Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang umum dialami oleh lansia. Saat bulan Ramadan, banyak lansia dengan diabetes yang ingin tetap menjalankan ibadah puasa. Namun, kondisi ini memerlukan perhatian khusus agar puasa dapat dilakukan dengan aman tanpa menimbulkan risiko kesehatan. Lalu, bagaimana lansia dengan diabetes dapat menjalani puasa dengan sehat dan nyaman?
Risiko Puasa bagi Lansia dengan Diabetes
Puasa dapat menjadi tantangan bagi lansia dengan diabetes, terutama dalam menjaga kadar gula darah tetap stabil dikarenakan perubahan pola dan jadwal makan serta aktivitas fisik. Berpuasa dalam jangka waktu yang lama akan meningkatkan risiko terjadinya komplikasi akut antara lain:
- Hipoglikemia: Penurunan kadar gula darah yang berlebihan akibat kurangnya asupan makanan selama berpuasa.
- Hiperglikemia: Peningkatan kadar gula darah akibat konsumsi makanan yang tidak terkontrol saat berbuka atau sahur.
- Dehidrasi: Kurangnya asupan cairan yang menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit dan memperburuk kondisi diabetes.
- Komplikasi lainnya: Seperti ketoasidosis diabetik, suatu komplikasi diabetes yang terjadi ketika tubuh memproduksi asam darah (keton) dari pemecahan lemak secara berlebihan dikarenakan gangguan metabolisme glukosa. Hal ini berbahaya bagi lansia dengan diabetes yang tidak terkontrol. Gejalanya meliputi rasa haus, sering buang air kecil, mual, nyeri perut, lemas, kebingungan, penurunan kesadaran, mata berkunang-kunang, nyeri otot serta gangguan keseimbangan elektrolit.
Kapan Lansia dengan Diabetes Sebaiknya Tidak Berpuasa?
Tidak semua lansia dengan diabetes dapat berpuasa. Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan berpuasa antara lain:
- Mengalami hipoglikemia atau hiperglikemia yang tidak terkontrol.
- Sedang menjalani terapi insulin dengan dosis yang tidak bisa disesuaikan.
- Memiliki komplikasi diabetes seperti gangguan ginjal atau jantung.
- Merasa lemas, pusing, atau mengalami tanda-tanda dehidrasi berat.
Tips Aman Berpuasa bagi Lansia dengan Diabetes

Jika tetap berkeinginan untuk menjalankan ibadah puasa, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk memastikan puasa tetap aman antara lain:
- Konsultasi dengan Dokter: Sebelum berpuasa sebaiknya berdiskusi dengan dokter mengenai kondisi kesehatan dan kemungkinan penyesuaian obat selama puasa.
- Pemeriksaan Kesehatan dan Pemantauan Gula Darah: Melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh satu-dua bulan sebelum menjalankan ibadah puasa meliputi kadar gula darah, tekanan darah dan lemak darah, sekaligus menentukan risiko yang akan terjadi bila tetap berpuasa. Serta melakukan pemantauan kadar gula darah sebelum sahur, sebelum berbuka, dan beberapa jam setelah berbuka.
- Menjaga Pola Makan Sehat: Hindari melewatkan waktu sahur atau mengonsumsi karbohidrat atau minuman manis secara berlebihan untuk menghindari terjadinya kadar gula darah yang tidak terkontrol.
- Menyesuaikan Obat atau Insulin: Jika menggunakan insulin atau obat diabetes, dosis dan waktu konsumsi mungkin perlu disesuaikan oleh dokter.
- Pastikan Cukup Cairan: Minum air yang cukup antara berbuka dan sahur untuk menghindari dehidrasi.
- Kenali Tanda Bahaya: Segera batalkan puasa jika mengalami gejala seperti gemetar, pusing, keringat dingin, atau lemas berlebihan. Jangan menjalankan ibadah puasa bila merasa tidak sehat.
Berikut anjuran pola makan saat berpuasa bagi lansia dengan diabetes:
- Sahur: Konsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, biji-bijian, protein tanpa lemak, dan karbohidrat kompleks untuk menjaga kestabilan gula darah lebih lama. Usahakan untuk makan sahur menjelang waktu imsak. Contoh menu sahur: Nasi merah, sayur bening, tahu/tempe, telur rebus, dan buah berserat tinggi seperti apel.
- Berbuka: Mulai dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma dalam jumlah terbatas. Hindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh. Contoh menu berbuka: Air putih, 1-2 butir kurma, sup bening, ikan panggang, dan sayuran.
- Hindari: Makanan tinggi gula, gorengan, dan minuman manis yang dapat meningkatkan kadar gula darah secara drastis.
Puasa bagi lansia dengan diabetes dapat dilakukan dengan aman jika dipersiapkan dengan baik. Konsultasi dengan dokter, pemantauan gula darah, serta pola makan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan selama berpuasa. Dengan strategi yang tepat, lansia dengan diabetes tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan sehat dan nyaman.
Sumber Referensi :
PERKENI. 2021. Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 Dewasa.
PERKENI. 2022. Edukasi Dasar Untuk Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Yang Menjalani Puasa Ramadan.
Geriatri. 2024. Amankah Lansia Penderita Diabetes Berpuasa?



