Covid-19 Belum Usai, Cacar Monyet Hadir Menjadi Mimpi Buruk Indonesia

Sumber: bola.com

Cacar monyet (monkeypox) belakangan menjadi topik hangat di tengah masyarakat setelah beredar kabar virus tersebut telah menyebar sampai ke Indonesia. Belum tuntas terkait Covid-19, Indonesia kini dihadapkan dengan persoalan baru untuk mengatasi virus cacar monyet yang dikabarkan belum memiliki obat dan sangat berbahaya hingga mampu merenggang nyawa. Cacar monyet sendiri merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus human monkeypox (MPXV) orthopoxvirus dari famili poxviridae yang bersifat highlipatogenik atau zoonosis. Tingkat besar kecilnya dampak infeksi monkeypox bergantung pada tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan komplikasi penyakit. Risiko kematian akibat infeksi monkeypox berdasarkan data historis dapat mencapai 0-11% di populasi umum, namun dapat menjadi lebih tinggi di kelompok anak-anak. Dikabarkan, sampai saat ini belum terdapat pengobatan khusus atas penyakit cacar monyet. Hal ini tentu mengingatkan kita mengenai Covid-19 lalu yang telah banyak merenggut nyawa masyarakat, membuat masyarakat berspekulasi bahwa virus ini akan merebak dan akhirnya pemerintah tak mampu menangani hingga nyawa berjatuhan. Bagaimana dengan langkah awal pemerintah dalam menangani kasus cacar monyet ini? Apakah pemerintah akan mengulang kesalahan yang sama ketika menghadapi pandemi Covid-19? Sebab, keberadaan cacar monyet pun mulai membuat cemas seluruh lapisan masyarakat.


Sebagaimana berdasarkan data per 28 September 2022, estimasi kasus konfirmasi monkeypox mencapai 67.539 kasus dengan total kematian 27 orang tersebar di 105 negara. Di Indonesia, jumlah total dugaan kasus monkeypox tercatat sekitar 75 kasus, terdiri dari 1 kasus konfirmasi, 1 kasus suspek, dan 73 kasus discarded. Meskipun cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya dalam rentang waktu 2-4 minggu, pengidap lebih baik dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat. Hal itu disebabkan oleh tetap adanya kemungkinan timbul komplikasi lainnya. Pencegahan penyakit cacar monyet secara efektif bergantung pada pembatasan kontak dengan pasien atau hewan yang terinfeksi dan membatasi paparan melalui pernapasan bagi pasien yang terinfeksi. Lantas, apakah pemerintah telah berupaya mengatasi permasalahan ini?


Menanggapi kasus cacar monyet pertama di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerapkan kebijakan pada pintu masuk serta pelabuhan laut yakni melakukan sistem surveilans guna mencegah cacar monyet masuk lebih banyak lagi. Kemenkes juga sudah menyiapkan aturan baru terkait cacar monyet ini. Dikarenakan cacar monyet merupakan penyakit yang menyerang populasi, maka biaya akan ditanggung pemerintah dan dapat ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.


Tak hanya itu, Pemerintah telah memesan vaksin cacar monyet sebanyak dua ribu dosis dari Denmark, Bavarian Nordic. Dikabarkan vaksin tersebut akan didistribusikan akhir tahun 2022. Namun, vaksin tersebut berjumlah terbatas dan hanya akan diberikan kepada beberapa kalangan warga saja.


Ketua Satgas monkeypox (cacar monyet) PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Hanny Nilasari, SpKK mengungkapkan bahwa pihaknya merekomendasikan vaksin cacar monyet untuk kelompok tertentu. Adapun kelompok tersebut di antaranya adalah tenaga kesehatan dan populasi yang berisiko tinggi terkena cacar monyet.


“Dari Satgas monkeypox PB IDI merekomendasikan pemberian vaksin ini tidak kepada seluruh masyarakat, tetapi untuk indikasi terbatas. Artinya, pasien-pasien yang memang berkontak erat dan kemudian juga tenaga kesehatan dan populasi berisiko tinggi untuk mendapatkan kasus-kasus ini, tentunya itu yang menjadi prioritas utama,” ujarnya dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/9/2022).


dr Hanny juga menyebutkan bahwa vaksin cacar monyet tak 100 persen mencegah risiko infeksi cacar monyet. Meski begitu, orang yang sudah mendapatkan vaksin dan terpapar cacar monyet, diharapkan tidak mengalami gejala berat dan komplikasi. Sebagaimana paparan beliau dalam konferensi pers virtual pada Rabu (20/9/2022),


“Sebetulnya vaksinasi ini tidak bisa meniadakan infeksinya 100 persen tetapi tentunya kita berharap komplikasi yang didapatkan pasien-pasien tersebut menjadi lebih ringan. Kalau pun terinfeksi, tidak akan ada komplikasinya,” jelasnya.


Melihat langkah preventif dan kuratif yang cukup baik dari pemerintah dalam hal menghadapi munculnya fenomena penyakit cacar monyet ini, tentu menimbulkan efek positif oleh masyarakat. Masyarakat pun mengikuti tiap arahan dan melindungi diri sendiri setelah berkaca dari pandemi sebelumnya. Barangkali, setelah melewati pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia sudah bersiap diri dan terbiasa dengan larangan bepergian dan mengutamakan kesehatan.


Upaya yang telah dikerahkan hingga saat ini dari pemerintah untuk mencegah virus monkeypox makin meningkat, tidak akan berhasil apabila masyarakat tidak cukup andil dalam pelaksanaannya. Upaya yang sudah cukup baik tersebut tidak akan berhasil jika masyarakat sendiri yang tidak mengindahkannya. Oleh karena itu, ayo bersama kita jaga dan cegah bersama sembari membentengi diri dari segala kemungkinan yang terjadi. Jangan lakukan kesalahan dua kali sampai ada yang jatuh mati.


Yolla Dwi Fitri


Referensi:
Unit Pelayanan Kesehatan Kementerian Republik Indonesia. 2021. Kemenkes Bersiap Menghadapi Cacar Monyet. Diakses melalui https://upk.kemkes.go.id/new/kemenkes-bersiap-menghadapi-cacar-monyet-

Kompas 2022. Pemerintah Sebut Kasus Cacar Monyet di Indonesia Melandai. Diakses melalui
https://www.kompas.com/tren/read/2022/10/02/163000165/pemerintah-sebut-kasus-cacar-monyet-di-indonesia-melandai

Perpustakaan Geologi UGM. 2022. Cacar Monyet di Indonesia dan Dunia Akankah Jadi Pandemi Juga. Diakses melalui https://egsa.geo.ugm.ac.id/2022/09/07/cacar-monyet-di-indonesia-dan-dunia-akankah-jadi-pandemi-juga/

Yuk Share Postingan Ini:
UKPM Pena FKM Univ. Andalas
UKPM Pena FKM Univ. Andalas

Unit Kegiatan Pers Mahasiswa
Fakultas Kesehatan Masyarakat Universita Andalas

Articles: 34

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *