
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) membantu anak membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan sejak usia sekolah. Pada usia ini, anak mulai melakukan berbagai aktivitas secara lebih mandiri, baik di rumah maupun di lingkungan sekolah. Karena itu, anak perlu memahami sekaligus menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
PHBS tidak hanya mengajarkan anak untuk menjaga kebersihan tubuh. Lebih dari itu, PHBS juga mengajak anak untuk memperhatikan kebersihan lingkungan, memilih makanan dan minuman yang sehat, aktif bergerak, serta menjaga kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesehatan.
Dengan demikian, anak dapat menjadikan PHBS sebagai bagian dari rutinitas, bukan sekadar pengetahuan yang mereka pelajari di sekolah.
Mengapa Anak Perlu Menerapkan PHBS?
Anak usia sekolah sering beraktivitas bersama teman dan menggunakan berbagai fasilitas secara bersama-sama. Selain itu, anak juga sering menyentuh benda di lingkungan sekitar, bermain, makan, dan melakukan berbagai kegiatan yang melibatkan tangan.
Dalam kondisi tersebut, tangan dapat membawa kotoran maupun mikroorganisme dari satu permukaan ke permukaan lainnya. Oleh sebab itu, anak perlu membiasakan diri menjaga kebersihan tangan dan tubuh.
WHO menempatkan kebersihan tangan sebagai salah satu langkah penting untuk membantu mengurangi penyebaran berbagai infeksi. Karena itu, anak perlu mengetahui cara menjaga kebersihan tangan sekaligus memahami waktu yang tepat untuk mencuci tangan.
Selain menjaga kebersihan diri, anak juga perlu menjaga lingkungan. Ketika anak membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan ruang belajar, mereka ikut menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat.
Mencuci Tangan dengan Sabun

Salah satu kebiasaan sederhana yang dapat anak lakukan setiap hari yaitu mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Kebiasaan ini membantu membersihkan kotoran dan mikroorganisme yang menempel pada tangan.
Anak sebaiknya mencuci tangan sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh sampah, setelah bermain, serta setelah batuk atau bersin. Selain itu, anak juga perlu mencuci tangan setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor.
Kemudian, anak perlu memperhatikan cara mencuci tangan. Anak perlu membasahi tangan, menggunakan sabun, lalu menggosok telapak tangan, punggung tangan, sela-sela jari, ibu jari, ujung jari, dan kuku. Setelah itu, anak perlu membilas tangan dengan air mengalir dan mengeringkannya.
WHO merekomendasikan anak mencuci tangan menggunakan sabun dan air selama sekitar 40–60 detik. Dengan mengikuti langkah tersebut, anak dapat membersihkan seluruh bagian tangan dengan lebih baik.
Karena itu, orang tua dan guru dapat membantu anak dengan menyediakan akses terhadap air bersih, sabun, serta tempat cuci tangan yang mudah dijangkau.
Menjaga Kebersihan Tubuh
Selain mencuci tangan, anak juga perlu menjaga kebersihan tubuh setiap hari. Anak dapat memulainya dengan mandi secara teratur, mengganti pakaian yang bersih, menjaga kebersihan rambut, dan memotong kuku secara berkala.
Kuku yang panjang dapat menampung kotoran ketika anak melakukan berbagai aktivitas. Oleh karena itu, anak perlu memotong kuku secara teratur dan membersihkan bagian bawah kuku ketika mencuci tangan.
Selanjutnya, anak juga perlu menjaga kebersihan gigi dan mulut. Anak dapat menyikat gigi secara rutin menggunakan pasta gigi berfluorida untuk membantu mencegah kerusakan gigi.
WHO menjelaskan bahwa penggunaan pasta gigi berfluorida membantu mencegah karies gigi. Dengan demikian, kebiasaan menyikat gigi dapat membantu anak mempertahankan kesehatan gigi dan mulut.
Jadi, kebersihan tubuh tidak hanya membuat anak merasa nyaman. Kebiasaan tersebut juga membantu anak menjaga kesehatan ketika menjalankan aktivitas sehari-hari.
Memilih Makanan dan Minuman yang Sehat

Setelah menjaga kebersihan diri, anak juga perlu memperhatikan makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Tubuh membutuhkan berbagai zat gizi untuk mendukung pertumbuhan, aktivitas fisik, dan proses belajar.
Karena itu, anak perlu mengonsumsi makanan yang beragam. Anak dapat mengisi makanan sehari-hari dengan makanan pokok, lauk-pauk sebagai sumber protein, sayuran, dan buah.
Selain itu, anak perlu membatasi makanan dan minuman yang mengandung banyak gula, garam, serta lemak. Anak juga dapat memilih air putih sebagai minuman utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh.
Kementerian Kesehatan RI melalui konsep Isi Piringku mendorong masyarakat untuk mengonsumsi makanan yang beragam dan seimbang. Konsep tersebut juga menekankan pentingnya aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan pemantauan berat badan secara teratur.
Dengan demikian, anak tidak perlu menghindari semua makanan kesukaannya. Sebaliknya, anak perlu belajar mengatur pilihan dan jumlah makanan agar pola makannya tetap seimbang.
Aktif Bergerak Setiap Hari
Menjaga kesehatan juga membutuhkan aktivitas fisik. Anak dapat bergerak melalui olahraga, bermain, berjalan kaki, bersepeda, maupun aktivitas fisik lainnya.
Selain membuat tubuh lebih aktif, aktivitas fisik juga membantu anak mempertahankan kebugaran. Bahkan, anak dapat menjadikan aktivitas bermain sebagai cara menyenangkan untuk memenuhi kebutuhan gerak setiap hari.
WHO merekomendasikan anak dan remaja berusia 5–17 tahun melakukan rata-rata setidaknya 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari. Aktivitas tersebut dapat mencakup permainan, olahraga, perjalanan aktif, maupun kegiatan fisik lainnya.
Oleh karena itu, orang tua dan guru dapat mendorong anak untuk mengurangi waktu duduk terlalu lama dan memberikan kesempatan kepada anak untuk aktif bergerak.
Dengan memilih aktivitas yang menyenangkan, anak akan lebih mudah menikmati kegiatan fisik. Pada akhirnya, kebiasaan aktif bergerak dapat menjadi bagian dari pola hidup anak.
Menjaga Kebersihan Lingkungan

