Hipertensi Mengancam Nyawa, Kenali Gejala dan Pencegahannya

Mendeteksi dan mengendalikan hipertensi sejak dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius dan menjaga kualitas hidup Anda.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu penyakit yang paling banyak diderita di seluruh dunia dan sering dijuluki sebagai silent killer atau “pembunuh diam-diam”. Julukan ini bukan tanpa alasan. Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas di tahap awal, namun secara perlahan terus merusak organ-organ vital dalam tubuh, seperti jantung, ginjal, dan otak. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Apa Itu Hipertensi dan Angka Normalnya?

Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah Anda berada di atas batas normal. Secara umum, tekanan darah normal adalah sekitar100-140 mmHg (sistolik) dan 60-90 mmHg (diastolik). Seseorang didiagnosis menderita hipertensi jika tekanan darahnya secara konsisten menunjukkan angka di atas 140/90 mmHg.

 Penyebab dan Faktor Risiko Hipertensi

Penyebab hipertensi bisa beragam, bahkan terkadang tidak diketahui dengan pasti. Berdasarkan penyebabnya, hipertensi terbagi menjadi dua jenis:

Hipertensi Primer: Ini adalah jenis yang paling umum. Penyebabnya tidak diketahui secara pasti dan biasanya berkembang perlahan selama bertahun-tahun.

Hipertensi Sekunder: Jenis ini disebabkan oleh kondisi atau penyakit lain, seperti penyakit ginjal, gangguan tiroid, kelainan jantung bawaan, atau penggunaan obat-obatan tertentu. Hipertensi sekunder bisa muncul secara tiba-tiba, bahkan pada anak-anak.

Selain penyebab di atas, beberapa faktor lain juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena hipertensi, antara lain:

  • Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama di atas 65 tahun.
  • Gaya Hidup: Kurang olahraga, sering mengonsumsi makanan tinggi garam dan lemak, merokok, serta kecanduan alkohol.
  • Kondisi Medis: Obesitas, diabetes, sleep apnea, dan memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi.
  • Faktor Emosional: Hipertensi juga bisa dipicu oleh emosi, seperti yang terjadi pada white coat hypertension (hipertensi jas putih), yaitu kondisi di mana tekanan darah meningkat saat pemeriksaan di fasilitas kesehatan karena rasa cemas.

Gejala Hipertensi yang Perlu Diwaspadai

Karena sifatnya yang sering tanpa gejala, hipertensi sulit dideteksi tanpa pemeriksaan rutin. Namun, saat tekanan darah sudah sangat tinggi (disebut krisis hipertensi dengan angka 180/120 mmHg atau lebih), beberapa gejala dapat muncul, seperti:

  • Sakit kepala parah
  • Mual dan muntah
  • Mimisan
  •  Nyeri dada
  • Gangguan penglihatan
  • Telinga berdenging
  • Gangguan irama jantung
  • Kencing berdarah

Pengobatan dan Pencegahan Hipertensi

Pengobatan hipertensi biasanya melibatkan dua pendekatan utama yaitu: perubahan gaya hidup dan pemberian obat-obatan.

 1. Perubahan Gaya Hidup

Dokter akan menganjurkan Anda untuk:

  • Menjaga berat badan ideal.
  • Membatasi konsumsi gula, garam (tidak lebih dari 1 sendok teh per hari), dan lemak.
  • Mengonsumsi makanan sehat, seperti buah dan sayuran.
  • Berolahraga secara rutin, minimal 30 menit setiap hari.
  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol serta kafein.
  • Mengelola stres dengan baik melalui relaksasi, seperti yoga atau meditasi.

2. Pemberian Obat-obatan

Selain perubahan gaya hidup, dokter juga akan meresepkan obat-obatan antihipertensi untuk mengontrol tekanan darah Anda. Penting untuk diingat, obat ini umumnya harus dikonsumsi seumur hidup dan dosisnya tidak boleh diubah tanpa persetujuan dokter. Beberapa contoh obat yang sering diresepkan adalah captopril, amlodipine, dan hydrochlorothiazide.

Untuk mencegah hipertensi, langkah-langkah di atas juga sangat efektif. Mulailah dengan menerapkan gaya hidup sehat, berolahraga, menjaga pola makan, dan mengelola stres. Jangan lupa untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan skrining tekanan darah secara berkala, terutama jika Anda memiliki faktor risiko.

Mendeteksi dan mengendalikan hipertensi sejak dini adalah kunci untuk mencegah komplikasi serius dan menjaga kualitas hidup Anda. Jangan tunda untuk memeriksakan diri!.

referensi:

https://kemkes.go.id/id/bahaya-hipertensi-upaya-pencegahan-dan-pengendalian-hipertensi
https://www.alodokter.com/hipertensi
https://health.ilmci.com/hipertensi-darah-tinggi-penyebab-dan-cara-mengatasinya/
https://fahum.umsu.ac.id/berita/apa-itu-hipertensi-kenali-gejala-penyebab-dan-cara-mengatasi/
https://rri.co.id/riau/kesehatan/1379558/mengenal-apa-itu-hipertensi

Artikel ini telah di-review oleh:
Serli Nur Alindra AM.Keb, S.KM, M.KM
Tenaga Progamer Promkes Puskesmas Mangunreja

UPT Puskesmas Mangunreja
Jl. Raya Sukaraja No. 51-53, Mangunreja
Tasikmalaya, Jawa Barat 46462
No.Telp: (0265) 544709 / 085117054709
Instagaram: @puskesmas_mangunreja

Yuk Share Postingan Ini:
Andhini Rahadian
Andhini Rahadian
Articles: 17

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *