Skabies merupakan penyakit kulit yang biasa dikenal dengan sebutan kudis, gudig, dan budug. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi tungau Sarcoptes scabei varietas hominis. World Health Organization (WHO) memperkirakan terdapat 200 juta kasus scabies secara global dan negara Indonesia memiliki beban skabies sebesar 195 negara di dunia. Skabies terjadi dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu usia, lingkungan, tingkat pendidikan, kepadatan hunian (asrama, panti asuhan, pondok pesantren, pengungsian), rendahnya faktor sosial ekonomi, kebersihan dan sanitasi yang buruk, dan status gizi, dan keterbatasan air bersih.
Berdasarkan Kementerian Kesehatan gejala dari skabies antara lain, gatal yang intens pada kulit dan pada malam hari gatal pada kulit akan semakin parah(pruritus nokturna) karena aktivitas tungau skabies yang lebih tinggi pada suhu yang lembab dan panas. Selain itu, terdapat ruam kulit yang disertai benjolan keras yang berbentuk seperti terowongan, terdapat luka akibat garukan pada kulit yang telah berkerak tebal. Penyakit ini menyerang sekelompok orang yang tinggal berdekatan seperti di keluarga, panti asuhan, pondok pesantren dengan gejala yang sama. Penularan terjadi secara mudah mulai dari kontak secara langsung dengan kulit penderita atau dari penggunaan barang pribadi secara bersamaan. Kulit yang disukai oleh tungau seperti di sela-sela jari, tepi tangan, telapak tangan, pergelangan tangan, lengan bawah bagian volar, siku, ketiak, pusar, pinggang, paha, dan tepi kaki.
Skabies dapat dicegah dengan upaya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diantaranya yaitu menggunakan air bersih, mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, menggunakan jamban yang sehat, memperhatikan kebersihan higiene dan sanitasi, menghindari menggunakan barang pribadi secara bersamaan, menjaga kebersihan kulit, kaki tangan, dan kuku.
Referensi
Niode, N. J., Adji, A., Gazpers, S., Kandou, R. T., Pandaleke, H., Trisnowati, D. M., … & Tallei, T. E. (2022). Crusted scabies, a neglected tropical disease: case series and literature review. Infectious disease reports, 14(3), 479-491.
Anggreni, P. M. D., & Indira, I. G. A. A. E. (2019). korelasi faktor prediposisi kejadian skabies pada anak-anak di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali. E-Jurnal Medika, 8(6), 4-11.
https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2533/apakah-itu-kudis-scabies
Saputra, R., Rahayu, W., & Putri, R. M. (2019). Hubungan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan timbulnya penyakit scabies pada santri. Nursing News: Jurnal Ilmiah Keperawatan, 4(1).
Artikel ini sudah direview oleh:
Dewi Camellia, S. T
Tenaga Promkes Puskesmas Cikatomas
Puskesmas Cikatomas
Jl. Rumah Sakit No. 17, Pakemitan, Cikatomas, Tasikmalaya, Jawa Barat 46193
E-mail: pkm.cikatomas@gmail.com
Telp: 082317959903
