Penyakit kronis merupakan kondisi kesehatan yang berlangsung dalam jangka panjang dan membutuhkan pengelolaan secara berkelanjutan. Istilah penyakit kronis sering digunakan untuk berbagai penyakit tidak menular (PTM), seperti penyakit jantung, stroke, kanker, diabetes, serta penyakit pernapasan kronis.
Lalu, apa sebab seseorang terkena penyakit kronis? Tidak ada satu penyebab yang berlaku untuk semua penyakit. Menurut World Health Organization (WHO), penyakit tidak menular dapat terjadi akibat kombinasi faktor genetik, fisiologis, lingkungan, dan perilaku. Namun, terdapat sejumlah faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami penyakit kronis.
1. Kebiasaan Merokok
Penggunaan tembakau merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular. Paparan asap rokok, termasuk asap rokok dari orang lain, dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.
WHO memasukkan penggunaan tembakau sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular. Karena itu, kebiasaan merokok bukan hanya berkaitan dengan kesehatan paru-paru, tetapi juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan berbagai jenis kanker.
2. Pola Makan Tidak Sehat
Pola makan merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan risiko penyakit kronis. Konsumsi makanan dengan kandungan garam, gula, dan lemak yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap berbagai faktor risiko metabolik.
Pola makan yang tidak sehat dan kurang aktivitas fisik dapat berhubungan dengan peningkatan tekanan darah, kadar gula darah, kadar lemak dalam darah, serta kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi-kondisi tersebut kemudian dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
Karena itu, menjaga pola makan yang beragam dan seimbang merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang.
3. Kurang Aktivitas Fisik
Kurangnya aktivitas fisik juga termasuk faktor risiko penyakit tidak menular. Kebiasaan terlalu banyak duduk dan jarang bergerak dapat berkontribusi terhadap kelebihan berat badan serta faktor risiko metabolik lainnya.
Aktivitas fisik secara teratur merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu menjaga kesehatan. Jenis dan intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan kemampuan masing-masing orang.
4. Konsumsi Alkohol yang Berbahaya
WHO memasukkan penggunaan alkohol yang berbahaya sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit tidak menular. Penggunaan alkohol yang berbahaya berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit jantung, kanker, dan penyakit hati.
Oleh karena itu, menghindari penggunaan alkohol atau mengurangi risiko yang berkaitan dengan penggunaannya merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan.
5. Paparan Polusi Udara
Faktor lingkungan juga dapat berperan dalam munculnya penyakit kronis. Salah satunya adalah polusi udara, baik dari lingkungan luar maupun dalam ruangan.
WHO menyebutkan bahwa polusi udara merupakan faktor risiko penyakit tidak menular dan berkaitan dengan penyakit seperti stroke, penyakit jantung iskemik, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), dan kanker paru.
Karena itu, kualitas udara di lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja juga perlu diperhatikan sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan.

6. Tekanan Darah Tinggi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi termasuk faktor risiko metabolik penting pada penyakit tidak menular. WHO menyebutkan bahwa faktor perilaku seperti pola makan tidak sehat dan kurang aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap peningkatan tekanan darah.
Hipertensi juga sering tidak menimbulkan gejala yang jelas. Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkala penting untuk mengetahui kondisi kesehatan.
7. Kelebihan Berat Badan atau Obesitas
Kelebihan berat badan dan obesitas termasuk faktor risiko metabolik yang berkaitan dengan penyakit tidak menular. Kondisi ini dapat berkaitan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit kronis.
Berat badan seseorang dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk pola makan, aktivitas fisik, faktor biologis, lingkungan, serta kondisi sosial. Karena itu, pembahasan mengenai berat badan sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu kebiasaan saja.
8. Gula Darah dan Kolesterol yang Tinggi
Peningkatan kadar gula darah dan kadar lemak darah termasuk faktor risiko metabolik yang dapat meningkatkan risiko penyakit tidak menular.
Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang berkaitan dengan kadar gula darah yang tinggi. Sementara itu, kadar kolesterol atau lemak darah yang tidak normal dapat menjadi salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskular.
Pemeriksaan kesehatan dapat membantu seseorang mengetahui apakah terdapat faktor risiko yang perlu mendapatkan perhatian.
9. Faktor Genetik, Usia, dan Lingkungan
Tidak semua penyebab atau faktor risiko penyakit kronis dapat dikendalikan oleh seseorang. Faktor genetik, usia, kondisi fisiologis, serta lingkungan juga dapat memengaruhi risiko penyakit.
Artinya, seseorang yang sudah menjalani pola hidup sehat tetap dapat mengalami penyakit kronis. Sebaliknya, memiliki faktor risiko tidak selalu berarti seseorang pasti akan mengalami penyakit tertentu.
WHO menegaskan bahwa penyakit tidak menular merupakan hasil interaksi berbagai faktor, bukan semata-mata akibat pilihan individu. Lingkungan sosial, ekonomi, dan fisik juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk menjalani pola hidup sehat.
Mengapa Pemeriksaan Kesehatan Penting?
Karena beberapa faktor risiko dapat tidak menimbulkan keluhan yang jelas, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi penting. Pemeriksaan dapat membantu mengetahui kondisi seperti tekanan darah tinggi, peningkatan gula darah, atau faktor risiko lainnya sehingga dapat ditindaklanjuti sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pencegahan penyakit kronis tidak hanya dilakukan setelah seseorang sakit. Mengurangi faktor risiko dan melakukan deteksi dini merupakan bagian penting dari upaya pencegahan serta pengendalian penyakit tidak menular.

Referensi :
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/noncommunicable-diseases
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/2501/mengenal-penyakit-tidak-menular
https://www.cdc.gov/chronic-disease/about/index.html
https://www.allianz.co.id/explore/6-penyebab-penyakit-kronis-dan-cara-mengobatinya.html
Artikel ini telah direview oleh :
Sri Nurjanah, S.K.M.
Staf Promkes Puskesmas Rajapolah
Puskesmas Rajapolah
Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155
Telp. (0265) 42000
Author Profile

-
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Latest entries
Artikel IlmiahSeptember 5, 2026CERDIK: Langkah Sederhana Mencegah Penyakit Tidak Menular
Artikel IlmiahSeptember 5, 20269 Penyebab Penyakit Kronis, Risiko Sejak Dini
Berita KesehatanAgustus 22, 2026Pelayanan Penyakit Kronis: Pentingnya Pemeriksaan Rutin untuk Menjaga Kesehatan
Berita KesehatanAgustus 22, 2026Puskesmas Rajapolah Gelar Pelayanan Penyakit Kronis di Desa Manggungjaya, Peserta Prolanis Antusias


