Kematian Akibat Diabetes di Indramayu Makin Tinggi
Ka. Dinkes Kab Indramayu, dr.H.Deden Bonny Koswara, mengemukakan, sekarang ini kematian akibat penyakit diabetes di Indramayu intensitasnya semakin tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu,  dr.H.Deden Bonny Koswara, mengemukakan, sekarang ini kematian akibat penyakit diabetes di Indramayu intensitasnya semakin tinggi. Bahkan  mengalahkan insidensi atau kejadian pada pasien yang menyebabkan kematian.

Menurutnya dulu awalnya  penyebab paling tinggi kematian itu adalah penyakit  infeksi seperti TBC. “Kalau sekarang penyakit struk paling banyak, salah satu penyebabnya adalah dari diabetes,” katanya diubungi Pos Kota, Sabtu (22/4).

Dijelaskan,  ciri-ciri  seseorang mengindap penyakit diabetes atau yang disebut 3 P. “Polihuri atau sering kencing terutama pada malam hari. Polipagi artinya sering makan. Kemudian Polibiksi artinya sering minum. Ada pasien apabila ada gejala sering makan, sering minum dan sering kencing ini yang patut dicurigai penderita  diabetes,” katanya.

BACA JUGA:  Penderita TB di Indramayu Capai 1.293

Mengenai penderita diabetes di Kabupaten Indramayu kata Deden angkanya  harus pasti  dan didukung data yang pasti. Namun sampai  saat ini pihaknya tidak bisa menjelaskan data lengkap. Untuk mendeteksi secara dini terhadap penyakit diabetes, kata Kadis Kesehatan Indramayu Deden  selain ada tiga gejala 3 P,  terjadi penurunan berat badan secara drastis dan harus cek periksa ke Sentra Pelayanan Kesehatan.

Mengenai gejala yang ditimbulkan dari  penyakit diabetes yaitu kalau fisik kelihatan mudah lelah, mudah capek. Terjadi keringat badan secara dratis. Padahal tadinya dia sering makan, tapi berat badan turun. Mudah terkena penyakit seperti TBC, darah tinggi, kegagalan ginjal.

Diakuinya, penyakit diabetes salah satunya adalah penyakit yang diturunkan. Misalnya keturunan itu 25 persen dari rangkanya. Punya anak empat salah satunya kemungkinan akan menderita diabetes.

Ia mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Indramayu agar melakukan pola makan dan kemudian pola  kesehatan yang baik. Seperti makan teratur dengan gizi seimbang dan tidak berlebihan. Kemudian melakukan olahraga   rutin. Minimal  2 sampai 3 kali seminggu. Kurangi makanan  yang mengandung karbohidrat tinggi.

BACA JUGA:  Safari Ramadhan, Ini Pesan Ketua Dewan Etik Persakmi Enrekang Untuk Masyarakat

Untuk menghindari diabetes kata dia yang pertama menghindari stres, kemudian makan dengan diet yang baik yaitu diatur pola makan sehari tiga kali tidak makam malam. Olahraga dengan baik. Kurangi makan-makanan bersoda tinggi maupun makanan  yang tidak mengandung gizi seperti makanan-makanan cepat saji.

SUMBER

(Visited 274 times, 1 visits today)