Menjadi mahasiswa sering kali identik dengan jadwal kuliah yang padat, tugas menumpuk, begadang, hingga pola makan yang tidak teratur. Tanpa disadari, kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi sejak usia muda.

Banyak orang mengira hipertensi hanya dialami oleh orang lanjut usia. Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup yang kurang sehat membuat semakin banyak mahasiswa mengalami tekanan darah di atas normal.

Kabar baiknya, tekanan darah dapat dijaga tetap normal melalui perubahan gaya hidup sederhana yang bisa diterapkan setiap hari. Berikut delapan langkah yang bisa mulai kamu lakukan.


1. Kurangi Konsumsi Makanan Tinggi Garam

Mahasiswa sering mengandalkan makanan cepat saji, mie instan, gorengan, atau camilan kemasan karena praktis dan murah. Sayangnya, makanan tersebut umumnya mengandung natrium yang cukup tinggi.

Konsumsi garam berlebihan membuat tubuh menahan lebih banyak cairan sehingga tekanan darah meningkat.

Tips praktis:

  • Batasi makanan instan.
  • Kurangi penggunaan penyedap rasa.
  • Pilih makanan yang direbus, dikukus, atau dipanggang.
  • Perbanyak makanan segar.

2. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Buah dan sayur mengandung kalium, serat, magnesium, serta antioksidan yang membantu menjaga kesehatan pembuluh darah.

Beberapa pilihan yang mudah ditemukan antara lain:

  • Pisang
  • Jeruk
  • Pepaya
  • Bayam
  • Brokoli
  • Wortel
  • Tomat

Usahakan mengonsumsi minimal lima porsi buah dan sayur setiap hari.


3. Tetap Aktif Bergerak

Tidak harus menjadi atlet untuk memiliki tekanan darah normal.

Aktivitas fisik ringan selama 30 menit setiap hari sudah memberikan manfaat besar.

Contohnya:

  • Jalan kaki menuju kampus
  • Bersepeda
  • Jogging
  • Naik turun tangga
  • Senam
  • Bermain olahraga bersama teman

Olahraga membantu jantung bekerja lebih efisien sehingga tekanan darah lebih stabil.


4. Tidur yang Cukup

Begadang mengerjakan tugas memang sering terjadi saat kuliah. Namun jika menjadi kebiasaan, risiko hipertensi ikut meningkat.

Idealnya mahasiswa tidur selama 7–9 jam setiap malam.

Agar kualitas tidur lebih baik:

  • Hindari bermain ponsel sebelum tidur.
  • Kurangi konsumsi kopi pada malam hari.
  • Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.

5. Kelola Stres dengan Baik

Tugas kuliah, organisasi, praktikum, hingga skripsi dapat memicu stres berkepanjangan.

Saat stres, tubuh akan menghasilkan hormon yang menyebabkan tekanan darah meningkat sementara. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan jantung.

Cara sederhana mengelola stres:

  • Mendengarkan musik.
  • Beribadah.
  • Meditasi atau latihan pernapasan.
  • Berolahraga.
  • Curhat kepada teman atau keluarga.
  • Melakukan hobi.

6. Batasi Minuman Berkafein dan Minuman Manis

Kopi memang membantu mengurangi rasa kantuk ketika mengerjakan tugas. Namun konsumsi berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah pada sebagian orang.

Begitu pula minuman manis yang tinggi gula dapat meningkatkan risiko obesitas, yang merupakan salah satu faktor risiko hipertensi.

Pilih alternatif yang lebih sehat seperti:

  • Air putih
  • Infused water
  • Susu rendah lemak
  • Teh tanpa gula

7. Hindari Rokok dan Alkohol

Merokok menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga tekanan darah meningkat.

Sementara konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan risiko hipertensi serta penyakit jantung.

Menghindari kedua kebiasaan tersebut merupakan investasi kesehatan jangka panjang.


8. Rutin Periksa Tekanan Darah

Banyak penderita hipertensi tidak menyadari kondisinya karena sering kali tidak menimbulkan gejala.

Karena itu, mahasiswa juga perlu melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Pemeriksaan dapat dilakukan di:

  • Puskesmas
  • Klinik kampus
  • Rumah sakit
  • Posbindu PTM
  • Apotek yang menyediakan layanan cek tekanan darah

Semakin dini tekanan darah diketahui, semakin mudah dilakukan pencegahan maupun penanganan.


Tanda Tekanan Darah Perlu Diwaspadai

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:

  • Sakit kepala berulang
  • Mudah lelah
  • Pusing
  • Penglihatan kabur
  • Mimisan berulang
  • Nyeri dada
  • Sesak napas

Namun perlu diingat, banyak penderita hipertensi tidak mengalami gejala apa pun. Oleh karena itu, pemeriksaan rutin tetap penting.


Kenapa Mahasiswa Harus Peduli?

Hipertensi pada usia muda dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit di masa depan, seperti:

  • Penyakit jantung
  • Stroke
  • Gagal ginjal
  • Gangguan pembuluh darah
  • Penurunan kualitas hidup

Menjaga tekanan darah sejak kuliah berarti berinvestasi untuk kesehatan di masa depan.


Kesimpulan

Menjaga tekanan darah tetap normal selama kuliah bukanlah hal yang sulit. Langkah sederhana seperti mengurangi garam, memperbanyak buah dan sayur, rutin berolahraga, tidur cukup, mengelola stres, membatasi kafein, menghindari rokok, serta rutin memeriksa tekanan darah dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan.

Mulailah dari perubahan kecil hari ini. Kebiasaan sehat yang dilakukan secara konsisten akan membantu menjaga tubuh tetap bugar, mendukung prestasi akademik, dan mengurangi risiko hipertensi di kemudian hari.

Author Profile

Rafie Nur Sidiq
Yuk Share Postingan Ini:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *