Dukung ILP,  Puskesmas Singaparna Adakan Posyandu Terintegrasi di Desa Cintaraja

Tenaga kesehatan Puskesmas Singaparna mengadakan posyandu terintegrasi pada Selasa (9/7/2024) di Desa Cintaraja mulai pukul 09.00 WIB.

TASIKMALAYA, KESMAS-ID.com – Dalam upaya meningkatkan pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat Desa Cintaraja, Kabupaten Tasikmalaya, tenaga kesehatan Puskesmas Singaparna mengadakan posyandu terintegrasi pada Selasa (9/7/2024) mulai pukul 09.00 WIB.

Sejalan dengan empat fokus utama transformasi pelayanan kesehatan primer Kemenkes RI, kegiatan yang dilakukan selain pencatatan tumbuh kembang bayi dan balita, pemberian vaksin, pengecekan gula dan tekanan darah, Puskesmas Singaparna juga memberikan edukasi terkait “Isi Piringku” dan “Penyakit Tidak Menular (PTM)” kepada lansia.

“Isi Piringku” adalah panduan kebutuhan gizi seimbang harian yang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu setengah piring diisi dengan sayur dan buah, sedangkan setengah lainnya diisi dengan makanan pokok dan lauk pauk. Tentu saja “Isi Piringku” berkaitan dengan pencegahan stunting pada anak.

“Penyakit Tidak Menular (PTM)” adalah penyakit yang tidak menular dan bukan disebabkan oleh penularan vektor, virus atau bakteri, namun lebih banyak disebabkan oleh perilaku dan gaya hidup. Salah satu contoh PTM adalah diabetes.

Berlokasi di rumah kader posyandu setempat, kegiatan posyandu terintegrasi ini dihadiri 59 orang mulai dari balita, remaja, ibu hamil, dan lansia dengan narasumber Programer Promkes Puskesmas Singaparna, Ibu Nenden Ela Yuliani, S.K.M., dibantu Bidan Ela Emilya, A.Md.Keb., Bidan Marriane, A.Md.Keb., yang memberikan edukasi khusus kepada ibu hamil, dan Perawat Rosi Rosliana, A.Md.Kep.

“Dengan adanya posyandu terintegrasi, masyarakat setempat bisa melaksanakan pelayanan kesehatan dengan lebih mudah,” ujar Ibu Nenden dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (9/7/2024).

Dalam kegiatan yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini, Ibu Nenden juga mengungkapkan kejadian lucu saat posyandu dilaksanakan, yaitu banyaknya balita yang menangis bersamaan. “Seperti (mendengarkan) paduan suara,” ujarnya.

Posyandu teintegerasi harus dilakukan secara kontinu sehingga dapat menjangkau masyarakat lebih luas lagi terutama bagi mereka yang belum memiliki informasi tentang arti pentingnya kesehatan karena keterbatasan. (RN)

Yuk Share Postingan Ini:
rnuradzania
rnuradzania
Articles: 4

22 Comments

  1. Mantap kak! Emang kegiatan ini hrus menjdi fokus utama dlm pencegahan stunting. Ditunggu artikel berikutnya💪

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *