Skrining Kesehatan Pekerja Informal: Jangan Tunggu Sakit Baru Periksa

Pekerja informal menghadapi berbagai risiko kesehatan dari aktivitas sehari-hari. Skrining kesehatan membantu mengenali masalah kesehatan lebih awal agar dapat ditangani sebelum semakin mengganggu aktivitas dan pekerjaan.

Setiap hari, banyak pekerja informal memulai aktivitas sejak pagi. Ada yang berjualan, bertani, melaut, mengemudi, bekerja di bengkel, membangun rumah, menjahit, hingga menjalankan usaha dari rumah. Bagi mereka, bekerja bukan hanya rutinitas, tetapi bagian penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, ketika tubuh terasa pegal, pusing, cepat lelah, atau kurang enak badan, pekerjaan sering kali tetap dilanjutkan.

Padahal, pekerja informal juga menghadapi berbagai risiko kesehatan. Debu, asap, panas, suara bising, bahan kimia, posisi kerja yang tidak nyaman, pekerjaan fisik, hingga jam kerja yang panjang dapat memengaruhi kesehatan. WHO menyebutkan bahwa risiko pekerjaan dapat berkaitan dengan gangguan otot dan tulang, penyakit pernapasan, gangguan pendengaran, masalah kulit, penyakit kardiovaskular, dan gangguan kesehatan lainnya.

Mengapa Skrining Kesehatan Penting?

Skrining kesehatan membantu mengetahui kondisi tubuh lebih awal, bahkan ketika seseorang belum merasa sakit. Hal ini penting karena beberapa masalah kesehatan, seperti hipertensi dan diabetes, dapat berkembang tanpa gejala yang jelas.

Selain penyakit umum, pekerja informal juga perlu memperhatikan masalah yang mungkin berkaitan dengan pekerjaannya. Misalnya, pekerja yang sering mengangkat beban dapat mengalami nyeri pinggang atau gangguan otot dan tulang. Pekerja yang terpapar debu dan asap perlu memperhatikan kesehatan pernapasan, sedangkan mereka yang bekerja di lingkungan bising perlu menjaga kesehatan pendengaran. Kementerian Kesehatan juga menyebut gangguan otot rangka, mata, kulit, penyakit tidak menular, serta penyakit akibat kerja sebagai beberapa masalah yang perlu diperhatikan pada pekerja sektor informal.

Apa yang Bisa Diperiksa?

Pemeriksaan dapat disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, dan faktor risiko masing-masing. Beberapa pemeriksaan yang umum dilakukan antara lain tekanan darah, gula darah, berat badan, kesehatan mata dan telinga, serta pemeriksaan lainnya sesuai kebutuhan.

Pekerja informal juga dapat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari Kementerian Kesehatan yang menyediakan pemeriksaan berdasarkan kelompok usia dan ketentuan program.

Saat melakukan pemeriksaan, jangan lupa ceritakan pekerjaan yang dilakukan sehari-hari. Misalnya, jika sering sakit pinggang karena mengangkat barang, atau sering batuk karena bekerja di lingkungan penuh debu. Informasi tersebut dapat membantu tenaga kesehatan memahami kondisi dan risiko yang mungkin berkaitan dengan pekerjaan.

Jangan Anggap Semua Keluhan sebagai “Namanya Juga Kerja”

Pegak setelah bekerja memang bisa terasa biasa. Tetapi jika keluhan seperti nyeri tubuh, batuk, pusing, sesak, atau gangguan lainnya terus berulang atau semakin mengganggu aktivitas, sebaiknya jangan diabaikan.

Tidak perlu menunggu sampai tubuh benar-benar tidak kuat bekerja. Pemeriksaan lebih awal dapat membantu menemukan masalah kesehatan dan menentukan langkah selanjutnya. ILO juga menyoroti bahwa pekerja sektor informal dapat menghadapi berbagai bahaya keselamatan dan kesehatan kerja serta memiliki akses perlindungan kesehatan kerja yang lebih terbatas.

Mulai dari Hal Sederhana

Menjaga kesehatan tidak harus selalu dimulai dengan perubahan besar. Kenali risiko pekerjaan, gunakan perlindungan yang sesuai, cukup beristirahat, jaga pola makan dan aktivitas fisik, serta lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Jika memiliki keluhan yang menetap, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Pekerjaan memang penting, tetapi kesehatan juga merupakan modal untuk terus bekerja. Jadi, jangan tunggu sakit baru peduli. Luangkan waktu untuk mengenali kondisi tubuh dan melakukan skrining kesehatan.

Skrining kesehatan pekerja informal penting untuk membantu mendeteksi masalah kesehatan lebih awal, baik penyakit umum seperti hipertensi dan diabetes maupun gangguan yang berkaitan dengan pekerjaan. Dengan mengenali risiko dan memeriksakan kesehatan secara berkala, pekerja dapat lebih sadar terhadap kondisi tubuhnya dan mengambil langkah yang tepat sejak dini.

Sehat bukan berarti tidak pernah sakit. Sehat juga berarti mau peduli dan memeriksa diri sebelum terlambat.

Sumber Referensi


Artikel ini sudah direview oleh:

Bani Srinurbani, S.K.M.
Tenaga Promkes Puskesmas Cigalontang

Puskesmas Cigalontang:
Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, 46463

Author Profile

Amelia Bahuwa
Amelia Bahuwa adalah seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, psikologi, dan teknologi digital, dengan fokus pada pemanfaatan inovasi untuk menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat.
Yuk Share Postingan Ini:
Amelia Bahuwa
Amelia Bahuwa

Amelia Bahuwa adalah seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan pada bidang kesehatan, psikologi, dan teknologi digital, dengan fokus pada pemanfaatan inovasi untuk menciptakan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Articles: 5

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *