Intervensi Gizi Spesifik untuk Mempercepat Penurunan Stunting

Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata untuk usianya. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi yang melampaui sekadar gizi buruk pada ibu hamil dan anak balita, sehingga intervensi harus difokuskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

Stunting adalah kondisi ketika tinggi badan anak lebih rendah dari rata-rata untuk usianya. Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi yang melampaui sekadar gizi buruk pada ibu hamil dan anak balita, sehingga intervensi harus difokuskan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia prevalensi stunting tahun 2023 sebesar 21,5% masih jauh dari target sebesar 14% sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah meluncurkan berbagai program intervensi yang dirancang khusus untuk menangani masalah stunting dan meningkatkan gizi anak.

Program-program intervensi spesifik yang dilakukan pemerintah pusat dalam usaha mengatasi masalah gizi, khususnya stunting menurut laporan tematik Survei Kesehatan Indonesia 2023:

SasaranProgram
Ibu Hamil1. Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang energi kronik (KEK)
2. Pemberian suplementasi tablet tambah darah
3. Pemberian suplementasi kalsium 
4. Pemeriksaan kehamilan
5. Perlindungan dari malaria
6. Pencegahan HIV  
Ibu Menyusui dan Anak 0-23 Bulan1. Promosi dan konseling pemberian ASI eksklusif
2. Promosi dan konseling pemberian makan bayi dan anak (PMBA)
3. Penatalaksanaan gizi buruk
4. Pemberian makanan tambahan pemulihan bagi anak gizi kurang
5. Pemantauan dan promosi pertumbuhan 
6. Pemberian suplemen vitamin A 
7. Pemberian suplemen bubuk tabur gizi, seperti Taburia
8. Imunisasi
9. Pemberian suplemen zat besi untuk pengobatan diare
10. Manajemen terpadu balita sakit (MTBS) 
11. Pencegahan kecacingan  
Anak Usia 24-59 Bulan1. Penatalaksanaan gizi buruk
2. Pemberian makanan tambahan pemulihan bagi anak gizi kurang
3. Pemantauan dan promosi pertumbuhan 
4. Pemberian suplemen vitamin A
5. Suplementasi bubuk tabur gizi, seperti Taburia
6. Pemberian suplemen zat besi untuk pengobatan diare
7. Manajemen terpadu balita sakit (MTBS) 
8. Pencegahan kecacingan  
Remaja Putri dan Wanita Usia Subur1. Pemberian suplementasi tablet tambah darah  

Intervensi untuk mencegah dan menurunkan stunting diharapkan dapat memberikan hasil yang signifikan, sehingga generasi yang lahir di masa depan menjadi lebih berkualitas dan dapat mendukung Indonesia dalam menghadapi bonus demografi pada tahun 2030. Bonus demografi terjadi ketika jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) lebih banyak dibandingkan dengan usia non-produktif (>65 tahun), dengan proporsi mencapai lebih dari 60% dari total populasi Indonesia. Jika masih banyak anak yang mengalami stunting, Indonesia berisiko kehilangan kesempatan untuk meraih bonus demografi, karena banyak individu di usia produktif dapat mengalami masalah kesehatan atau penurunan kemampuan kognitif. Oleh karena itu, dukungan masyarakat, terutama dalam lingkup keluarga, sangat penting untuk menyukseskan intervensi gizi dalam mengatasi stunting.


Artikel ini telah direview oleh:
Anton Syahlan H, S.K.M.
Koordinator Pelayanan Promosi Kesehatan Puskesmas Ciawi

Puskesmas Ciawi
Jl. Puskesmas No. 15, Pakemitan, Kec. Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat 46156

Yuk Share Postingan Ini:
astiattriani
astiattriani
Articles: 32

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *