Menjawab Misinformasi Vaksin Bersama Relatif Perspektif dan CISDI
Training for Trainer "Menjawab Misinformasi Vaksin" diinisiasi oleh Relatif Perspektif dan CISDI, bekerjasama dengan Kesmas.ID sebagai Media Partner, menghadirkan dr. Oke Dimas Asmara Sp.PD selaku narasumber, dan dipandu sama Kak Nadhiya Yona Ernany selaku Moderator.
Latest posts by Azri Mariatuz Zamraeni (see all)

Seneng banget pastinya, karena ini pengalaman aku pertama kali bisa gabung di Kesmas-ID dan langsung dapat tugas buat ngeliput acara webinar yang temanya gak main main, Training for Trainer “Menjawab Misinformasi Vaksin”. Acara ini diinisiasi oleh Relatif Perspektif dan CISDI, bekerjasama dengan Kesmas.ID sebagai Media Partner, menghadirkan dr. Oke Dimas Asmara Sp.PD selaku narasumber, dan dipandu sama Kak Nadhiya Yona Ernany selaku Moderator.

Misnformasi dan hoax tentang vaksin semakin banyak beredar di masyarakat. Tentu hal ini membuat masyarakat menjadi resisten untuk mau di vaksin karena merasa takut, tidak percaya pada tenaga kesehatan, dan berbagai alasan lain. Hal ini pastinya akan membuat capaian vaksinasi menjadi rendah dan tentu saja herd immunity yang kita harapkan menjadi sulit untuk segera terwujud.

Masyarakat Takut Vaksin Covid

Perbedaan Vaksinasi dan Imunisasi

Ya, dokter Oke di awal paparannya mengajak kita memahami dulu apa bedanya vaksinasi dan imunisasi.

  • Vaksinasi, suatu proses memasukkan vaksin kedalam tubuh seseorang.
  • Vaksin, suatu produk yang menstinulasi sistem imun untuk dapat memproduksi kekuatan yang spesifik terhadap suatu penyakit tertentu.
  • Imunisasi, suatu proses seseorang menjadi terlindungi terhadap suatu penyakit terhadap vaksin.
  • Imunitas, tercapainya keadaan yang terlindungi dari suatu penyakit tertentu.

Ada beberapa bentuk macam vaksin :

  1. Vaksin mati (Inactivated)
    – Sinovac
    – Sinopharm
  1. Vektor Adenovirus
    – J&J (Johnson & Johnson)
    – Az (AztraZeneca)
  1. mRNA
    – Moderna
    – Pfizer

mRNA Vaksin

Bagaimana vaksin bisa dibuat?

Ada beberapa tahapan untuk bisa menjadi sebuah vaksin.

Contoh pembuatan vaksin Covid-19

  • Preclinical stage ( 0 months )
  • Phase I ( dozens of volunteers ~ 6 months )
  • Phase ll ( hundreds of volunteers ~ 6 months )
  • Phase lll ( Thousands of volunteers ~ 0 months )
  • Approval, Manufacture, Vaccination ( Billions of doses/ individuals ~ 6 months )

Dokter Oke juga menjelaskan sedikit terkait Evidence Based Medicine. Dari Meta-Analyses sampai ke Background infosmation/ expore opinion.

Berbagai hal atau fikiran-fikiran yang menyebabkan masyarakat takut divaksin diantaranya :

  1. Mengandung zat kimia dan berbahaya
  2. Memilih kekebalan yang alami bukan buatan manusia.
  3. Bisa menyebabkan kelainan seperti : Alergi baru dan autis
  4. Suntik terus nanti juga akan turun efeknya.

Kontraindikasi vaksin

  • Riwayat Anafilaksis/alergi hebat pada dosis 1 atau diketahui ada 1 komposisi dalam vaksin yang menyebabkan alergi.
  • Penundaan : masih menderita penyakit akut/belum stabil (infeksi covid, TBC dll) ~> konsultasi ke dokter.
  • Imunodifisiensi primer.
  • Lansia >59 tahun = skor Rapuh, resistensi, aktifitas, penyakit, usaha berjalan, hilangnya BB.
BACA JUGA:  Dinkes DKI Diminta Cermat dalam Program Vaksinasi

KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi)

Dijelaskan juga terkait beberapa kejadian ikutan pasca imunisasi, diantaranya disebabkan karena:

  1. Terkait Produk vaksin
  2. Terkait Kecacatan kualitas
  3. Terkait kesalahan imunisasi
  4. Terkait ansietas imunusasi
  5. Dan koinsidensi

Beberapa kejadian yang dilaporkan seperti :

  1. Nyeri, bengkak dan kemerahan dibekas suntikan
  2. Demam
  3. Sakit kepala
  4. Lelah atau tidak enak badan
  5. Mengantuk
  6. Mual
  7. Lapar

KIPI Berat Vaksin COVID 19

KIPI berat pada vaksin covid-19 yang dilaporkan adalah :

  • Anafilaksis/Alergi berat ~> 2-5 orang per 1.000.000.
  • Gangguan pengentalan darah ~> 42 orang dari 32.000.000 yang diberikan J&J dan  2 kasus dari >300 juta yg diberikan mRNA.
  • Radang jantung (miokarditis dan perikarditis) 700-1000 kasus dari 300.000.000.

