yang dapat dilakukan secara konsisten. Yang terpenting adalah mengurangi kebiasaan terlalu banyak duduk dan memberikan kesempatan bagi tubuh untuk tetap aktif.
4. D – Diet Sehat dan Seimbang
Pola makan mempunyai peran penting dalam menjaga kesehatan. Diet dalam konsep CERDIK bukan berarti tidak makan atau melakukan pembatasan makanan secara ekstrem, melainkan menerapkan pola makan sehat dengan gizi dan kalori yang seimbang.
Kementerian Kesehatan menganjurkan masyarakat untuk membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan serta rutin mengonsumsi sayur dan buah.
Pola makan sehat sebaiknya dilakukan secara konsisten dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu.

5. I – Istirahat yang Cukup
Istirahat merupakan bagian dari gaya hidup sehat. Tubuh membutuhkan waktu untuk beristirahat setelah melakukan berbagai aktivitas.
Dalam perilaku CERDIK, istirahat yang cukup menjadi salah satu langkah yang dianjurkan untuk membantu menjaga kesehatan dan mendukung pencegahan penyakit tidak menular.
Membiasakan jadwal istirahat yang teratur dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat.
6. K – Kelola Stres
Stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, kemampuan mengelola stres menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Kementerian Kesehatan memasukkan kelola stres sebagai bagian terakhir dari perilaku CERDIK.
Setiap orang dapat mempunyai cara berbeda dalam mengelola stres. Kegiatan positif yang sesuai dengan kondisi masing-masing dapat dilakukan untuk membantu menjaga keseimbangan aktivitas sehari-hari. Jika seseorang mengalami masalah yang membutuhkan bantuan profesional, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi pilihan.
CERDIK Bisa Dimulai dari Kebiasaan Sederhana
Menerapkan CERDIK tidak harus dilakukan secara sekaligus. Masyarakat dapat memulainya dari kebiasaan sederhana, misalnya mulai rutin memeriksa kesehatan, menghindari asap rokok, memperbanyak aktivitas fisik, memperbaiki pola makan, memberikan waktu istirahat yang cukup, dan belajar mengelola stres.
Pengendalian faktor risiko juga penting bagi masyarakat yang merasa sehat. Beberapa faktor risiko PTM dapat diketahui melalui pemeriksaan kesehatan, seperti tekanan darah, gula darah, berat badan, dan indikator kesehatan lainnya.
Namun, perilaku CERDIK bukan berarti seseorang dapat memastikan dirinya terbebas dari penyakit. Faktor genetik, usia, kondisi kesehatan, dan lingkungan juga dapat memengaruhi risiko seseorang mengalami penyakit.

Referensi :
https://ayosehat.kemkes.go.id/perilaku-cerdik-dalam-mencegah-penyakit-tidak-menular
Artikel ini telah direview oleh :
Sri Nurjanah, S.K.M.
Staf Promkes Puskesmas Rajapolah
Puskesmas Rajapolah
Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155
Telp. (0265) 42000
Author Profile

-
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Latest entries
Edukasi KesehatanSeptember 6, 20267 Gaya Hidup Modern Yang Bikin Penyakitan
Edukasi KesehatanSeptember 6, 2026Jangan Menunggu Sakit: Pentingnya Deteksi Dini Penyakit Kronis
Edukasi KesehatanSeptember 6, 2026Mengapa Penyakit Kronis Bisa Menyerang di Usia Produktif?
Edukasi KesehatanSeptember 6, 202610 Kebiasaan Ini Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis



