Pernahkah kamu menyadari bahwa sehari bisa menghabiskan lebih dari 8 jam menatap layar? Mulai dari kuliah online, mengerjakan tugas, bekerja, scrolling media sosial, hingga menonton serial favorit sebelum tidur.
Bagi generasi muda, kehidupan digital memang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul ancaman kesehatan yang sering tidak disadari, yaitu peningkatan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Dulu hipertensi identik dengan orang tua. Kini, semakin banyak penelitian menunjukkan bahwa anak muda dan mahasiswa juga mulai mengalami tekanan darah tinggi, salah satunya dipengaruhi oleh gaya hidup digital yang menyebabkan aktivitas fisik semakin berkurang.
Lalu, bagaimana hubungan screen time dengan hipertensi? Mari kita bahas.
Apa Itu Screen Time?
Screen time adalah jumlah waktu yang dihabiskan seseorang untuk menggunakan perangkat elektronik yang memiliki layar, seperti:
- Smartphone
- Laptop
- Tablet
- Televisi
- Komputer
Pada mahasiswa, screen time sering kali mencapai:
- Kuliah: 3–5 jam
- Mengerjakan tugas: 2–4 jam
- Media sosial: 2–4 jam
- Streaming video: 1–3 jam
Totalnya bisa mencapai 10–14 jam per hari.
Mengapa Screen Time Berlebihan Berbahaya?
Masalah utamanya bukan hanya menatap layar.
Yang lebih berbahaya adalah kebiasaan yang menyertainya, seperti:
1. Duduk Terlalu Lama
Saat menggunakan gadget, tubuh cenderung diam dalam waktu lama.
Akibatnya:
- pembakaran kalori menurun
- metabolisme melambat
- sirkulasi darah kurang optimal
Kondisi ini meningkatkan risiko hipertensi.
2. Kurang Aktivitas Fisik
WHO merekomendasikan minimal:
- 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu.
Namun, banyak mahasiswa yang hanya berpindah dari:
Kasur → Kursi → Laptop → Smartphone.
Tubuh menjadi semakin tidak aktif.
3. Begadang
Paparan cahaya biru dari layar menghambat produksi hormon melatonin.
Akibatnya:
- sulit tidur
- kualitas tidur menurun
- durasi tidur lebih pendek
Kurang tidur diketahui berkaitan dengan peningkatan tekanan darah.
4. Stres Digital
Notifikasi yang terus muncul, deadline tugas, hingga informasi tanpa henti dapat meningkatkan stres.
Saat stres:
- hormon kortisol meningkat
- denyut jantung bertambah
- pembuluh darah menyempit
Jika berlangsung lama, tekanan darah ikut meningkat.
5. Makan Tanpa Sadar (Mindless Eating)
Banyak orang makan sambil:
- bermain HP
- menonton YouTube
- scrolling TikTok
Akibatnya:
- makan lebih banyak
- memilih makanan tinggi garam
- sering mengonsumsi minuman manis
Kebiasaan ini meningkatkan risiko obesitas dan hipertensi.
Bagaimana Screen Time Bisa Menyebabkan Hipertensi?
Hubungannya terjadi melalui beberapa mekanisme sekaligus.
Screen Time Tinggi
↓
Duduk terlalu lama
↓
Aktivitas fisik menurun
↓
Berat badan naik
↓
Resistensi insulin meningkat
↓
Pembuluh darah kurang elastis
↓
Tekanan darah meningkat
Selain itu, stres dan kurang tidur juga mempercepat proses tersebut.
Tanda-Tanda Hipertensi pada Anak Muda
Sayangnya, hipertensi sering tidak menimbulkan gejala.
Namun beberapa orang dapat mengalami:
- sakit kepala
- mudah lelah
- jantung berdebar
- pandangan kabur
- mimisan
- nyeri tengkuk
Banyak penderita baru mengetahui dirinya hipertensi setelah melakukan pemeriksaan tekanan darah.
Karena itu hipertensi sering disebut sebagai silent killer.
Siapa yang Paling Berisiko?
Risiko meningkat apabila memiliki kombinasi berikut:
- screen time lebih dari 8 jam sehari
- jarang olahraga
- sering begadang
- konsumsi makanan cepat saji
- minuman tinggi gula
- sering minum kopi berlebihan
- merokok
- obesitas
- memiliki riwayat hipertensi dalam keluarga
Semakin banyak faktor risiko yang dimiliki, semakin besar peluang mengalami hipertensi sejak usia muda.
Cara Mengurangi Risiko Hipertensi Akibat Gaya Hidup Digital
Kabar baiknya, risiko tersebut dapat dikurangi dengan perubahan kebiasaan sederhana.
1. Terapkan Aturan 30 Menit
Setiap 30 menit duduk:
- berdiri
- berjalan sebentar
- lakukan peregangan 2–5 menit
2. Kurangi Screen Time yang Tidak Perlu
Coba cek fitur Digital Wellbeing atau Screen Time pada smartphone.
Batasi penggunaan media sosial maksimal:
- 2–3 jam per hari
3. Rutin Berolahraga
Tidak harus pergi ke gym.
Pilihan sederhana:
- jalan cepat
- jogging
- bersepeda
- skipping
- workout di kamar
- naik turun tangga
Minimal 30 menit sehari.
4. Tidur yang Cukup
Usahakan tidur:
- 7–9 jam setiap malam.
Hindari penggunaan gadget sekitar 30–60 menit sebelum tidur agar kualitas istirahat lebih baik.
5. Perbanyak Minum Air Putih
Saat sibuk di depan laptop, banyak orang lupa minum.
Dehidrasi dapat memengaruhi fungsi tubuh dan membuat seseorang lebih mudah merasa lelah.
6. Pilih Camilan yang Lebih Sehat
Ganti camilan tinggi garam dengan:
- buah segar
- kacang tanpa garam
- yogurt rendah gula
- oatmeal
- edamame
7. Periksa Tekanan Darah Secara Berkala
Meski masih muda, lakukan pemeriksaan tekanan darah minimal satu kali setiap tahun.
Apabila memiliki faktor risiko, pemeriksaan dapat dilakukan lebih sering sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Mahasiswa Perlu Mulai Peduli
Banyak mahasiswa berpikir bahwa hipertensi hanya menyerang usia lanjut.
Padahal, pola hidup selama masa kuliah akan menentukan kondisi kesehatan pada masa depan.
Jika sejak usia 20-an sudah mengalami tekanan darah tinggi, risiko penyakit jantung, stroke, dan penyakit ginjal di usia produktif juga akan meningkat.
Karena itu, menjaga keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas fisik merupakan investasi kesehatan jangka panjang.
Kesimpulan
Teknologi telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, tetapi penggunaannya tetap perlu dikendalikan. Screen time yang terlalu tinggi sering kali disertai dengan kurang bergerak, begadang, stres, dan pola makan yang kurang sehat. Kombinasi faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan risiko hipertensi, bahkan pada anak muda.
Mulailah menerapkan kebiasaan sederhana seperti mengurangi waktu duduk, rutin berolahraga, tidur yang cukup, serta memeriksa tekanan darah secara berkala. Dengan begitu, kamu tetap bisa produktif di era digital tanpa mengorbankan kesehatan.
Author Profile
Latest entries
Edukasi KesehatanJuli 8, 2026Gaya Hidup Digital, Screen Time, dan Hipertensi: Ancaman Baru bagi Anak Muda
Mahasiswa KesmasJuli 8, 2026Checklist Skill Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Sebelum Wisuda: Sudah Siap Masuk Dunia Kerja?
Edukasi KesehatanJuli 7, 2026Hasil Tensi 130/80 Apakah Sudah Termasuk Hipertensi?
Mahasiswa KesmasJuli 7, 2026Skill Freelance yang Cocok untuk Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Tahun 2026


