“Membangun Kesehatan Generasi Emas Indonesia”
HUT SBH (Saka Bakti Husada) ke-39 ini, bertema demikian.
Puskesmas Tinewati melakukan edukasi gizi seimbang remaja dan sosialisasi Saka Bakti Husada dalam rangka HUT SBH ke-39 pada Rabu (17/7/2024). Kegiatan ini diselenggarakan oleh SMAN 2 Singaparna bertepatan dengan MPLS, dan diikuti oleh 320 orang siswa baru. Seirama dengan tema, kegiatan ini bertujuan untuk membantu dalam membangun kesehatan generasi emas Indonesia, terutama siswa SMAN 2 Singaparna.

Materi Edukasi dan Sosialisasi di HUT SBH Ke-39
Materi edukasi dan sosialisasi kali ini dibawakan oleh staf promkes Puskesmas Tinewati, sekaligus pimpinan Saka Bakti Husada Singaparna. Dibuka oleh Aid Fitriyana Hidayat, S.KM. yang menyampaikan materi tentang Saka Bakti Husada sebagai Agent of Change GERMAS.
Dilengkapi oleh Nenden Ela Yuliani S.KM., beliau membahas tentang gizi seimbang pada remaja. Hal tersebut sekaligus menambah pemahaman para peserta akan pentingnya memperhatikan asupan nutrisi, mengingat seluruh peserta kegiatan masih dalam masa pertumbuhan.
Materi-materi yang disampaikan, direspon dengan semangat oleh para peserta. Selain itu, kegiatan juga dihidupkan oleh adanya beberapa permainan interaktif, dengan peserta yang sangat berperan dalam memeriahkan permainan. Begitu juga pada sesi diskusi, para peserta sangat aktif dan komunikatif.
Kegiatan Dilakukan Secara Hybrid
Betul sekali.
Di balik antusiasme peserta yang tinggi, faktanya kegiatan berdurasi 60 menit ini dilakukan secara hybrid. Meskipun kegiatan edukasi dan sosialisasi ini diselenggarakan di tempat yang sama, namun tidak semua peserta dapat bertatap langsung dengan pemateri.
Peserta MPLS yang berjumlah 320 orang dibagi menjadi 3 kelompok dan dipisahkan dengan 3 ruangan besar. Sehingga, hanya peserta di satu ruang saja yang memiliki kesempatan berdiskusi secara langsung dengan pemateri. Sedangkan yang lain memperhatikan pemateri secara virtual di monitor.

Dengan materi tentang edukasi gizi seimbang pada remaja dalam kegiatan MPLS, para peserta remaja dapat semakin melek akan gizi. Seperti mengimplementasikan menu gizi seimbang dan ber-PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Harapan lainnya, peserta dapat menjadi bagian Saka Bakti Husada untuk menjadi agent of change dan membantu meningkatkan derajat kesehatan Indonesia.
Sumber:



