
Tasikmalaya, 11 Juli 2024 – Pada hari Kamis, 11 Juli 2024, sebuah acara penting diadakan di Desa Pagerageung, yaitu Posbindu Lansia dan Skrining Faktor Risiko PTM. Acara ini berlangsung di Posbindu Wiraseca, Desa Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya dan diselenggarakan oleh Puskesmas Pagerageung bekerja sama dengan Pemerintah Desa Pagerageung. Acara ini bertujuan untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dan melakukan skrining kesehatan untuk warga lanjut usia (lansia).
Acara ini diikuti oleh 40 peserta lansia yang sangat antusias mengikuti kegiatan. Kepala Puskesmas Pagerageung, H. Yoyo Suhartoyo, S.KM, M.K.M, bersama dengan pengelola layanan kesehatan lansia, Euis Ika Gartika, S.Kep, Ners, pengelola layanan kesehatan indra, Hj. Ai Rita Rahmah, S.Tr.Kes, dan pengelola layanan PTM, Riska Rismayanti, S.Kep, Ners, turut hadir sebagai narasumber dan tenaga medis dalam kegiatan ini.


Posbindu Lansia dan Skrining Faktor Risiko PTM ini dilaksanakan sesuai dengan PMK No. 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-20241. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan (Renstra Kemenkes) untuk periode 2020-2024 menggarisbawahi pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular (PTM) melalui deteksi dini dan peningkatan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, termasuk lansia menjadi langkah strategis untuk mendeteksi dini berbagai penyakit dan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kualitas hidup mereka.
Pada acara ini, berbagai materi kesehatan disampaikan oleh para narasumber. Kepala Puskesmas Pagerageung, H. Yoyo Suhartoyo, memberikan penyuluhan kesehatan yang komprehensif, membahas pentingnya deteksi dini PTM dan cara-cara menjaga kesehatan di usia lanjut. Euis Ika Gartika melakukan pemeriksaan kesehatan umum bagi para lansia, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan indeks massa tubuh. Pemeriksaan ini penting untuk mendeteksi tanda-tanda awal hipertensi dan obesitas, dua kondisi yang umum terjadi pada lansia dan dapat meningkatkan risiko PTM.
Selain itu, Hj. Ai Rita Rahmah mengadakan skrining katarak, yang sangat relevan bagi lansia mengingat peningkatan risiko gangguan penglihatan seiring bertambahnya usia. Riska Rismayanti melengkapi layanan dengan pemeriksaan laboratorium sederhana, termasuk cek gula darah, kolesterol, dan asam urat. Pemeriksaan ini memberikan gambaran penting mengenai kesehatan metabolik peserta dan membantu dalam perencanaan perawatan kesehatan jangka panjang.
Harapannya, acara seperti ini dapat terus diselenggarakan secara berkala untuk memastikan para lansia di Desa Pagerageung mendapatkan akses yang cukup terhadap layanan kesehatan. Dengan adanya pemeriksaan kesehatan yang rutin, diharapkan para lansia semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan mau datang ke posbindu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Antusiasme masyarakat dalam acara ini menunjukkan bahwa pemeriksaan kesehatan gratis, terutama yang melibatkan pemeriksaan laboratorium, sangat dibutuhkan dan dihargai.
- PMK no 13 tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2020 Tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024. Renstra Kemenkes (P2PTM) 2020-2024. ↩︎