KIPI Vaksin Covid

Tips agar mereka bisa menerima vaksinasi

  1. Pilih perangmu secara bijaksana
  2. Buat komunikasi yang baik dan nyaman
  3. Pakai kata-kata yang mudah dipahami semua orang
  4. Pahami kebiasaan mereka
  5. Jangan terlalu fokus pada ilmiah, fokus pada pendekatan.
  6. Jangan membuat orang merasa bersalah dan merendahkan orang lain
  7. Gunakan humor/komedi
  8. Sabar 🙂

Kesimpulannya bahwasanya tujuan dari vaksin itu adalah mencegah timbulnya penyakit berat dan kematian akibat Covid-19. Dan pada masa pandemi ini adalah masa kelam dunia kesehatan di abad 21 dimana banyak tenaga-tenaga medis yang meninggal karna mereka menjadi garda terdepan di pandemi covid-19 ini.

Secara teoritis vaksin sinovac tingkat keamanannya sangat aman. Vaksin sinovac bisa mencegah covid berat hinggal lebih dari 90%. Dan sampai sekarang ada 8 vaksin yang sudah ada dan 183 calon vaksin diseluruh dunia yang mau dibuat.

Sesi Tanya Jawab

Menarik juga kalau diperhatikan di sesi tanya jawab selama acara peserta dengan Dokter Oke. Berikut ini hasil rangkuman kami :

Mbak Nessa : Dari berita banyak yang meninggal setelah vaksin, bagaimana ya dok pendapatnya?

Memang ada yang meninggal setelah vaksin tapi tidak jelas apakah itu penyebabnya akibat vaksin, bisa saja akibat penyakit lain. Keuntungannya harus dilihat daripada kerugiaannya. Menurut data setelah di vaksin kematian menurun, angka kematian menjadi 0,0019%.

Ibu Novita Sari : Bagaimana ya dok jika ingin vaksin namun hanya tersedia vaksin AZ sedangkan orang yang mau vaksin maunya Sinovac dikarenakan vaksin AZ mengandung babi?

Di dalam web MUI terdapat seluruh informasi termasuk dalam penggunaan vaksin AZ, MUI memberitahukan bahwa vaksin AZ dapat digunakan atau dihalalkan penggunaannya.

Vaksin Covid Halal MUI

Ibu Yuni Sukarni : Apa yang harus dilakukan para nakes jika terjadi KIPI setelah vaksinasi AZ?

Vaksinasi perlu ada syarat-syarat untuk melakukannya karena vaksin adalah benda asing yang dimasukkan ke dalam tubuh. Dan yang menyelenggarakan vaksinasi harus memenuhi persayaratan juga yaitu menyediakan alat alat jika terjadi KIPI. Yang terpenting adalah setelah divaksin tidak boleh langsung pergi dari tempat vaksin, bisa meninggalkan tempat kira kira setelah kurang lebih 15 menit.  Nakes juga melakukan observasi setelah melakukan vaksinasi. Seperti menghubungi nakes jika terjadi gejala gejala yang tidak baik.

Apa saja perbedaan vaksin terutama vaksin mati dan vaksin hidup? Apakah Sinovac bisa pergi ke luar negeri? Apakah boleh dok jika vaksin dicampur campur?

Vaksin seperti handphone, beda jenis beda pencipta juga namun sama kegunaannya. Perbedaannya : sumber daya manusia, fasilitas, efikasi dan efektivitas. Apapun yang ada dipakai terlebih dahulu. Manapun yang ada yang paling dekat gunakanlah. Tidak masalah karena efeknya bagus, namun ini masih terbatas. Karena imunitas orang akan turun pada masanya, dan perlu moodboster untuk menaikkannya dengan penambahan dosis vaksin. Seperti pada halnya nakes yang sudah 2 kali vaksin Sinovac dan sekarang  disuntik vaksin Moderna.

Dalam acara ini juga disampaikan contoh kasus yang sering kita jumpai di masyarakat.

BACA JUGA:  Sosialisasi Vaksinasi Petugas Pelayanan Publik Kecamatan Karangreja

Kasus Pertama : Apakah ibu hamil boelh vaksin?

Menurut ikatan dokter kandungan, bidan bahwa ibu hamil boleh vaksin pada setelah trimester kedua dengan jenis vaksin pvizer, sinovac, dan moderna.

Kasus Kedua : Pak D mengidap penyakit jantung koroner, diabetes apakah boleh divaksin?

Menurut dokter penyakit dalam : boleh vaksin jika kondisi dalam stabil, lakukan konsultasi dengan dokter penyakit dalam dan incorrect, berikan semangat. Tidak ada keluhan boleh vaksin.

Nah demikian sedikit catatan saya terkait event yang saya ikuti bersama rekan tugas saya. Senang sekali bisa menjadi bagian tim Kesmas-ID dan tentunya pengalaman yang menarik, luar biasa bisa belajar dan berjejaring dengan banyak orang dengan energi yang positif. Terimakasih.

Tim Liputan Surga (STIKes Surya Global Yogyakarta)

  1. Azri Mariatuz Zamraeni
  2. Asma Fairuz Zahra’
  3. Baiq Riska Rahma Eprily
(Visited 102 times, 1 visits today)