Di samping menjaga kebersihan diri, anak juga perlu memperhatikan lingkungan tempat mereka beraktivitas. Lingkungan yang bersih membantu anak belajar dan bermain dengan lebih nyaman.
Anak dapat menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, anak dapat memilah sampah sesuai jenisnya apabila sekolah menyediakan fasilitas pemilahan sampah.
Kemudian, anak dapat ikut menjaga kebersihan kelas dengan merapikan meja, membersihkan area belajar, dan tidak meninggalkan sampah setelah makan atau beraktivitas.
Kebiasaan tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika anak melakukannya setiap hari, mereka ikut membangun budaya bersih di lingkungan sekolah.
Karena itu, sekolah dan keluarga perlu memberikan contoh yang konsisten. Ketika orang dewasa juga menjaga kebersihan lingkungan, anak akan lebih mudah mengikuti kebiasaan tersebut.
Menjadikan PHBS sebagai Kebiasaan Sehari-hari
PHBS akan memberikan manfaat yang lebih besar ketika anak menerapkannya secara konsisten. Pengetahuan tentang kesehatan saja belum cukup jika anak tidak mengubahnya menjadi kebiasaan.
Misalnya, anak tidak hanya perlu mengetahui manfaat mencuci tangan. Anak juga perlu mencuci tangan sebelum makan dan setelah melakukan aktivitas yang membuat tangan kotor.
Begitu pula dengan kebiasaan makan. Anak tidak hanya perlu mengetahui manfaat sayur dan buah, tetapi juga perlu memasukkannya ke dalam pilihan makanan sehari-hari.
Selain itu, anak perlu menggabungkan berbagai kebiasaan sehat tersebut. Anak dapat menjaga kebersihan tubuh, memilih makanan bergizi, aktif bergerak, mencuci tangan, serta menjaga lingkungan dalam satu rutinitas sehari-hari.
Dengan cara tersebut, anak dapat membangun pola hidup sehat secara bertahap.
Peran Keluarga dan Sekolah dalam Membentuk Kebiasaan Sehat
Anak membutuhkan dukungan dari lingkungan terdekat untuk mempertahankan kebiasaan sehat. Karena itu, keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membentuk perilaku tersebut.
Orang tua dapat memberikan contoh dengan mencuci tangan, memilih makanan sehat, menjaga kebersihan rumah, dan aktif bergerak bersama anak. Selanjutnya, guru dapat memperkuat kebiasaan tersebut melalui kegiatan belajar dan rutinitas di sekolah.
Selain memberikan contoh, orang dewasa juga dapat memberikan pengingat secara sederhana. Anak dapat memperoleh pujian ketika mereka menjalankan kebiasaan sehat secara konsisten.
Dengan demikian, anak tidak merasa bahwa PHBS hanya menjadi aturan yang harus mereka ikuti. Sebaliknya, anak dapat memahami alasan di balik setiap kebiasaan dan secara bertahap menjalankannya dengan kesadaran sendiri.
Mulai dari Langkah Sederhana
Menjaga kesehatan tidak selalu membutuhkan tindakan yang sulit. Anak dapat memulainya dari langkah sederhana yang mereka lakukan setiap hari.
Pertama, anak dapat mencuci tangan menggunakan sabun pada waktu yang tepat. Kemudian, anak dapat menjaga kebersihan tubuh dan gigi, memilih makanan yang beragam dan bergizi, serta minum air putih.
Selanjutnya, anak dapat aktif bergerak setiap hari dan menjaga kebersihan lingkungan. Anak juga dapat mengajak teman dan anggota keluarga untuk melakukan kebiasaan sehat bersama.
Ketika anak melakukan kebiasaan tersebut secara berulang, mereka dapat membangun pola hidup yang lebih sehat. Oleh karena itu, edukasi PHBS perlu mendorong anak untuk mengetahui, mencoba, membiasakan, dan mempertahankan perilaku sehat.
Pada akhirnya, PHBS bukan sekadar materi tentang kesehatan. PHBS menjadi kebiasaan sehari-hari yang dapat membantu anak menjaga kesehatan diri, menciptakan lingkungan yang lebih bersih, dan menjalani aktivitas dengan lebih nyaman.
Referensi
- World Health Organization. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Community Settings. WHO, 2025.
- World Health Organization. Oral Health. WHO.
- World Health Organization. Physical Activity. WHO.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Isi Piringku: Kebutuhan Gizi Harian Seimbang.
Author Profile

Latest entries
UncategorizedAgustus 29, 2026Mengenal Anemia dan Pentingnya Tablet Tambah Darah bagi Remaja
UncategorizedAgustus 29, 2026Mengenal Anemia dan Pentingnya Tablet Tambah Darah bagi Remaja
UncategorizedAgustus 29, 2026Kampanye Kawasan Tanpa Rokok di SMPN 1 Singaparna
UncategorizedAgustus 29, 2026Mewujudkan Sekolah Sehat melalui Kawasan Tanpa Rokok
