Sedikitnya 177 peserta mengikuti uji kompetensi sarjana kesehatan masyarakat Indonesia di Gedung D Umitra, Sabtu (11/3/207) pukul 08.00–11.00 WIB. Acara yang diselenggarakan Komite Nasional Uji Kompentensi Sarjana Kesehatan Masyarakat Indonesia ini merupakan yang pertama diadakan di Provinsi Lampung.
Peserta ujian terdiri beberapa kampus yang ada di Lampung, seperti Stikes Umitra, dan Universitas Malhayati. Bahkan dari luar provinsi seperti Universitas Diponegoro, Universitas Ahmad Dahlan. Menurut Ketua Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Stikes Umitra, Abikusno Djamaluddin, sesuai dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas lulusan ilmu kesehatan masyarakat, perlu adanya uji kompetensi seperti halnya tenaga kesehatan yang lain.
Tak hanya uji kompetensi, SKM juga perlu memiliki surat tanda registrasi sebagai bukti profesi kesehatan masyarakat. “Kewajiban mengikuti uji kompetensi dan memiliki STR itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas SKM. Apalagi saat ini sarjana kesehatan masyarakat memiliki peran penting dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, utamanya pada tahap promotif dan preventif,” kata Abikusno Djamaludin.
SUMBER
Author Profile
- Editor Kesmas-ID
Latest entries
Pengabdian MasyarakatJuni 11, 2026SAPA GIGI LANSIA: Upaya Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Unsoed Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri dalam Perawatan Gigi dan Mulut
Event KesehatanJuni 5, 2026Nikotin di Persimpangan: Antara Ilusi Fiskal Negara dan Penyelamatan Masa Depan Generasi Muda Indonesia
KarierJuni 2, 2026Rekrutmen Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan Penugasan Khusus Kabupaten Kotawaringin Timur
Mahasiswa KesmasJuni 1, 2026Pemberdayaan Remaja Kampung Naga Tasikmalaya: Strategi Inovatif Kesehatan Lingkungan dan Perilaku Sehat


