Lansia (lanjut usia) adalah seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya. Kelompok yang dikategorikan lansia ini akan terjadi suatu proses yang disebut Aging Process atau proses penuaan.
Indonesia telah memasuki era penduduk tua (Ageing Population) sejak tahun 2021, dengan proporsi penduduk lansia yang terus meningkat. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 12% atau 29 juta penduduk Indonesia merupakan lansia, dan persentase ini diprediksi akan meningkat hingga 20% pada tahun 2045.
memasuki usia lansia atau senja bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, ini adalah babak baru untuk menikmati hidup dengan cara yang berbeda. Menjadi lansia yang sehat dan produktif tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tapi juga membuat mereka tetap terhubung dengan diri sendiri dan lingkungan sekitar.
Pola Hidup Sehat untuk Lansia
Upaya menjaga kesehatan lansia dimulai sejak usia 60 tahun dengan tujuan agar mereka dapat hidup sehat, berkualitas, dan produktif. Pola hidup sehat yang konsisten sangat penting untuk menjaga kualitas hidup dan mencegah berbagai penyakit. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan agar lansia tetap sehat diantaranya:

- Aktivitas Fisik Ringan yang Rutin
Aktivitas fisik bukan berarti harus olahraga berat. Bagi lansia, aktivitas fisik ringan yang rutin sudah sangat bermanfaat. Contohnya, jalan santai di sekitar rumah atau taman selama 20-30 menit setiap hari. Selain itu, senam ringan, bersepeda, juga pilihan yang bagus. Gerakan-gerakan ini membantu menjaga kekuatan otot, kelenturan sendi, dan keseimbangan tubuh. Dengan begitu, risiko jatuh bisa berkurang dan tubuh pun terasa lebih bugar. Aktivitas ini juga bisa meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.
- Pola Makan Sehat
Pilih makanan yang kaya nutrisi. Perbanyak konsumsi buah, sayur, biji-bijian, dan protein tanpa lemak. Kurangi asupan gula, garam, dan lemak jenuh.
- Hidrasi yang Cukup
Kadang, rasa haus pada lansia tidak sekuat orang muda. Oleh karena itu, penting untuk selalu ingat untuk minum air yang cukup. Air berfungsi untuk melancarkan metabolisme, menjaga fungsi ginjal, dan mencegah dehidrasi. Dehidrasi bisa menyebabkan pusing, kebingungan, dan kelelahan.
- Pengelolaan Stres
Pikiran dan tubuh saling terhubung. Mengelola stres dengan baik sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan. Stres yang berkepanjangan dapat memicu berbagai penyakit. Lakukan hobi yang disukai, seperti berkebun, melukis, atau mendengarkan musik. Bersosialisasi dengan teman dan keluarga juga bisa jadi cara efektif untuk mengurangi stres.
- Tidur Yang Berkualitas
Tidur berkualitas juga tidak kalah penting. Saat tidur, tubuh melakukan proses perbaikan sel-sel yang rusak. Usahakan tidur 7-8 jam per malam. Ciptakan suasana kamar yang nyaman, hindari penggunaan gawai sebelum tidur, dan ikuti rutinitas tidur yang teratur agar tidur lebih nyenyak.
- Pemeriksaan Kesehatan Rutin
Lakukan pemeriksaan kesehatan rutin ke fasilitas Kesehatan terdekat atau dokter. Hal ini membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, sehingga penanganan bisa lebih cepat dan efektif.
Menjadi Lansia yang Produktif
Mendorong lansia untuk tetap produktif tidak hanya baik untuk kesehatan fisik dan mental mereka, tetapi juga memberikan rasa tujuan dan kebahagiaan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar lansia tetap produktif:

- Menekuni Hobi dan Minat
Lansia bisa tetap produktif dengan menekuni kembali hobi atau minat yang sudah lama tidak mereka lakukan. Ini bisa berupa: Melukis atau menggambar, berrkebun,dan menulis.
- Terus Belajar Hal Baru
Mempelajari hal baru dapat menjaga otak tetap aktif dan berfungsi optimal. Lansia bisa belajar keterampilan baru, seperti memasak, merajut, atau merawat tanaman. Selain itu, lansia juga bisa mempelajari teknologi. Misalnya cara menggunakan smartphone, table atau media sosial agar tetap terhubung dengan keluarga dan dunia luar.
- Berpartisipasi dalam Kegiatan Sosial
Interaksi sosial sangat penting untuk mencegah rasa kesepian dan depresi pada lansia. Ajak mereka untuk bergabung dengan komunitas seperti kelompok pengajian, klub buku atau kelompok relawawan. Selain itu, lansia juga bisa mengahabiskan waktu dengan keluarga dengan mengajak mereka memasak bersama atau bermain dengan cucu.
- Menciptakan Sumber Penghasilan Tambahan (Jika Memungkinkan)
Jika lansia masih memiliki kemampuan dan minat, mereka bisa menghasilkan uang dari hobi atau keahlian mereka dari menjual hasil karya seperti: menjual kue, kerajinan tangan atau hasil berkebun. Selain itu, mereka juga bisa menawarkan jasa seperti jasa menjahit, mengajar, atau konsultan di bidang yang mereka kuasai.
Lansia atau usia senja bukanlah akhir segalanya. Sebaliknya, ini adalah awal baru yang bisa di jalani dengan bahagia dan bermanfaat. Dengan menjaga kesehatan dan tetap aktif, masa tua akan menjadi waktu yang penuh kegembiraan. Ingat, usia hanyalah angka, tapi semangat untuk terus belajar dan berkarya adalah hal yang paling berharga. Jadi, prioritaskan kesehatan dan tetaplah bergerak, agar setiap hari di usia senja terasa berharga.
Sumber:
Iis, Ela Rohaeni, Elsa Almanda, Nabila Nurfarah F., Anisa Dwi Nurmala, & Nena Khairunnisa. (2025). Penyuluhan Pola Hidup Sehat Pada Lansia. Health Care : Journal of Community Service.
Raudhoh, S., & Pramudiani, D. (2021). Lansia Asik, Lansia Aktif, Lansia Poduktif. Medical Dedication (Medic) : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat FKIK UNJA, 4(1), 126–130.
dinkes.kotabogor.go.id. (2025)
ayosehat.kemenkes.go.id. (2025)
Artikel ini telah di-review oleh:
Serli Nur Alindra AM.Keb, S.KM, M.KM
Tenaga Progamer Promkes Puskesmas Mangunreja
UPT Puskesmas Mangunreja
Jl. Raya Sukaraja No. 51-53, Mangunreja
Tasikmalaya, Jawa Barat 46462
No.Telp: (0265) 544709 / 085117054709
Instagaram: @puskesmas_mangunreja



