ToT Kader Posyandu Untuk Tingkatkan Cakupan Vaksinasi COVID-19 Lansia

Sebagai bentuk aktualisasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang Pengabdian Masyarakat, Tim Dosen Universitas Siliwangi menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) kepada Kader Posyandu Gelatik dan Posyandu Teratai, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya. Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 11 Agustus dan 18 Agustus 2021, sebagai bentuk optimalisasi peran Kader Posyandu dalam memobilisasi kelompok lansia (lanjut usia) di wilayah kerjanya untuk dapat berpartisipasi aktif dalam program vaksinasi COVID-19.

Kegiatan ToT dilakukan oleh Tim Dosen Universitas Siliwangi yaitu Sri Maywati, SKM, M.Kes. sebagai Ketua Tim, dan 3 orang Dosen Anggota yaitu Santiana, S.Si., M.Pd., Nissa Noor Annashr, SKM, MKM, dan Yuldan Faturrahman, SKM, MKes.

BACA JUGA:  Universitas Tadulako Resmi Miliki Fakultas Kesehatan Masyarakat

Pembekalan materi disampaikan oleh Nissa Noor Annashr, SKM, MKM meliputi materi mengenai gejala COVID-19, pencegahan COVID-19, definisi vaksin, manfaat vaksin, sasaran program vaksinasi, jenis-jenis vaksin dan efikasinya, kekebalan kelompok (herd immunity), kelompok orang yang tidak boleh divaksin, efek samping vaksin, perbandingan gambaran paru antara orang yang sudah divaksin dan belum divaksin ketika terinfeksi COVID-19.

Nissa Noor Annashr, Edukasi Covid dan Vaksinasi

Setelah diberikan materi menggunakan metode ceramah dan didukung tayangan visual melalui media power point, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan role play. Pada sesi role play, satu orang kader diminta untuk bermain peran dan mempraktikan bagaimana cara mengedukasi lansia supaya mau mengikuti program vaksinasi COVID-19.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa program vaksinasi telah dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sebagai bentuk upaya untuk memberikan perlindungan terhadap masyarakat Indonesia dari penularan COVID-19, mengingat belum ada obat yang definitif untuk COVID-19. Namun upaya tersebut tidak akan memberikan hasil optimal jika tidak didukung oleh tingginya partisipasi masyarakat.

Kelompok lansia menjadi prioritas dalam pemberian vaksin COVID-19. Menurut CDC (Centers for Disease Control and Prevention) hal ini dikarenakan lansia menjadi salah stau kelompok yang rentan terpapar COVID-19 dan memiliki risiko tinggi untuk mengalami keparahan dan kematian akibat infeksi COVID-19.

BACA JUGA:  Mahasiswa Promkes Ini Ajarkan PHBS Kepada 30 Siswa Madrasah

Akan tetapi, sayangnya cakupan vaksinasi lansia di Indonesia masih rendah. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagaimana hasil wawancara dengan kader yang menyatakan adanya ketakutan lansia akan efek samping yang ditimbulkan oleh vaksin, ditambah banyaknya berita yang beredar mengenai efek vaksin yang belum dapat dibuktikan kebenarannya, serta kurangnya dukungan dari keluarga.

role play kader kesehatan edukasi lansia

Melalui kegiatan ToT ini, para kader dibekali pengetahuan dan keterampilan berkomunikasi sehingga diharapkan kader dapat berperan aktif untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, baik kepada lansia maupun kepada keluarga lansia sehingga mereka dapat mendukung para lansia di keluarganya untuk mengikuti vaksinasi COVID-19.

Selain itu, diharapkan para kader mampu memobilisasi lansia untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 sehingga cakupan vaksinasi lansia akan semakin meningkat.

(Visited 40 times, 1 visits today)