Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan pencegahan terhadap Penyakit Tidak Menular (PTM), Puskesmas Bojonggambir mengadakan kegiatan Deteksi Dini Faktor Risiko PTM di Lingkungan Satuan Pendidikan pada Selasa, 14 Mei 2025. Acara ini berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 11.30 WIB dan menyasar seluruh siswa serta tenaga pendidik di sekolah tersebut.
Sebanyak 91 orang mengikuti pemeriksaan kesehatan yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini potensi risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan metabolik lainnya. Langkah ini dianggap penting mengingat PTM sering kali berkembang secara perlahan tanpa gejala awal yang jelas sehingga deteksi dini menjadi kunci utama untuk pencegahan dan pengelolaan yang efektif.

Pelaksanaan kegiatan ini mencakup berbagai tahapan pemeriksaan, antara lain wawancara faktor risiko, pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, konsultasi kesehatan, serta edukasi mengenai gaya hidup sehat. Seluruh rangkaian kegiatan diawasi secara langsung oleh tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya sebagai bentuk monitoring dan evaluasi program kesehatan masyarakat di tingkat sekolah.

Devi Rosmawati, S.Kep., Ners, selaku pemegang program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Bojonggambir, mengungkapkan pentingnya kegiatan ini dalam membentuk pemahaman masyarakat. “Penyelenggaraan program penyakit tidak menular dapat membantu masyarakat memahami pentingnya pencegahan dan pengelolaan penyakit tidak menular. Program ini sangat bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya. Ia pun menambahkan kesan positif terhadap program ini, “Program ini sangat komprehensif dan efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular.”
Dalam pesannya, Devi menegaskan pentingnya komitmen bersama, “Penting bagi kita semua untuk menjaga gaya hidup sehat dan mencegah penyakit tidak menular. Mari kita bersama-sama meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, serta melakukan upaya pencegahan yang efektif.” Harapan besar juga disampaikan Devi untuk keberlanjutan program ini, “Saya berharap program ini dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, sehingga masyarakat semakin sadar dan peduli dengan kesehatan mereka.”

Sementara itu, Dede Subekti, M.Kes, dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan, “Saya sangat mengapresiasi dan salut atas kinerja dan semangat tim dalam menyelenggarakan kegiatan ini.” Dalam pesannya, ia menekankan pentingnya semangat juang untuk terus memprioritaskan upaya promotif dan preventif. “Semoga program ini semakin dicintai dan diminati masyarakat serta membawa dampak yang nyata bagi kesehatan bersama,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Puskesmas Bojonggambir bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya menunjukkan sinergi yang kuat dalam upaya membentuk generasi yang sehat, sadar risiko, dan tangguh menghadapi tantangan kesehatan di era modern. Program deteksi dini di lingkungan sekolah menjadi pijakan awal menuju masa depan yang lebih sehat sekaligus bukti bahwa investasi kesehatan sejak dini adalah langkah strategis dalam membangun kualitas hidup masyarakat yang lebih baik.



