Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kesehatan Mental, Ketahui Pengelolaan dan Pencegahannya

Akhir-akhir ini isu kesehatan mental sedang ramai diperbincangkan, khususnya pada generasi muda. Hal ini terjadi karena banyak generasi muda yang mengalami gangguan kesehatan mental dan menyampaikan keluhannya di media sosial sehingga orang-orang yang melihatnya menjadi lebih mawas diri terhadap kesehatan mental. Gangguan kesehatan mental dapat terjadi pada siapa saja terutama pada orang yang tidak mudah beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Walaupun tidak mengakibatkan kematian, gangguan kesehatan mental dapat mengakibatkan penderitaan yang berkepanjangan, baik bagi penderita, keluarganya, serta orang-orang sekitarnya.

Apa Itu Gangguan Mental?

Gangguan mental atau penyakit mental adalah kondisi yang memengaruhi pemikiran, perasaan, suasana hati, dan perilaku seseorang. Hal ini dapat terjadi dalam waktu singkat maupun bersifat kronis (berlangsung lama). Gangguan mental dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk terhubung dengan orang lain dan melakukan perannya dalam kehidupan sehari-hari.

Tingkatkan Kepedulian Terhadap Kesehatan Mental, Ketahui Pengelolaan dan Pencegahannya

Jenis-Jenis Gangguan Mental

Menurut WHO, terdapat beberapa jenis gangguan mental, antara lain:

  • Depresi

Depresi ditandai dengan perubahan suasana hati yang tidak biasa. Selama mengalami depresi, seseorang akan mengalami suasana hati yang tertekan, seperti merasa sedih, mudah tersinggung, dan hampa atau bahkan kehilangan kesenangan atau minat dalam beraktivitas yang dapat berlangsung sepanjang hari, hampir setiap hari, atau bahkan sampai dua minggu lamanya.

Seseorang yang mengalami depresi dapat menunjukkan beberapa gejala, antara lain konsentrasi yang buruk, perasaan bersalah yang berlebihan, harga diri rendah, putus asa tentang masa depan, pikiran tentang kematian atau bunuh diri, pola tidur terganggu, perubahan nafsu makan, dan merasa sangat lebih atau kurang energi. Orang dengan depresi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk bunuh diri.

  • Skizofrenia

Skizofrenia ditandai dengan gangguan dalam persepsi dan perubahan perilaku. Seseorang yang mengalami skizofrenia dapat menunjukkan beberapa gejala, diantaranya delusi yang terjadi terus menerus, halusinasi, konsentrasi atau pikiran yang mudah teralihkan, perilaku yang tidak teratur, atau agitasi ekstrem. Agitasi merupakan kondisi seseorang yang ditandai dengan perasaan gelisah, mudah tersinggung, atau tertekan secara mental. Orang dengan skizofrenia kemungkinan besar akan mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi kognitif secara terus-menerus.

  • Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan ditandai dengan munculnya rasa takut dan khawatir yang berlebihan hingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Terdapat beberapa jenis gangguan kecemasan, seperti gangguan kecemasan umum yang ditandai dengan kekhawatiran yang berlebihan, gangguan panik yang ditandai dengan serangan panik, gangguan serangan sosial yang ditandai dengan rasa takut dan khawatir yang berlebihan terhadap situasi sosial, dan gangguan kecemasan perpisahan yang ditandai dengan rasa takut yang berlebihan terhadap perpisahan.

  • Gangguan bipolar

Seseorang dengan gangguan bipolar mengalami fase depresif bergantian dengan fase gejala manik. Selama fase depresif, mereka akan mengalami suasana hati yang tertekan, kehilangan minat dalam beraktivitas yang dapat berlangsung hampir sepanjang hari atau hampir setiap hari. Gejala manik dapat ditunjukkan dengan perasaan euforia, peningkatan energi, menjadi banyak bicara, pikiran yang tidak terkendali, peningkatan harga diri, pikiran atau konsentrasi yang mudah teralihkan, dan perilaku impulsif yang sembrono. Orang dengan bipolar memiliki risiko tinggi untuk bunuh diri.

  • Gangguan Stres Pascatrauma (PTSD)

PTSD dapat terjadi setelah seseorang mengalami peristiwa yang sangat mengancam atau mengerikan bagi mereka. PTSD ditandai dengan mengalami kembali peristiwa traumatis yang telah terjadi di masa lalu (ingatan yang mengganggu, kilas balik, atau mimpi buruk), penghindaran pikiran, ingatan, aktivitas, situasi, atau orang yang mengingatkan pada peristiwa traumatis. Gejala-gejala tersebut dapat bertahan setidaknya selama beberapa minggu.

Upaya yang Dilakukan oleh Kementerian dan Fasilitas Kesehatan terkait Kesehatan Mental

Upaya yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan Indonesia untuk mengatasi kejadian gangguan mental meliputi upaya preventif, promotif, kuratif, rehabilitatif. Upaya preventif dilakukan melalui deteksi dini kesehatan jiwa yang dapat dilakukan oleh Puskesmas, yaitu dengan mengadakan kegiatan Kunjungan Sahabat Jiwa yang bertujuan untuk melakukan validasi data ODGJ di wilayah kerjanya.

Selanjutnya upaya promotif yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan, dalam hal ini Puskesmas, adalah berkolaborasi dengan psikiater atau psikolog untuk memberikan penyuluhan mengenai kesehatan mental kepada masyarakat. Selain memberikan penyuluhan kepada masyarakat, upaya promotif mengenai kesehatan mental juga dapat berupa pemberian edukasi kepada keluarga pasien ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) terkait pengawasan minum obat pasien.

Upaya kuratif yang dapat dilakukan oleh fasilitas kesehatan yaitu dengan menyediakan pengobatan bagi pasien yang mengalami gangguan mental. Upaya ini dapat berupa pemberian obat-obatan yang telah diresepkan, psikoterapi bersama psikolog dan psikiater, dan perawatan dengan pengawasan yang ketat di rumah sakit. Upaya rehabilitatif bertujuan untuk mengembalikan penderita ke dalam perannya di masyarakat dan memfungsikan mereka menjadi anggota masyarakat yang berguna. Upaya rehabilitatif yang dapat dilakukan oleh psikolog dan fasilitas kesehatan antara lain Cognitive Behavioral Therapy (CBT), terapi seni, terapi interpersonal, dan terapi pernikahan dan keluarga

Upaya yang Dapat Dilakukan untuk Menjaga Kesehatan Mental

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan mental yaitu dengan menghargai diri sendiri. Ini dianggap sebagai aspek penting dari menjaga kesehatan mental karena menghargai diri sendiri sering kali dikaitkan dengan peningkatan kebahagiaan dan kepuasan hidup yang lebih besar.

Selain itu, penting juga untuk mengelola stres dengan cara berolahraga setiap hari, menyisihkan waktu untuk diri sendiri, menjaga pola makan, menjaga pola tidur, mengurangi konsumsi kafein, menghindari alkohol dan obat-obatan, serta selalu berpikiran positif.

Beberapa hal lain yang dapat dilakukan antara lain bersosialisasi dengan orang-orang terdekat, menjalin hubungan baik dengan orang sekitar, membantu orang yang kesulitan, serta mempelajari hal baru juga dapat menjadi upaya untuk menjaga kesehatan mental.

Meningkatkan Kepedulian terhadap Kesehatan Mental

Tidak sedikit kasus gangguan mental yang berujung dengan tindakan bunuh diri. Angka kasus bunuh diri di Indonesia terbilang cukup tinggi. Salah satu hal yang melatarbelakanginya adalah kesehatan mental yang terganggu. Orang-orang dengan gangguan mental sering kali menunjukkan beberapa perubahan yang signifikan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat maupun orang-orang terdekat untuk sadar dan peka terhadap perubahan yang terjadi pada orang-orang sekitar.

Tidak memilih mengabaikan dan tetap peduli terhadap orang lain menjadi langkah awal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kasus bunuh diri. Orang-orang dengan gangguan mental akan merasa aman berada di lingkungan sehat di sekitarnya. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental orang sekitar yaitu dengan menjadi pendengar yang baik, tidakmenghakimi, menunjukkan dukungan emosional dengan rasa empati, dan memberikan pendapat yang membangun.

Kesehatan mental sangat penting untuk dijaga sejak dini, mulai dari masa kanak-kanak, remaja, hingga dewasa. Ketika kesehatan mental terjaga, seseorang akan lebih mudah menangani stres, menjalin hubungan baik dengan orang sekitar, dan menentukan pilihannya hidupnya.

Artikel ini telah direview oleh:

Ari Sriyanti, S.KM.
Petugas Promkes UPTD Puskesmas Culamega Tasikmalaya

UPTD Culamega Tasikmalaya
Jl. Gubernur Sewaka No. 2, Desa Cintabodas, Kec. Culamega, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46188
0265758416

Yuk Share Postingan Ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *