Kabar Singgalang Saat Ini, Bertahan di Tengah Kecepatan Jaringan

Unit Kegiatan Pers Mahasiswa (UKPM) Pena KM Fakultas Kesehatan Masyarakat mengadakan kunjungan ke Kantor Harian Umum Singgalang, Sabtu (23/11). Agenda tersebut dimulai pukul 13.30 WIB dihadiri oleh 8 orang wartawan UKPM Pena KM FKM UNAND yang terdiri dari jajaran Inti serta Koordinator dan Staf dari Divisi Penelitian dan Pengembangan.

Kegiatan dibuka dengan diskusi hangat mengenai perkembangan media massa hingga saat ini, serta pembahasan singkat mengenai awal mula berdirinya Harian Umum Singgalang.

Saat ini berita atau informasi tidak hanya bisa didapat dari 1 media saja. Sejak digitalisasi, berita dapat beredar di mana pun dan kapan pun. Akses berita dapat dilakukan dengan mudah dan cepat hanya dengan 1 klik pada layar handphone. Berbeda dengan dulu, berita biasanya diperoleh dari koran, radio, dan televisi.

Berkembangnya era digitalisasi terutama setelah pandemi yang melanda di tahun 2020 berdampak pada berbagai sektor, salah satunya pada kecepatan persebaran informasi melalui media massa. Pemimpin Redaksi Harian Umum Singgalang, Eriandi mengatakan, terjadi penurunan minat untuk membaca media cetak seperti koran.

“Dari survei yang ada, pembaca koran rata-rata berusia 40 tahun ke atas. Lalu jika kita tidak beradaptasi dengan digitalisasi kita bisa kalah. Oleh karena itu, Singgalang sudah membuat pondasi-pondasi untuk tetap ada di mata masyarakat,” ungkap Eri.

Untuk dapat mengimbangi media digital yang ada. Eri juga mengungkapkan bahwa Harian Umum Singgalang sudah mulai memanfaatkan media digital seperti Instagram, Facebook, Tiktok, dan Youtube. “Kalau tidak diangsur dari sekarang, yaa kita akan tenggelam,” tambahnya.

Kerja sama dari pemerintah daerah juga diperlukan untuk mempertahankan eksistensi dari media liputan seperti Harian Umum Singgalang.

“Media lokal seperti Singgalang ini masih bertahan juga karena adanya kerja sama dengan pemerintah daerah. Misalnya, tiap tahun pemerintah beli koran dan kita memberitakan tentang pemerintahan. Nanti juga dibuatkan halaman khususnya,” terang Eri.

Lebih lanjut, Eri menambahkan bahwa sepanjang kita mempertahankan kekhas-an dari media kita, kita masih bisa bertahan.

Selanjutnya, pada sesi tanya jawab, salah seorang Wartawan UKPM Pena, Atina Rizki bertanya mengenai awal mula berdirinya Harian Umum Singgalang.

“Dimulai di tahun 1958, ada peristiwa yang menggemparkan Sumatera Barat. Peristiwa inilah yang salah satunya menjadi pencetus berdirinya Harian Umum Singgalang pada tahun 1968 sebagai upaya mengembalikan harga diri masyarakat Minangkabau,” jawab Eri.

Eri juga menambahkan bahwa nama Singgalang sendiri diambil dari nama salah satu gunung di Sumatera Barat. “Gunung Singgalang itu tinggi tapi tidak merusak dan di tengah-tengahnya terdapat danau yang menyejukkan. Ibaratnya, Harian Umum Singgalang menyediakan berita yang menyejukkan hati masyarakat”, jelas Eri.

Sementara itu, kegiatan kunjungan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Pimpinan Umum UKPM Pena atas pengalaman-pengalaman yang disampaikan oleh Pemimpin Redaksi Harian Umum Singgalang.

“Semoga dengan kunjungan kali ini bisa membuka pikiran kami, Wartawan UKPM Pena, untuk dapat terus berkarya mempertahankan ciri khas dari UKPM Pena kedepannya. Terima kasih kepada Bang Eri telah menerima dan menyambut kami dengan hangat,” ungkap Aurel, Pimpinan Umum UKPM Pena.

Penulis:

Salsa Nadita, Generasi Arutala

UKPM Pena KM FKM UNAND

Yuk Share Postingan Ini:
UKPM Pena FKM Univ. Andalas
UKPM Pena FKM Univ. Andalas

Unit Kegiatan Pers Mahasiswa
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universita Andalas

Articles: 34

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *