Pada Selasa, 16 July 2024, Telah diselenggarakan kegiatan “Kampanye dan Promosi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal” yang diselenggarakan oleh Kaur Pelayanan Desa Singasari di aula Desa Singasari mulai dari pukul 09.00 – 12.00 WIB. Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota PKK baik dari Desa, RT, RW serta dihadari juga oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kepala Desa, Kepala Puskesmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembukaan, sambutan yang disampaikan oleh perwakilan BPD, Kepala desa dan Kepala Puskesmas. Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi mengenai publikasi data stunting di Desa Singasari dan cara persiapan PMT Lokal yang disampaikan oleh Koordinator Pelaksana Program Gizi Puskesmas Tinewati yaitu Sofi Zakiyah, S.Gz. sebagai narasumber. Pemberian makanan tambahan pada balita terutama balita yang sudah kekurangan gizi sangat penting dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi makronutrient dan mikronutrient pada balita sehingga dapat meningkatkan status gizi optimal dan dapat menghindari terjadinya stunting.

Berdasarkan Pedoman Petunjuk Teknis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbahan Pangan Lokal yang dibuat oleh Kemenkes tahun 2023, terdapat 5 prinsip PMT pada balita diantaranya : 1) PMT yang diberikan dapat berupa makanan lengkap siap santap atau kudapan yang kaya akan sumber protein terutama dari sumber hewani dan memperhatikan gizi seimbang, 2) PMT yang diberikan bersifat tambahan dan bukan menjadi pengganti makanan utama, 3) PMT diberikan setiap hari dengan setidaknya 1 kali pemberian makanan lengkap dalam seminggu dan sisanya berupa kudapan, 4) PMT pada balita gizi kurang diberikan selama 4 -8 minggu dan pada balita dengan berat badan kurang atau berat badan tidak naik, diberikan PMT selama 2-4 minggu, 5) Bagi Baduta, PMT diberikan sesuai dengan prinsip Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA) dan tetap melanjutkan pemberian Air Susu Ibu (ASI ).

Tentu saja kegiatan yang diadakan sangat menarik antusiasme dari tim Penggerak PKK Singasari, karena materi yang diberikan sangat bermanfaat dan memberikan pemahaman baru mengenai cara persiapan PMT yang tepat sesuai dengan umur, pemilihan bahan, cara pengolahan, kesesuaian zat gizi serta keamanan pangan. Selanjutnya, setelah pemaparan materi kegiatan dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab serta ditutup dengan do’a bersama.
Dengan serangkaian kegiatan yang berdurasi kurang lebih 3 jam tersebut, diharapkan Tim Penggerak PKK Desa Singasari terpapar pengetahuan mengenai stunting, penyebab, pencegahan dan penanggulangan serta dapat selalu aktif terlibat dalam pencegahan stunting.
Referensi :
https://ayosehat.kemkes.go.id/juknis-pemberian-makanan-tambahan-pmt-berbahan-pangan-lokal-untuk-balita-dan-ibu-hamil
Author Profile
Latest entries
PuskesmasAgustus 22, 2024Upayakan Kesehatan Lingkungan, Warga Kp. Cisaro Lakukan Fogging Untuk Cegah DBD
PuskesmasAgustus 8, 2024Atasi Penyakit Tidak Menular Masa Kini dengan PHBS
PuskesmasAgustus 2, 2024Tak Perlu Panik, Begini Pencegahan dan Pengobatan Demam Berdarah pada Anak!
PuskesmasJuli 22, 2024Sinergitas Lintas Sektor Untuk Wujudkan Indonesia Emas Bebas Stunting


