Kanker serviks (kanker rahim) adalah jenis kanker ginekologi yang ditandai dengan pertumbuhan sel karsinoma di dalam rahim. Secara global, setiap 2 menit seorang perempuan meninggal dunia akibat kanker serviks. Jenis kanker ini menjadi salah satu ancaman serius bagi seluruh wanita di dunia. Lalu, apakah ancaman ini hanya berlaku bagi wanita yang sudah menikah? Atau arti lainnya, remaja wanita juga punya risiko yang sama untuk terkena kanker serviks?
Mengenal Kanker Serviks
Secara global, kanker serviks menempati urutan keempat sebagai kanker yang paling banyak dialami perempuan. Pada tahun 2022, diperkirakan 660.000 perempuan di seluruh dunia terdiagnosis kanker serviks dan sekitar 350.000 diantaranya meninggal dunia. Kematian akibat kanker serviks ini akhirnya menyebabkan 20% anak-anak didunia menjadi piatu dikarenakan kehilangan ibunya.
Setiap 1 jam, 1 perempuan di Indonesia meninggal dunia akibat kanker serviks.
Kanker serviks menempati urutan ke-2 sebagai jenis kanker yang paling banyak dialami oleh wanita Indonesia. Menurut Kementerian Kesehatan, kanker serviks adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel abnormal tumbuh di leher rahim dan membentuk tumor ganas. Kanker serviks menjadi salah satu pembunuh diam-diam karena pada tahap awal seringkali tidak menimbulkan gejala. Menurut Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, sebanyak 70% perempuan yang terdiagnosis kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut. Pengobatan yang baru dilaksanakan pada stadium ini dirasa menjadi kurang efektif. Akibatnya, 50% perempuan yang terdiagnosis kanker serviks meninggal dunia karena penyakit tersebut.

Penyebab Kanker Serviks
Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV). Infeksi HPV yang terus-menerus pada serviks (bagian bawah rahim atau rahim, yang terbuka ke dalam vagina – juga disebut jalan lahir) jika tidak diobati, menyebabkan 95% kanker serviks. Biasanya, dibutuhkan waktu 15–20 tahun bagi sel abnormal untuk berkembang menjadi kanker. Akan tetapi pada wanita dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang tidak diobati, proses ini dapat lebih cepat dan memakan waktu 5–10 tahun.
Faktor Risiko Kanker Serviks
Faktor risiko kanker serviks merupakan kondisi yang secara potensial dapat memicu terjadinya kanker serviks pada seseorang. Menurut World Health Organization (WHO), faktor risiko untuk perkembangan kanker serviks meliputi tingkat onkogenisitas jenis HPV, status kekebalan, adanya infeksi menular seksual lainnya, jumlah kelahiran, usia muda saat kehamilan pertama, penggunaan kontrasepsi hormonal, dan merokok.
Faktor lainnya seperti berhubungan seksual dengan multipartner dan sosial ekonomi rendah juga turut menyumbang sebagi resiko kanker serviks. Sehingga risiko ini tidak hanya berlaku bagi wanita yang sudah menikah. Remaja wanita yang belum menikah tetapi sudah aktif secara seksual juga memiliki risiko yang sama jika melakukan tindakan-tindakan berisiko.
Faktor risiko pada kanker serviks dibagi menjadi dua kelompok, yaitu faktor risiko yang dapat diubah (preventable) dan faktor risiko yang tidak dapat diubah (unpreventable).
Faktor risiko yang dapat diubah (preventable) :
1. Infeksi Human Papilloma Virus (HPV)
Faktor yang paling penting dalam menyebabkan kanker serviks adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). HPV merupakan virus yang terdiri dari 150 jenis, terbagi atas risiko tinggi dan risiko rendah.
HPV dapat menular dengan cara skin-to-skin contact (bersentuhan), sebagai contohnya yaitu hubungan seksual, termasuk hubungan seksual melalui vagina, anal (anus), dan oral (mulut). Oleh karena itu, HPV dapat menginfeksi sel pada permukaan kulit, permukaan genital (kelamin), anus, mulut, dan tenggorokan, serta tidak menginfeksi organ dalam tubuh seperti jantung dan paru.
HPV risiko tinggi seringkali menyebabkan kanker serviks, 70% diantaranya disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Sedangkan HPV risiko rendah jarang menyebabkan kanker serviks, melainkan kutil di alat kelamin dan anus.
2. Infeksi Chyamydia
Chlamydia merupakan infeksi bakteri dapat menginfeksi sistem reproduksi. Infeksi ini dapat menular melalui kontak seksual. Wanita dengan infeksi Chlamydia tidak akan menunjukkan gejala klinis. Pada kenyataanya mereka tidak akan mengetahui bahwa mereka telah terinfeksi hingga mereka melakukan pemeriksaan.
3. Jumlah Kelahiran
Wanita yang melahirkan ≥ 3 kali memiliki faktor resiko yang lebih tinggi untuk menderita kanker serviks. Perubahan hormonal selama kehamilan membuat wanita rentan terkena infeksi HPV karena terjadi penurunan sistem imunitas tubuh.
4. Usia Muda Saat Kehamilan Pertama (< 17 Tahun)
Wanita yang hamil saat berusia kurang dari 17 tahun memiliki resiko 2 kali lipat untuk terkena kanker serviks.
5. Lifestyles (Gaya Hidup)
- Merokok : Wanita yang merokok akan beresiko dua kali lipat dibadingkan dengan wanita yang tidak merokok. Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa zat-zat tersebut dapat membahayakan DNA sel serviks sehingga berpotensi menyebabkan kanker serviks. Selain itu, merokok juga dapat menurunkan sistem imunitas tubuh yang berfungsi dalam melawan infeksi, termasuk infeksi HPV.
- Kurang buah dan sayur
- Obesitas/kelebihan berat badan
- Pemilihan alat kontrasepsi : Pemilihan alat kontrasepsi yang tepat disarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari setiap alat kontrasepsi. – Pil kontrasepsi : Konsumsi pil kontrasepsi jangka panjang dapat menimbulkan potensi untuk terkena kanker serviks. Resiko tersebut akan menurun saat konsumsi pil kontrasepsi dihentikan. – Intra Uterine Device (IUD) : Penelitian terakhir menyebutkan bahwa wanita yang pernah menggunakan IUD memiliki resiko yang lebih rendah untuk terkena kanker serviks. Pemakaian IUD juga menurunkan resiko kanker endometrium (kanker rahim). – Penggunaan DES (Diethylstilbestrol) : DES merupakan obat hormonal yang diberikan kepada wanita untuk mencegah keguguran. Wanita dengan ibu yang mengkonsumsi DES (saat masa kehamilan) berpotensi menderita kanker serviks dengan tipe sel adenokarsinoma. Jenis kanker tipe ini sangat jarang pada wanita yang tidak terkena paparan DES.
Faktor risiko yang tidak dapat dirubah (unpreventable):
1. Riwayat Keluarga Pengidap Kanker Serviks
Wanita dengan riwayat keluarga terkena kanker serviks memiliki risiko 2-3 kali lebih tinggi daripada wanita tanpa keturunan penyakit kanker.
2. Immunosupresi
Penekanan/penurunan sistem imunitas tubuh dapat disebabkan oleh berbagai hal, seperti penyakit kronis (Diabetes Mellitus dan Hipertensi), penyakit autoimun (SLE) AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) dan kehamilan dapat meningkatkan risiko kanker serviks.
Faktor risiko lainnya :
1. Perilaku Seksual Multipartner
Perilaku seksual dengan sering berganti-ganti pasangan dapat meningkatkan risiko terpapar virus HPV yang secara tidak langsung bisa memperbesar peluang mengalami kanker serviks.
2. Kondisi Sosial Ekonomi
Menurut penelitian, wanita dengan kelas sosial ekonomi rendah memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker serrviks dibandingkan mereka yang berstatus sosial ekonomi lebih tinggi. Kondisi ini terkait dengan kemudahan akses layanan kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kanker serrviks. Selain itu kondisi sosial ekonomi juga mempengaruhi literasi kesehatan yang rendah, gizi buruk, pendidikan rendah, dan paparan racun lingkungan(9).
Kesimpulan
Setiap wanita, baik yang sudah menikah atau belum menikah namun sudah aktif melakukan aktifitas seksual perlu mengambil tindakan proaktif untuk menurunkan risiko tersebut. Kita perlu mengupayakan perubahan perilaku pada faktor-faktor yang dapat diubah seperti merokok, perilaku seksual multipartner, gaya hidup, jumlah kelahiran, dan usia kehamilan pertama. Hal ini perlu menjadi perhatian utama untuk menurunkan potensi risiko kejadian kanker serviks.
Artikel ini telah direview oleh:
Bani Srinurbani S.K.M.
Tenaga Promkes Puskesmas Cigalontang
Puskesmas Cigalontang
Jl Perkantoran No 38 Ds. Cigalontang Kec. Cigalontang Kab Tasikmalaya, Jawa Barat
Telepon : 0265 543 052/02657079797
Baca ini Juga :
- https://www.umy.ac.id/setiap-satu-jam-perempuan-indonesia-meninggal-akibat-kanker-serviks
- https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cervical-cancer
- https://www.nature.com/articles/s41591-022-02109-2
- https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/15-11-2024-who–unfpa-commend-indonesia-s-efforts-to-eliminate-cervical-cancer–urge-streamlined-vaccine-strategy-and-enhanced-screening
- https://www.umy.ac.id/setiap-satu-jam-perempuan-indonesia-meninggal-akibat-kanker-serviks
- https://www.kemkes.go.id/eng/skrining-kanker-serviks-modal-utama-tanggulangi-kematian-perempuan
- https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1610415049_651524.pdf
- https://www.rsonkologi.com/learn/kategori-serviks/informasi-apa-saja-faktor-resiko-yang-dapat-menyebabkan-kanker-serviks#:~:text=Wanita%20dengan%20riwayat%20keluarga%20terkena,wanita%20tanpa%20keturunan%20penyakit%20kanker.
- https://www.apollohospitals.com/proton-therapy/blogs/cervical-cancer-risk-factors/



