Memasuki usia 6 bulan, bayi mulai memasuki fase penting dalam perjalanan tumbuh kembangnya. Pada usia ini, ASI yang selama ini menjadi sumber nutrisi utama mulai perlu didampingi dengan makanan lain yang lebih beragam dan kaya gizi. Inilah saatnya memperkenalkan Makanan Pendamping ASI atau yang biasa dikenal dengan MPASI. Pemberian MPASI yang tepat dan berkualitas sangat berperan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi bayi agar tumbuh sehat, cerdas, dan kuat. Berikut panduan MPASI bagi Ibu.
Apa Itu MPASI dan Mengapa Penting?
MPASI adalah makanan yang diberikan sebagai pelengkap ASI untuk memenuhi kebutuhan energi, protein, vitamin, dan mineral bayi yang mulai meningkat seiring bertambahnya usia. ASI tetap menjadi sumber utama nutrisi hingga bayi berusia 2 tahun, namun MPASI membantu memenuhi kebutuhan gizi yang tidak lagi cukup hanya dari ASI saja.
Pentingnya MPASI terletak pada beberapa hal berikut:
- Memenuhi kebutuhan gizi yang meningkat
Bayi membutuhkan zat gizi lebih banyak untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak.
- Melatih kemampuan makan
MPASI mengajarkan bayi mengenal berbagai tekstur, rasa, dan cara mengunyah serta menelan makanan.
- Mencegah kekurangan gizi
Pemberian MPASI yang tepat dapat mencegah anemia, stunting, dan gangguan tumbuh kembang lainnya.
Kapan Waktu Tepat Memulai MPASI?
Rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan pemberian MPASI dimulai pada usia 6 bulan. Pemberian MPASI terlalu dini (sebelum 6 bulan) dapat meningkatkan risiko infeksi dan alergi, sedangkan terlambat memberikan MPASI dapat menyebabkan kekurangan gizi.
Prinsip Pemberian dan Panduan MPASI yang Baik
- Bergizi dan Seimbang
MPASI harus mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup. Contohnya, sumber karbohidrat dari nasi atau ubi, protein dari daging, ikan, telur, dan lemak sehat dari alpukat atau minyak sayur.
- Tekstur Sesuai Usia
Awalnya bertekstur lembut dan halus (puree), lalu secara bertahap diperkenalkan tekstur yang lebih kasar sesuai kemampuan mengunyah bayi.
- Porsi dan Frekuensi
Mulai dengan porsi kecil (1-2 sendok makan) sebanyak 1-2 kali sehari, dan tingkatkan secara bertahap hingga 3 kali sehari dengan porsi yang lebih banyak.
- Higienis dan Aman
Pastikan kebersihan alat makan, tangan, dan bahan makanan untuk mencegah infeksi.
- Variasi Makanan
Berikan berbagai jenis makanan agar bayi mendapatkan nutrisi lengkap dan belajar mengenal rasa baru.

Contoh Resep MPASI Bergizi dan Lezat
- Pure Alpukat dan Pisang
Alpukat mengandung lemak sehat yang baik untuk perkembangan otak, sedangkan pisang kaya serat dan energi.
- Bubur Hati Ayam Wortel
Hati ayam kaya zat besi yang penting untuk mencegah anemia, wortel kaya vitamin A untuk kesehatan mata.
- Bubur Ikan Dori dengan Sayuran
Ikan dori sebagai sumber protein dan omega-3, wortel dan brokoli sebagai sumber vitamin dan serat.
- Pure Kentang dan Daging Sapi
Kentang sebagai sumber karbohidrat dan energi, daging sapi sebagai sumber protein dan zat besi.
Tips Sukses Memberikan MPASI
- Kenalkan makanan baru satu per satu dan amati reaksi alergi selama 3-5 hari sebelum mencoba makanan lain.
- Bersabar dan konsisten karena bayi mungkin menolak makanan baru pada awalnya.
- Libatkan anggota keluarga saat makan agar bayi merasa nyaman dan termotivasi.
- Jangan menambahkan garam atau gula karena organ bayi masih sensitif.
- Tetap lanjutkan pemberian ASI sebagai sumber nutrisi utama.
Dengan pemberian makanan pendamping ASI yang tepat, bergizi, dan aman, bayi akan mendapatkan fondasi nutrisi yang kuat untuk masa depan yang sehat dan cerah. Orang tua dan pengasuh perlu memahami prinsip-prinsip MPASI, panduan MPASI, dan berkomitmen memberikan yang terbaik bagi si kecil. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi bila membutuhkan panduan lebih lanjut.
Referensi :
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. Diakses 22 Juni 2025, dari https://promkes.kemkes.go.id/?p=8929
Hidayati, F. (2024, 27 September). Informasi penting tentang pemberian MPASI pada bayi. Alodokter. Diakses 22 Juni 2025, dari https://www.alodokter.com/informasi-penting-tentang-pemberian-mpasi-pada-bayi
Meidersayenti, S.G.Z., RD. (n.d.). Pentingnya dan tahap pemberian MPASI pada bayi. RSMM Bogor. Diakses 22 Juni 2025, dari https://rsmmbogor.com/pentingnya-dan-tahap-pemberian-mpasi-pada-bayi
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023, Mei 23). Buku resep MPASI (Makanan Pendamping ASI). Ayo Sehat. Diakses 22 Juni 2025, dari https://ayosehat.kemkes.go.id/buku-resep-makanan-lokal
Halodoc. (2022, Juni 9). Tips memberikan MPASI di usia 6 bulan. Diakses 22 Juni 2025, dari https://www.halodoc.com/artikel/tips-memberikan-mpasi-di-usia-6-bulan
Artikel ini sudah direview oleh:
Dewi Camellia, S. T
Tenaga Promkes Puskesmas Cikatomas
Puskesmas Cikatomas
Jl. Rumah Sakit No. 17, Pakemitan, Cikatomas, Tasikmalaya, Jawa Barat 46193
E-mail: pkm.cikatomas@gmail.com
Telp: 082317959903
