Musim hujan sering kali membawa tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama ketika curah hujan tinggi menyebabkan banjir di berbagai wilayah. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, banjir juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Air banjir yang tercemar, sanitasi yang buruk, hingga keterbatasan akses terhadap makanan dan air bersih menjadi faktor yang dapat memicu munculnya penyakit.
Tidak sedikit orang yang menganggap banjir hanya sebagai bencana lingkungan, padahal dampaknya terhadap kesehatan dapat berlangsung dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengetahui cara menjaga kesehatan selama banjir agar tetap produktif dan terhindar dari berbagai penyakit yang mengintai.
Mengapa Banjir Berisiko bagi Kesehatan?
Saat banjir terjadi, air yang menggenang biasanya bercampur dengan berbagai jenis kotoran, limbah rumah tangga, bakteri, virus, hingga bahan kimia berbahaya. Kondisi ini membuat lingkungan menjadi tempat yang ideal bagi penyebaran penyakit.
Beberapa penyakit yang sering muncul setelah banjir antara lain diare, leptospirosis, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), penyakit kulit, demam berdarah, hingga penyakit yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Selain itu, kondisi cuaca yang dingin dan lembap juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih mudah sakit.
Karena itu, menjaga kesehatan selama banjir bukan hanya tentang menghindari genangan air, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, air bersih, dan kebersihan lingkungan tetap terjaga.
1. Menghindari Kontak Langsung dengan Air Banjir
Salah satu langkah paling penting untuk menjaga kesehatan saat banjir adalah mengurangi kontak langsung dengan air banjir. Air banjir sering kali mengandung bakteri, virus, parasit, dan zat berbahaya yang dapat menyebabkan infeksi.
Jika terpaksa harus melewati genangan air, gunakan sepatu bot karet dan sarung tangan pelindung. Setelah beraktivitas, segera cuci tangan, kaki, atau bagian tubuh yang terkena air banjir menggunakan sabun dan air bersih.
Apabila terdapat luka terbuka pada kulit, usahakan untuk menutupnya dengan perban tahan air sebelum beraktivitas. Luka yang terkena air banjir berisiko mengalami infeksi yang dapat memperburuk kondisi kesehatan.
2. Memastikan Kualitas Air Bersih dan Aman
Ketersediaan air bersih sering menjadi masalah utama saat banjir. Padahal, air yang terkontaminasi dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti diare dan muntaber.
Pastikan air yang digunakan untuk minum, memasak, dan mencuci peralatan makan berasal dari sumber yang aman. Untuk memastikan kualitas air, maka sebaiknya air direbus terlebih dahulu hingga mendidih selama beberapa menit sebelum dikonsumsi.
Selain itu, simpan air bersih dan air minum dalam wadah tertutup untuk mencegah kontaminasi. Membiasakan diri mengonsumsi air yang aman merupakan langkah sederhana tetapi sangat penting dalam menjaga kesehatan selama banjir.
3. Menjaga Kebersihan Diri
Kebersihan diri merupakan kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit saat banjir. Tangan yang kotor dapat menjadi media perpindahan berbagai kuman ke dalam tubuh melalui makanan atau sentuhan pada wajah.
Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum makan, setelah menggunakan toilet, setelah membersihkan lingkungan, dan setelah kontak dengan air banjir. Jika air bersih terbatas, gunakan hand sanitizer sebagai alternatif sementara.
Selain itu, mandi secara teratur dan mengganti pakaian yang basah atau kotor dengan pakaian bersih dan kering dapat membantu mencegah iritasi kulit.
4. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Saat kondisi banjir, menjaga asupan nutrisi menjadi hal yang sangat penting untuk mempertahankan daya tahan tubuh. Tubuh yang memiliki sistem imun kuat akan lebih mampu melawan penyakit.
Perbanyak konsumsi makanan yang mengandung protein, vitamin, dan mineral seperti ikan, telur, daging tanpa lemak, sayuran hijau, buah-buahan, serta kacang-kacangan. Hindari mengonsumsi makanan yang sudah tercemar atau makanan yang penyimpanannya tidak higienis.
5. Waspadai Penyakit Leptospirosis
Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang sering meningkat setelah banjir. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang dapat ditemukan dalam urine tikus dan mencemari air banjir. Penyakit Leptospirosis merupakan salah satu penyakit yang ditularkan melalui kencing tikus berupa bakteri yang masuk melalui kulit yang lecet atau selaput lendir pada saat kontak dengan banjir atau genangan air sungai hingga selokan dan lumpur.
Gejala leptospirosis meliputi demam mendadak, lemah, mata merah, kekuningan pada kulit, sakit kepala, nyeri otot betis. mual. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi serius pada ginjal dan organ lainnya.
Untuk pencegahan risiko terkena leptospirosis, hindari berjalan tanpa alas kaki di area banjir, gunakan perlindungan yang memadai, mencuci tangan dan kaki dengan sabun setelah beraktivitas, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala setelah terpapar air banjir.
6. Cegah Penyakit Kulit dan Infeksi
Lingkungan yang lembap selama banjir dapat meningkatkan risiko penyakit kulit seperti gatal-gatal, infeksi jamur, dan dermatitis. Paparan air kotor dalam waktu lama juga dapat menyebabkan iritasi kulit.
Pastikan tubuh selalu dalam keadaan bersih dan kering. Setelah terkena air banjir, segera mandi menggunakan sabun dan keringkan tubuh dengan handuk bersih. Jangan biarkan pakaian basah menempel terlalu lama pada kulit karena dapat memperparah risiko infeksi.
Jika muncul ruam, luka, atau tanda infeksi lainnya, segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
7. Lindungi Diri dari Gigitan Nyamuk
Genangan air yang tersisa setelah banjir menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, termasuk nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).
Lakukan langkah pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang dapat menampung air. Gunakan lotion antinyamuk, pakaian berlengan panjang, atau kelambu saat tidur untuk mengurangi risiko gigitan nyamuk.
Upaya pencegahan ini penting dilakukan karena kasus DBD sering meningkat setelah musim hujan dan banjir.
8. Jaga Kesehatan Mental Selama Banjir
Dampak banjir tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga mental dan emosional. Kehilangan barang, gangguan aktivitas, hingga ketidakpastian kondisi lingkungan dapat menimbulkan stres dan kecemasan.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan mental dengan tetap berkomunikasi dengan keluarga, saling memberikan dukungan, dan fokus pada hal-hal yang dapat dikendalikan untuk penanggulangan banjir. Jika merasa stres berlebihan atau mengalami gangguan psikologis yang berkepanjangan, jangan ragu mencari bantuan profesional.
Kesehatan mental yang baik akan membantu seseorang mengambil keputusan yang lebih tepat dan menjaga kondisi fisik tetap optimal selama masa bencana.
Tetap Waspada, Tetap Sehat
Banjir memang tidak selalu dapat dihindari, tetapi dampak terhadap kesehatan dapat diminimalisir melalui langkah-langkah pencegahan yang tepat. Menghindari kontak dengan air banjir, menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, memastikan ketersediaan air bersih, serta mewaspadai berbagai penyakit pascabanjir merupakan cara efektif untuk melindungi diri dan keluarga. Dengan menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, masyarakat dapat menghadapi kondisi banjir dengan lebih aman dan tetap sehat. Ingat, menjaga kesehatan selama banjir bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan tangguh menghadapi bencana.
Sumber:
- Alodokter. (2026). Cara Menjaga Kesehatan Anda dan Keluarga Selama Banjir. https://www.alodokter.com/cara-menjaga-kesehatan-anda-dan-keluarga-selama-banjir
- Ciputra Hospital. (2026). 8 Panduan Cara Menjaga Kesehatan Saat Banjir. https://ciputrahospital.com/cara-menjaga-kesehatan-saat-banjir/
- Halodoc. (2023). Musim Hujan dan Banjir, Ini 6 Tips Menjaga Badan Tetap Sehat. https://www.halodoc.com/artikel/musim-hujan-dan-banjir-ini-6-tips-menjaga-badan-tetap-sehat
- Kesmas-ID. (2025). 5 Tips Sehat Berpuasa di saat Hujan dan Banjir. https://kesmas-id.com/puasa-saat-banjir/
- Kementerian Kesehatan. Mengenal Gejala dan Pencegahan Leptospirosis. https://upk.kemkes.go.id/new/mengenal-gejala-dan-pencegahan-leptospirosis
Author Profile
Latest entries
Edukasi KesehatanJuni 27, 20268 Tips Tetap Sehat di Saat Banjir
Edukasi KesehatanMaret 5, 20257 Tips Mengelola Stres dan Kesehatan Mental selama Ramadan
Edukasi KesehatanMaret 5, 2025Mitos atau Fakta, Puasa Bisa Membantu Mengatasi Jerawat?
Edukasi KesehatanMaret 5, 20256 Mitos Puasa bagi Kesehatan Tubuh



