Pada hari Jumat, 19 Juli 2024, Puskesmas Cikalong mengadakan pembinaan kader dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun Saka Bakti Husada (SBH). Acara ini berlangsung di aula Puskesmas Cikalong, Pangkalan Cikalong. Kegiatan ini dihadiri oleh sepuluh anggota kader SBH. Kader SBH adalah para relawan yang memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat, sehingga pembinaan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi komunitas. Acara dimulai dengan sambutan dari kepala Puskesmas yang menekankan pentingnya peran kader dalam mengedukasi masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya (NAPZA).
Narasumber utama dalam acara ini adalah Apt. Yusuf Dadan Saori, S.Farm, yang menjabat sebagai Pengelola Farmasi di Puskesmas Cikalong. Yusuf Dadan Saori adalah seorang ahli di bidang farmasi yang memiliki pengalaman luas dalam menangani masalah kesehatan terkait penyalahgunaan zat adiktif.
Beliau menyampaikan materi penting mengenai bahaya penyalahgunaan NAPZA. Materi yang disampaikan berfokus pada dampak buruk NAPZA terhadap kesehatan fisik dan mental. Beliau juga menjelaskan bagaimana NAPZA dapat merusak kehidupan individu dan keluarga, serta dampaknya terhadap masyarakat secara keseluruhan.
Selama dua jam, para kader dibekali dengan pengetahuan mendalam dan keterampilan praktis untuk mengenali, mencegah, dan mengatasi masalah penyalahgunaan NAPZA di lingkungan mereka. Yusuf Dadan Saori memberikan wawasan mengenai efek negatif dari NAPZA, cara deteksi dini penyalahgunaan, dan strategi pencegahan yang efektif.
Para peserta sangat antusias mengikuti pembinaan ini, mereka aktif berdiskusi dan bertanya mengenai berbagai kasus yang sering mereka temui di lapangan. Yusuf Dadan Saori juga mengadakan sesi tanya jawab interaktif yang memungkinkan para kader untuk lebih memahami materi yang disampaikan dan cara aplikasinya di kehidupan sehari-hari.
Pembinaan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para kader SBH, sehingga mereka dapat berperan lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat di sekitar mereka. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang bahaya NAPZA, para kader diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang dapat membantu mengurangi kasus penyalahgunaan NAPZA di wilayah mereka. Semangat para kader dalam mengikuti pembinaan ini menunjukkan bahwa mereka siap untuk berperan lebih besar dalam upaya pencegahan NAPZA. Pembinaan ini juga diharapkan dapat memotivasi kader untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas mereka dalam berbagai aspek kesehatan masyarakat.



