Cegah Stunting dengan Meningkatkan Kompetensi Kader Kesehatan Puskesmas Jatiwaras

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Stunting masih menjadi masalah serius yang dihadapi di Indonesia. Berdasarkan data survey status gizi nasional (SSGI) tahun 2022, prevalensi stunting di Indonesia diangka 21,6% dan target prevalensi stunting di tahun 2024 adalah sebesar 14%. Sehingga perlu upaya untuk menurunkan kasus stunting.

Provinsi Jawa Barat menjadi salah satu dari 12 Provinsi yang ditetepkan oleh Pemerintah Pusat dengan estimasi jumlah balita stunting tetinggi sebanyak 968.148 orang. Dalam rangka pelaksanaan program percepatan penurunan stunting, pemerintah Jawa Barat melakukan upaya melalui pendekatan multisektor mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan dan desa/kelurahan.

Pada hari Senin (01/07/2024) Puskesmas Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengadakan pelatihan kompetensi keterampilan kader kesehatan dalam program kerja pencegahan stunting. Pelatihan ini melibatkan Kader Kesehatan, Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan kader yang kompeten untuk cegah stunting pada bayi dan balita. Pelatihan ini dihadiri sebanyak 25 orang dan berlangsung selama 3 jam di Aula desa Kersagalih. Semua peserta sangat antusias mengikuti pelatihan yang diadakan oleh Puskesmas Jatiwaras hingga acara selesai.

Narasumber materi pelatihan diberikan oleh Ibu Wilia Rahma Novita, S.Tr.Gz (TPG) beliau menyampaikan bahwa upaya yang dapat dilakukan bersama untuk menyelesaikan masalah stunting dalam mendukung program kerja pemerintah di wilayah Kecamatan Jatiwaras adalah melakukan pemantauan pertumbuhan terhadap bayi dan balita dengan cara membentuk posyandu aktif yang terintegrasi dalam layanan kesehatan primer di berbagai wilayah Kecamatan Jatiwaras. Sehingga diperlukan keterampilan sebanyak 25 kompetensi keterampilan yang harus dimiliki kader kesehatan dalam memberikan layanan primer mulai dari terampil pengelolaan posyandu, terampil dalam layanan bayi dan balita, usia sekolah, usia remaja, usia dewasa, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.

Untuk menghindari kejenuhan peserta, panitia pelatihan melakukan kegiatan ice breaking yang bertujuan untuk mencipatakan kekompakan para kader. Selain itu,  adanya sesi sharing dan tanya jawab antara kader dengan narasumber menjadikan wadah informatif bagi semua peserta yang hadir.  Kegiatan ini, menciptakan suasana yang cair dan interaktif yang dapat menambah wawasan pengetahuan agar dapat menjalankan perannya dalam layanan kesehatan primer untuk pencegahan dan menurunkan kasus stunting

Pelatihan ini diharapkan tidak hanya mampu menambah wawasan pengetahuan namun juga mampu meningkatkan 25 kecakapan keterampilan kader kesehatan yang siap memberikan layanan kesehatan dan membentuk posyandu yang terintegrasi sebagai Layanan Kesehatan Primer di semua posyandu Wilayah Program kerja Puskesmas Kecamatan Jatiwaras. Dengan adanya pelatihan ini, kader kesehatan siap menurunkan kasus stunting sesuai program kerja dan mampu menciptakan generasi penerus yang sehat.

Referensi :

https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2657/mengenal-lebih-jauh-tentang%20stunting

https://aksi.bangda.kemendagri.go.id/emonev/assets/uploads/laporan_pro/laporan_pro_32_periode_5_1712197808.pdf

Yuk Share Postingan Ini:
Fifi Inggar N, S.K.M
Fifi Inggar N, S.K.M
Articles: 5

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *