Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup membuat berbagai aktivitas menjadi lebih mudah dan praktis. Pekerjaan dapat dilakukan dengan komputer, makanan dapat dipesan melalui aplikasi, dan berbagai kebutuhan dapat diperoleh tanpa banyak bergerak.

Kemudahan tersebut memberikan banyak manfaat. Namun, apabila tidak diimbangi dengan kebiasaan hidup sehat, beberapa pola hidup modern dapat meningkatkan paparan terhadap faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).

Penyakit tidak menular yang berlangsung dalam jangka panjang sering disebut sebagai penyakit kronis. Contohnya adalah penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis. Menurut World Health Organization (WHO), risiko PTM dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku.

Apa Hubungan Gaya Hidup Modern dengan Penyakit Kronis?

Gaya hidup modern bukan secara otomatis menyebabkan penyakit kronis. Hubungannya lebih tepat dilihat dari perubahan pola perilaku yang dapat meningkatkan faktor risiko penyakit.

WHO menyebutkan bahwa penggunaan tembakau, kurang aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan penggunaan alkohol yang berbahaya merupakan faktor perilaku utama yang berkontribusi terhadap risiko penyakit tidak menular. Faktor-faktor tersebut dapat menyebabkan perubahan metabolik seperti peningkatan tekanan darah, gula darah, berat badan, dan kadar lemak dalam darah.

Beberapa kebiasaan dalam kehidupan modern dapat berkaitan dengan faktor risiko tersebut.

1. Lebih Banyak Duduk dan Lebih Sedikit Bergerak

Teknologi membuat banyak pekerjaan dapat dilakukan sambil duduk. Transportasi juga membuat seseorang tidak perlu berjalan jauh untuk melakukan berbagai aktivitas.

Jika kondisi tersebut membuat seseorang menjadi kurang aktif secara fisik, risiko kesehatan dapat meningkat. WHO menyatakan bahwa kurang aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko utama PTM dan berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker.

Karena itu, aktivitas fisik tetap perlu menjadi bagian dari rutinitas meskipun pekerjaan dan kehidupan sehari-hari semakin bergantung pada teknologi.

2. Makanan Praktis Lebih Mudah Didapat

Gaya hidup yang serba cepat dapat membuat makanan praktis menjadi pilihan. Namun, kualitas makanan tetap perlu diperhatikan.

WHO merekomendasikan pola makan yang beragam dan seimbang, termasuk konsumsi sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian utuh, serta sumber protein yang sesuai. Konsumsi garam/natrium, gula bebas, dan lemak tidak sehat secara berlebihan perlu dibatasi.

Karena itu, kemudahan mendapatkan makanan melalui layanan pesan antar atau makanan siap saji tidak harus dihindari sepenuhnya. Yang penting adalah memperhatikan pilihan makanan, porsi, frekuensi, dan keseimbangan pola makan secara keseluruhan.

3. Waktu di Depan Layar Semakin Banyak

Komputer, telepon pintar, dan berbagai perangkat digital telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Penggunaan perangkat tersebut dapat membantu pekerjaan, pendidikan, dan komunikasi.

Namun, apabila waktu di depan layar membuat seseorang terlalu lama duduk dan mengurangi aktivitas fisik, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

WHO merekomendasikan agar orang dewasa melakukan aktivitas fisik secara teratur dan mengurangi waktu sedentari. Aktivitas fisik dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sesuai kemampuan dan kondisi kesehatan.

7 Gaya Hidup Modern Yang Bikin Penyakitan

4. Kurang Memperhatikan Pola Tidur

Rutinitas yang padat dan penggunaan perangkat digital hingga malam dapat membuat sebagian orang memiliki waktu tidur yang kurang teratur.

Tidur merupakan bagian penting dari kesehatan. Untuk orang dewasa, American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society merekomendasikan tidur 7 jam atau lebih secara teratur untuk mendukung kesehatan.

Jika gangguan tidur berlangsung terus-menerus atau mengganggu aktivitas, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

5. Stres dalam Kehidupan Sehari-hari

Gaya hidup modern juga dapat disertai tuntutan pekerjaan, pendidikan, keluarga, dan berbagai aktivitas lainnya. Kondisi tersebut dapat menjadi sumber stres.

Stres bukan satu-satunya penyebab penyakit kronis. Namun, menjaga kesehatan mental dan mengelola tekanan kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari pola hidup sehat.

Mengatur waktu istirahat, melakukan aktivitas yang menyenangkan, menjaga hubungan sosial, serta mencari bantuan ketika membutuhkan dapat menjadi bagian dari pengelolaan stres.

6. Merokok Tetap Menjadi Faktor Risiko

Meskipun teknologi berkembang, penggunaan tembakau masih menjadi salah satu faktor risiko penting penyakit tidak menular.

WHO menyatakan bahwa tembakau dapat menyebabkan berbagai penyakit, termasuk penyakit jantung, stroke, penyakit paru, dan kanker.

Karena itu, tidak merokok dan menghindari paparan asap rokok merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan.

7. Terlalu Lama Menunda Pemeriksaan Kesehatan

Kesibukan juga dapat membuat seseorang menunda pemeriksaan kesehatan. Padahal, seseorang dapat memiliki faktor risiko tertentu tanpa merasakan gejala.

Hipertensi, misalnya, sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. WHO menyebutkan bahwa pengukuran tekanan darah diperlukan untuk mengetahui apakah seseorang mengalami hipertensi.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan tetap penting meskipun seseorang merasa sehat.

Apakah Gaya Hidup Modern Harus Ditinggalkan?

Tidak. Teknologi dan gaya hidup modern memiliki banyak manfaat. Yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan.

Teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesehatan, misalnya dengan menggunakan pengingat aktivitas, mencari informasi kesehatan dari sumber terpercaya, atau memanfaatkan layanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, kebiasaan sehari-hari dapat diperbaiki dengan memperbanyak aktivitas fisik, memilih makanan yang lebih sehat, tidak merokok, menjaga waktu tidur, mengelola stres, dan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Kementerian Kesehatan RI juga memperkenalkan konsep CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dan seimbang, Istirahat cukup, serta Kelola stres sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit tidak menular.

7 Gaya Hidup Modern Yang Bikin Penyakitan

https://www.alodokter.com/kebiasaan-sehari-hari-ini-bisa-bahayakan-kesehatanmu

https://inbodyusa.com/blogs/inbodyblog/6-lifestyle-habits-that-can-increase-your-risk-of-chronic-health-conditions

Artikel ini telah direview oleh :

Sri Nurjanah, S.K.M.

Staf Promkes Puskesmas Rajapolah

Puskesmas Rajapolah

Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155

Telp. (0265) 42000

Author Profile

Falina Kurniawati
Falina Kurniawati
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Yuk Share Postingan Ini:
Falina Kurniawati
Falina Kurniawati

Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial

Articles: 15

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *