Pembinaan Satuan Pendidikan untuk Penguatan Kesehatan dan Gizi Remaja

Pembinaan Kesehatan Remaja di Kecamatan Singaparna

Nutrition International (NI) berkolaborasi dengan Puskesmas Tinewati, Puskesmas Singaparna, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dalam kegiatan Pembinaan Satuan Pendidikan untuk Penguatan Program Kesehatan dan Gizi Remaja. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, di Aula Kecamatan Singaparna.

Kegiatan ini melibatkan 50 peserta yang terdiri atas guru UKS dan kepala sekolah dari SMP, SMA, serta satuan pendidikan sederajat di Kecamatan Singaparna. Sejak awal kegiatan, peserta mengikuti pembinaan untuk memperkuat pemahaman dan kesiapan satuan pendidikan dalam menjalankan program kesehatan dan gizi remaja.

Narasumber Sesuai Kompetensi

Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan dua narasumber sesuai dengan bidang kompetensinya. Nizar Puspita Arimukti, S.Gz., dari Nutrition International (NI) menyampaikan materi terkait program kesehatan dan gizi remaja.

Selanjutnya, dr. Muhammad Taufiq Hakim dari Puskesmas Tinewati turut memberikan materi kesehatan kepada peserta. Dengan menghadirkan narasumber dari bidang gizi dan pelayanan kesehatan, kegiatan memberikan pembahasan yang saling melengkapi bagi pihak sekolah.

Selain itu, kedua narasumber menyampaikan materi secara lengkap dan jelas. Peserta juga memperoleh informasi yang relevan dengan kondisi kesehatan remaja saat ini.

Materi Kesehatan dan Gizi Remaja

Selama pembinaan, peserta mendapatkan beberapa materi yang berkaitan langsung dengan pelaksanaan program kesehatan di sekolah. Materi tersebut mencakup kebijakan Trias UKS, Tablet Tambah Darah (TTD), gizi seimbang, anemia pada remaja putri, serta pertolongan pertama pada luka psikologis anak.

Melalui materi tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai berbagai aspek yang perlu sekolah perhatikan dalam mendukung kesehatan peserta didik. Selanjutnya, guru UKS dan kepala sekolah dapat mengembangkan pengetahuan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program kesehatan di lingkungan sekolah.

WHO juga menempatkan sekolah sebagai salah satu lingkungan strategis untuk mendukung kesehatan dan gizi remaja. Program berbasis sekolah dapat menggabungkan edukasi, lingkungan yang mendukung, serta pelayanan kesehatan dan gizi.

Berlangsung Selama Empat Jam

Kegiatan berlangsung selama empat jam, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Selama waktu tersebut, peserta mengikuti rangkaian pembinaan dan menerima materi dari kedua narasumber.

Selain itu, kegiatan memberikan ruang bagi pihak sekolah untuk memperkuat kesiapan dalam menjalankan program kesehatan remaja. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong sekolah untuk menerapkan upaya kesehatan secara berkelanjutan.

Mendorong Aksi Bergizi di Sekolah

Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara mendorong satuan pendidikan untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan aksi bergizi di sekolah. Aksi tersebut mencakup kegiatan olahraga, konsumsi makanan bergizi, minum Tablet Tambah Darah sesuai sasaran dan anjuran program, serta edukasi kesehatan.

Upaya tersebut penting karena remaja membutuhkan asupan zat gizi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, remaja putri memiliki risiko anemia yang lebih tinggi, terutama karena kehilangan darah saat menstruasi. WHO menyebutkan bahwa kekurangan zat besi dapat berdampak pada kesehatan dan perkembangan remaja.

Karena itu, sekolah dapat mengambil peran melalui edukasi dan dukungan terhadap program suplementasi yang berjalan. Bukti yang dirangkum WHO juga menunjukkan bahwa pemberian suplementasi mikronutrien melalui sekolah dapat membantu menurunkan kejadian anemia pada remaja.

Mewujudkan Sekolah Ramah Anak

Selain memperkuat program kesehatan dan gizi, kegiatan ini juga mendorong terciptanya sekolah yang ramah anak. Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah perlu membangun lingkungan yang aman, sehat, nyaman, dan mendukung perkembangan peserta didik.

Selanjutnya, guru, kepala sekolah, tenaga kesehatan, serta pihak terkait dapat bekerja sama untuk mengenali kebutuhan kesehatan peserta didik dan memberikan dukungan yang sesuai. Dengan kolaborasi tersebut, sekolah dapat menjalankan program kesehatan secara lebih terarah.

Komitmen Satuan Pendidikan

Pada akhirnya, kegiatan pembinaan di Kecamatan Singaparna diharapkan dapat memperkuat komitmen satuan pendidikan dalam menjalankan program kesehatan dan gizi remaja. Guru UKS dan kepala sekolah dapat meneruskan pengetahuan yang mereka peroleh ke dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekolah.

Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga dapat menjadi lingkungan yang mendukung kesehatan fisik, gizi, aktivitas fisik, serta kesejahteraan psikologis remaja. Melalui pelaksanaan program yang konsisten, satuan pendidikan dapat ikut membentuk generasi muda yang sehat, aktif, dan siap berkembang.

Referensi

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Aksi Bergizi: Gerakan Sehat untuk Remaja Masa Kini.
  2. World Health Organization (WHO). Adolescent and Young Adult Health – Policy Directions.
  3. World Health Organization (WHO). Anaemia.
  4. World Health Organization (WHO). Prevalence of Anaemia Among Adolescents.
  5. World Health Organization (WHO). Nutrition Action in Schools: A Review of Evidence Related to the Nutrition-Friendly Schools Initiative.
  6. World Health Organization (WHO). Guideline: Implementing Effective Actions for Improving Adolescent Nutrition.

Author Profile

Yudha Pratama Widyatmoko
Yudha Pratama Widyatmoko
Yuk Share Postingan Ini:
Yudha Pratama Widyatmoko
Yudha Pratama Widyatmoko
Articles: 31

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *