Puskesmas Culamega Lalukan Pendampingan SSGI 2024

Puskesmas Culamega lakukan pendampingan SSGI di Dusun Cikondang, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, pada tanggal 9–10 Desember 2024. Pendampingan dilakukan oleh Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Culamega kepada Enumerator SSGI (Survei Status Gizi Indonesia).

Puskesmas Culamega lakukan pendampingan SSGI di Dusun Cikondang, Desa Bojongsari, Kecamatan Culamega Kabupaten Tasikmalaya, pada tanggal 9–10 Desember 2024. Pendampingan dilakukan oleh Tenaga Pelaksana Gizi (TPG) Puskesmas Culamega kepada Enumerator SSGI (Survei Status Gizi Indonesia).

SSGI bertujuan untuk mengetahui status gizi balita di Indonesia yang dilakukan melalui pengukuran prevalensi stunting, wasting, dan underweight pada balita; mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi status gizi balita; memantau perkembangan status gizi balita dari waktu ke waktu; dan menyusun kebijakan serta program-program intervensi gizi yang lebih efektif.

Menurut Permenkes No. 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, stunting, wasting, dan underweight memiliki kriteria sebagai berikut:

  • Stunting (pendek menurut umur)
    Status stunting diketahui melalui hasil pengukuran tinggi/panjang badan dibandingkan dengan umur balita (TB/U atau PB/U). Stunting menunjukkan indikasi masalah gizi kronis akibat kekurangan gizi maupun infeksi dalam jangka waktu yang lama.
  • Wasting (kurus menurut tinggi badan)
    Status wasting diketahui melalui hasil pengukuran berat badan dibandingkan dengan tinggi/panjang balita (BB/TB atau BB/PB). Wasting menunjukkan indikasi masalah gizi akut yang sensitif terhadap perubahan secara cepat seperti akibat wabah penyakit maupun kelaparan.
  • Underweight (berat badan kurang menurut umur)
    Status underweight diketahui melalui hasil pengukuran berat badan dibandingkan dengan umur balita (BB/U). Underweight menunjukkan indikasi masalah gizi secara umum.

Sebanyak 10 balita di wilayah Dusun Cikondang diukur tinggi dan berat badannya oleh enumerator SSGI untuk mengetahui status gizi balita. Selain pengukuran tinggi dan berat badan, juga dilakukan wawancara kepada ibu balita terkait status gizi balita. Pengukuran pada balita dan wawancara pada ibu balita dilaksanakan selama 20 menit.

Beberapa manfaat yang didapatkan dari dilaksanakannya SSGI antara lain terpantaunya perkembangan status gizi balita yang hasilnya dapat dijadikan sebagai landasan untuk pengambilan kebijakan kesehatan yang tepat oleh pemangku kebijakan. Sehingga akhirnya seluruh balita mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dengan dilaksanakannya SSGI, Puskesmas Culamega berharap kondisi status gizi balita di wilayah Kecamatan Culamega menjadi lebih baik dan prevalensi stunting dan wasting dapat menurun. Penulis juga berharap dengan dilaksanakannya SSGI, tidak ditemukan lagi balita yang mengalami masalah gizi, pemantauan dan pendampingan gizi pada balita oleh orang tua dan tenaga kesehatan dapat terus ditingkatkan, dan kesadaran orang tua terhadap pentingnya asupan gizi selama periode pertumbuhan balita dapat terus meningkat.


Artikel ini telah direview oleh:

Ari Sriyanti, S.KM.
Petugas Promkes UPTD Puskesmas Culamega Tasikmalaya

UPTD Puskesmas Culamega Tasikmalaya
Jl. Gubernur Sewaka No. 2, Desa Cintabodas, Kecamatan Culamega, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. 46188
02657584

Yuk Share Postingan Ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *