(13/07/2024), dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun ke-39 Saka Bakti Husada (SBH), Puskesmas Cibalong mengambil langkah proaktif dengan mengoptimalisasi peran kader dalam upaya mencegah stunting. Kegiatan ini diadakan di SMK Plus Nurul Ilmi, Kecamatan Cibalong yang dihadiri oleh 19 kader Saka Bakti Husada. Tujuan dari kegiatan adalah memberikan pemahaman yang mendalam kepada kader Saka Bakti Husada mengenai pencegahan stunting, termasuk apa saja faktor-faktor yang menyebabkan stunting.
Apa arti Stunting?
Stunting, yang sering kali terjadi karena kurangnya asupan gizi pada masa pertumbuhan awal anak, merupakan masalah serius yang dapat memengaruhi pertumbuhan fisik, terutama pada anak berusia di bawah 5 tahun. Gejala stunting yang umum terlihat pada anak, yaitu pertumbuhan tinggi badan yang lebih lambat dibandingkan anak-anak seusianya.
Dalam menghadapi tantangan stunting, Puskesmas Cibalong memulai langkah dengan menggelar gerakan cegah stunting dimana kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi. Kegiatan ini diinisiasi sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengedukasi generasi muda tentang pentingnya gizi seimbang dan pencegahan stunting.
Gina Marliyana, S.KM sebagai petugas promosi kesehatan dan Rini Hairani, S.KM sebagai petugas kesehatan lingkungan Puskesmas Cibalong memimpin dengan penuh semangat pada sesi pemaparan dan rangkaian acara lainnya yang berlangsung selama dua jam. Para anggota Saka Bakti Husada terlihat menyimak dengan seksama saat pemaparan berlangsung.

Salah satu manfaat dari pemaparan ini yaitu peningkatan kesadaran dan pengetahuan para kader terkait masalah stunting. Mereka belajar mengenali apa saja gejala stunting serta strategi pencegahannya, seperti pentingnya pemberian ASI eksklusif, pola makan yang seimbang, dan menjaga kebersihan lingkungan.

Mengapa harus Generasi Muda?
Siswa SMK adalah kelompok usia yang strategis untuk dipersiapkan secara intensif agar dapat berperan aktif di masyarakat, termasuk dalam upaya pencegahan stunting. Mereka dilatih untuk menjadi agen perubahan dalam komunitas, mengedukasi teman sebaya dan keluarga terkait praktik gizi yang baik, serta pentingnya memantau pertumbuhan anak secara berkala. Pemaparan materi yang diberikan tidak hanya tentang membangun pengetahuan saja, tetapi juga menginspirasi aksi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup generasi di masa depan.



