Memasuki musim penghujan, terjadi peningkatan intensitas air hujan yang turun dibandingkan dengan musim kemarau. Turunnya hujan patut disyukuri dan disambut dengan suka cita. Namun, di balik keindahannya, musim hujan juga membawa ancaman bagi kesehatan, salah satunya adalah penyakit malaria. Peningkatan curah hujan menciptakan genangan air yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk Anopheles sp, penyebab malaria. Dalam proses perkembangbiakannya, nyamuk ini akan melalui fase telur, larva, pupa, dan nyamuk. Fase telur, larva, dan pupa, berkembang dengan melakukan metamorfosis sempurna di permukaan air. Hujan terus menerus dapat mendukung perkembangbiakan nyamuk genus Anopheles sp, dan bukan tidak mungkin terjadi lonjakan kasus penyakit malaria.
Program kesehatan perlu digalakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus penyakit malaria. Untuk mencegah peningkatan kasus malaria, program kesehatan yang komprehensif sangat diperlukan. Program kesehatan melibatkan berbagai tahap, mulai dari analisis situasi, perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring dan evaluasi. Dalam waktu dekat ini, dapat dipastikan prioritas masalah kesehatan adalah penyakit malaria karena faktor lingkungan pada musim penghujan menjadi salah satu faktor meningkatnya angka kejadian malaria.

Program pengendalian malaria yang tengah dijalankan pastinya memerlukan monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan. Sebagai upaya untuk meningkatkan pengendalian malaria, Puskesmas Mangunreja baru-baru ini menggelar kegiatan Monev Program Malaria Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang berhasil dilaksanakan pada 26 November 2024. Berhasilnya acara ini tentunya tidak lepas dari bantuan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat yang turut mendampingi suksesnya acara ini. Kegiatan ini dihadiri oleh 12 peserta yang bukan hanya berasal dari tenaga kesehatan tetapi juga dari unsur-unsur petugas puskesmas dan UMKM setempat, yaitu Kepala Puskesmas Mangunreja, Kepala Sub Bagian TU, Penanggung Jawab Mutu, Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Perseorangan dan Penunjang (UKPP), Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) Esensial, Penanggung Jawab UKM Pengembangan, Programmer Penyakit Malaria, Programer Penyakit Tuberkulosis, Programmer Penyakit Hepatitis, dan Programmer Penyakit Tidak Menular (PTM).
Kiky Furbani Rizkillah, S.K.M., Epidemiolog Kesehatan Ahli Muda, membawakan materi yang dikemas dengan apik sehingga bisa dipahami oleh peserta. Ia menyampaikan materi mengenai, “Monitoring dan Evaluasi Program Penyakit Malaria,” selama 60 menit dengan rangkaian kegiatan berupa pemaparan materi, tanya jawab, dan sharing session melalui forum group discussion (FGD). Kegiatan Monev seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkala untuk memastikan program pengendalian malaria berjalan efektif. Dengan kerja sama yang baik antara petugas kesehatan, masyarakat, dan pemerintah, kita dapat menekan angka kasus malaria dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Artikel ini telah direview oleh:
Serli Nur Alindra AM. Keb, S.K.M.
Petugas Promosi Kesehatan
UPTD Puskesmas Mangunreja
Jalan Sukaraja No. 53. Telp. (0265) 544709



