
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) merupakan ujung tombak dalam penyediaan layanan kesehatan primer di Indonesia. Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, Puskesmas memiliki peran penting dalam mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Namun, dalam praktiknya, berbagai tantangan muncul terkait efektivitas layanan yang bersifat parsial dan terfragmentasi. Oleh karena itu, integrasi layanan primer menjadi solusi strategis untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang lebih holistik, efisien, dan berkelanjutan.

Penggunaan masker telah menjadi kebiasaan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama sejak pandemi COVID-19 melanda dunia. Masker berfungsi sebagai pelindung utama dari penyebaran virus dan bakteri melalui droplet. Namun, di tengah tingginya kesadaran akan pentingnya masker, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya menggunakan masker bekas. Kebiasaan ini tidak hanya mengurangi efektivitas masker, tetapi juga membahayakan kesehatan.

Kebiasaan begadang telah menjadi fenomena umum di kalangan remaja, terutama di era digital saat ini. Berbagai faktor seperti tugas sekolah, penggunaan media sosial, bermain game, atau menonton film sering kali membuat remaja tidur larut malam. Meskipun tampak sepele, kebiasaan begadang secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental, salah satunya adalah memicu depresi.

Pada Rabu, 4 Desember 2024, kegiatan rutin Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) kembali digelar oleh Tim Prolanis Puskesmas Cikalong. Acara ini berlangsung di lokasi yang unik, yakni di Pantai Cemara, Desa Mandalajaya, Kecamatan Cikalong. Dengan suasana pantai yang asri dan menyegarkan, kegiatan ini menjadi pengalaman istimewa bagi para peserta yang merupakan anggota Prolanis Cikalong.

Selasa, 10 Desember 2024, tim kesehatan jiwa Puskesmas Cikalong melaksanakan kunjungan rumah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Desa Cibeber, Kecamatan Cikalong. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kesehatan jiwa yang dipimpin oleh Dida Aditya, S.Kep., Ners, selaku pelaksana program kesehatan jiwa (Keswa) di Puskesmas Cikalong.

Hipertensi adalah saat seseorang memiliki tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg, pada pemeriksaan berulang. Tekanan darah diastolik adalah pengukuran utama yang menjadi dasar penentuan diagnosis hipertensi.

Diabetes melitus adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah, yang dapat merusak organ vital.

PHBS adalah upaya masyarakat untuk menerapkan dan menjalankan pola hidup bersih dan sehat guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Melalui penerapan PHBS, diharapkan dapat mencegah, mengurangi risiko munculnya, serta membatasi penyebaran penyakit. Selain itu, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan dan mengembangkan inisiatif kesehatan berbasis komunitas.

Pemerintah Desa (Pemdes) Cikalong menggelar acara Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Aula Desa Cikalong. Acara ini bertujuan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat agar menerapkan pola hidup bersih dan sehat, yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesehatan di Desa Cikalong.

Stunting merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian di Indonesia. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun. Untuk mengatasi masalah ini, konsep sederhana berupa Rumus Bebas Stunting ABCDE diperkenalkan sebagai panduan praktis bagi keluarga dan masyarakat.

Senin, 18 November 2024, Kecamatan Cikalong mengadakan kegiatan Mini Lokakarya (Minlok) Percepatan Penurunan Stunting. Acara ini bertujuan mempercepat upaya pencegahan dan penanganan stunting di wilayah tersebut.

Kesehatan ibu dan anak adalah fondasi utama bagi kesejahteraan keluarga dan masyakarat. Pemahaman yang baik tentang proses kehamilan, persalinan, dan pengasuhan anak sangat penting bagi setiap ibu. Untuk mendukung hal ini, Puskesmas Cikalong mengadakan Kelas Ibu Hamil dan Balita pada…