Ketika mendengar kata hipertensi, banyak orang langsung membayangkan penyakit yang hanya dialami oleh orang tua. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Saat ini, semakin banyak mahasiswa dan anak muda yang mengalami tekanan darah tinggi akibat pola hidup yang kurang sehat.
Aktivitas kuliah yang padat, tugas menumpuk, begadang, konsumsi makanan cepat saji, hingga kurang berolahraga menjadi kombinasi yang dapat meningkatkan risiko hipertensi sejak usia muda.
Sayangnya, banyak mahasiswa tidak menyadari bahwa mereka memiliki tekanan darah tinggi karena penyakit ini sering kali tidak menimbulkan gejala. Itulah sebabnya hipertensi dikenal sebagai silent killer atau “pembunuh diam-diam”.
Lalu, mengapa mahasiswa bisa mengalami hipertensi? Mari kita bahas.
Apa Itu Hipertensi?
Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara terus-menerus. Pada orang dewasa, tekanan darah dikatakan tinggi apabila hasil pemeriksaan menunjukkan angka yang tetap berada di atas batas yang ditetapkan tenaga kesehatan berdasarkan pengukuran yang dilakukan berulang.
Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius seperti:
- Penyakit jantung
- Stroke
- Gagal ginjal
- Gangguan pembuluh darah
- Penurunan kualitas hidup
Karena sering tidak menimbulkan keluhan, banyak penderita baru mengetahui dirinya hipertensi setelah mengalami komplikasi.
Mengapa Mahasiswa Berisiko Mengalami Hipertensi?
Walaupun masih muda, mahasiswa memiliki banyak faktor risiko yang sering tidak disadari.
1. Begadang Hampir Setiap Hari
Mengerjakan tugas hingga dini hari atau mengejar deadline skripsi sudah menjadi kebiasaan sebagian mahasiswa.
Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon, meningkatkan stres, dan berdampak pada kenaikan tekanan darah jika berlangsung terus-menerus.
2. Konsumsi Mi Instan dan Fast Food
Anak kos sering memilih makanan yang praktis dan murah.
Sayangnya, makanan instan umumnya mengandung natrium (garam) dalam jumlah tinggi. Konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah meningkat, terutama jika dilakukan setiap hari.
3. Terlalu Banyak Minum Kopi dan Minuman Energi
Kopi memang membantu meningkatkan konsentrasi saat belajar.
Namun, konsumsi kafein yang berlebihan, terutama bila disertai minuman energi tinggi gula dan kurang tidur, dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sementara pada sebagian orang.
4. Kurang Aktivitas Fisik
Perkuliahan saat ini membuat mahasiswa lebih banyak duduk.
Mulai dari mengikuti kelas, mengerjakan tugas menggunakan laptop, hingga bermain media sosial selama berjam-jam membuat aktivitas fisik semakin berkurang.
Kurangnya olahraga dapat meningkatkan risiko obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko hipertensi.
5. Stres Akademik
Deadline, organisasi, tugas kelompok, praktik lapangan, hingga skripsi sering memicu stres.
Stres yang berlangsung lama dapat memengaruhi tekanan darah melalui berbagai mekanisme biologis dan juga mendorong kebiasaan kurang sehat, seperti makan berlebihan, merokok, atau kurang tidur.
Apakah Hipertensi Selalu Bergejala?
Tidak.
Inilah alasan hipertensi disebut sebagai silent killer.
Sebagian besar penderita tidak merasakan gejala apa pun.
Namun, beberapa orang mungkin mengalami:
- Sakit kepala
- Pusing
- Mudah lelah
- Jantung berdebar
- Penglihatan kabur
- Mimisan (pada sebagian kasus)
Gejala tersebut tidak selalu muncul dan bukan cara yang dapat diandalkan untuk memastikan hipertensi. Satu-satunya cara mengetahui tekanan darah adalah dengan melakukan pemeriksaan.
Siapa yang Perlu Waspada?
Risiko hipertensi lebih tinggi apabila mahasiswa memiliki beberapa kondisi berikut:
- Berat badan berlebih atau obesitas
- Jarang berolahraga
- Sering mengonsumsi makanan tinggi garam
- Sering begadang
- Mengalami stres berkepanjangan
- Memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga
- Merokok atau terpapar asap rokok
- Mengonsumsi alkohol
Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar kemungkinan seseorang mengalami hipertensi.
Cara Mencegah Hipertensi Sejak Kuliah
Kabar baiknya, sebagian besar faktor risiko hipertensi dapat dikendalikan melalui perubahan gaya hidup.
1. Batasi konsumsi garam
Kurangi makanan instan, makanan cepat saji, camilan asin, dan makanan olahan.
2. Perbanyak konsumsi buah dan sayur
Buah dan sayuran mengandung vitamin, mineral, serta serat yang baik untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
3. Rutin berolahraga
Usahakan melakukan aktivitas fisik intensitas sedang setidaknya 150 menit per minggu, misalnya berjalan cepat, bersepeda, berenang, atau jogging.
4. Tidur yang cukup
Orang dewasa muda umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam untuk membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
5. Kelola stres
Luangkan waktu untuk beristirahat, melakukan hobi, berolahraga, berbicara dengan teman, atau mencoba teknik relaksasi seperti pernapasan dalam dan meditasi.
6. Rutin cek tekanan darah
Mahasiswa juga perlu mulai membiasakan diri memeriksa tekanan darah secara berkala, terutama bila memiliki faktor risiko atau riwayat hipertensi dalam keluarga.
Hipertensi Bisa Dicegah, Asal Dimulai Sejak Muda
Menjadi muda bukan berarti kebal terhadap hipertensi.
Justru masa kuliah merupakan waktu yang tepat untuk membangun kebiasaan hidup sehat. Kebiasaan kecil seperti mengurangi makanan tinggi garam, rutin bergerak, tidur cukup, dan mengelola stres dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan di masa depan.
Jangan menunggu hingga muncul komplikasi. Mulailah peduli terhadap tekanan darah sejak sekarang karena menjaga kesehatan hari ini adalah investasi untuk masa depan.
Kesimpulan
Hipertensi bukan lagi penyakit yang hanya dialami oleh orang tua. Mahasiswa dan anak muda juga dapat mengalaminya akibat pola hidup yang kurang sehat. Dengan mengenali faktor risiko dan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini, risiko hipertensi dapat dikurangi secara signifikan.
Jadikan masa kuliah sebagai momen untuk membangun kebiasaan sehat yang akan bermanfaat sepanjang hidup.
Author Profile
Latest entries
Edukasi KesehatanJuni 23, 2026Hipertensi Bukan Penyakit Orang Tua! Mahasiswa Juga Bisa Mengalaminya
Mahasiswa KesmasJuni 23, 2026Skill yang Tidak Diajarkan di Kampus, Tapi Sangat Dibutuhkan Mahasiswa Kesmas
KarierJuni 22, 2026Lowongan Dosen D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK) Dibuka, Simak Kualifikasi dan Cara Melamarnya
Edukasi KesehatanJuni 22, 2026Sering Makan Mi Instan? Waspadai Risiko Hipertensi Sejak Kuliah


