Puasa di bulan Ramadan memiliki banyak manfaat kesehatan, tetapi bagi penderita hipertensi, diperlukan perhatian khusus agar tetap aman dan sehat. Hipertensi atau tekanan darah tinggi bisa meningkatkan risiko komplikasi jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memahami cara menjaga tekanan darah tetap stabil selama berpuasa.
Pada umumnya, seseorang dikatakan memiliki tekanan darah normal jika berkisar di antara 90/60 mmHg dan 120/80 mmHg. Namun, jika terjadi peningkatan tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg, maka bisa dikatakan ia mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Berikut beberapa tips agar lansia dengan hipertensi tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan aman dan nyaman.
1. Konsultasi dengan Dokter Sebelum Berpuasa
Sebelum memutuskan untuk berpuasa, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan mengevaluasi kondisi kesehatan dan memberikan saran apakah aman untuk berpuasa atau perlu penyesuaian pengobatan. Beberapa jenis obat tekanan darah mungkin perlu dijadwalkan ulang agar tetap efektif selama puasa.
2. Pola Makan yang Sehat dan Seimbang
Pola makan sangat berpengaruh terhadap tekanan darah. Untuk itu, lansia dengan hipertensi dianjurkan:
- Menghindari makanan tinggi garam seperti makanan olahan, camilan asin, dan makanan kalengan.
- Memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan makanan tinggi serat yang membantu mengontrol tekanan darah.
- Menggunakan garam rendah natrium jika diperlukan.
- Menghindari makanan yang digoreng dan berlemak tinggi.

3. Hidrasi yang Cukup
Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan dehidrasi dan meningkatkan tekanan darah. Oleh karena itu:
- Pastikan minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka, minimal 6–8 gelas sehari.
- Hindari minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda karena dapat menyebabkan dehidrasi.
4. Aktivitas Fisik yang Terjaga
Lansia dengan hipertensi tetap perlu bergerak agar peredaran darah lancar, tetapi tidak boleh berlebihan. Pilih aktivitas ringan seperti:
- Jalan santai setelah berbuka atau sebelum sahur.
- Gerakan peregangan atau senam ringan.
- Hindari aktivitas berat saat cuaca panas atau sebelum berbuka.
5. Pantau Tekanan Darah Secara Rutin
Pemantauan tekanan darah penting untuk memastikan kondisinya tetap stabil selama berpuasa. Jika tekanan darah terlalu tinggi atau terlalu rendah, segera konsultasikan dengan dokter.
6. Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai
Jika mengalami gejala seperti pusing berat, sesak napas, nyeri dada, atau pandangan kabur, segera hentikan puasa dan cari pertolongan medis. Keselamatan dan kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama.
Puasa bagi lansia dengan hipertensi bisa dilakukan dengan aman jika mengikuti pola makan yang sehat, menjaga hidrasi, mengontrol aktivitas fisik, dan rutin memantau tekanan darah. Konsultasi dengan dokter sebelum berpuasa sangat disarankan untuk memastikan kondisi tubuh siap menjalankan ibadah dengan aman. Jika muncul tanda-tanda bahaya, jangan ragu untuk membatalkan puasa demi kesehatan. Dengan perencanaan yang baik, lansia dengan hipertensi tetap bisa menjalankan puasa dengan nyaman dan sehat.
Sumber Referensi :
Perhimpunan Dokter Hipertensi Indonesia. 2019. Konsensus Penatalaksanaan Hipertensi
Alodokter. 2024. 5 Tips Puasa Bagi Penderita Tekanan Darah Tinggi. https://www.alodokter.com/tips-menjalani-puasa-bagi-penderita-tekanan-darah-tinggi
Author Profile
Latest entries
Tips KesehatanFebruari 28, 2025Mitos vs Fakta Seputar Puasa untuk Ibu Menyusui
Tips KesehatanFebruari 28, 2025Mitos vs Fakta Seputar Puasa untuk Ibu Hamil
Edukasi KesehatanFebruari 23, 2025Tips Sehat Berpuasa Bagi Lansia Dengan Hipertensi
Edukasi KesehatanFebruari 23, 2025Panduan dan Tips Puasa Aman untuk Lansia dengan Diabetes


