Pencegahan Stunting Dimulai dari Pemantauan di Posyandu
Upaya mencegah dan mempercepat penurunan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah desa, hingga keluarga. Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan adalah memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara rutin agar masalah kesehatan dan gizi dapat ditemukan sejak dini.
Puskesmas Gunungtanjung melaksanakan kegiatan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Posyandu Neglasari, Desa Jatijaya, dan menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada pemantauan kesehatan ibu dan anak.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB. Masyarakat, khususnya orang tua balita dan kader Posyandu, menunjukkan keterlibatan yang aktif selama kegiatan berlangsung.
Puskesmas Gunungtanjung Bersama Masyarakat

Puskesmas Gunungtanjung menjadi penyelenggara kegiatan dengan Programer Gizi sebagai penanggung jawab. Pelaksanaan kegiatan melibatkan beberapa tenaga kesehatan yang bekerja bersama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Petugas yang terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu Nai Nuryanti, A.Md.Keb. sebagai Bidan Desa Jatijaya, H. Uwen Suwendi, S.Kep., Ners sebagai Kepala Pustu Desa Jatijaya, Pipit Parlina, S.KM sebagai Programer Gizi, serta Gilang Permata Dewi, S.KM sebagai Programer Kesehatan Lingkungan.
Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa pencegahan stunting tidak hanya berkaitan dengan pemberian makanan kepada anak. Tenaga kesehatan juga perlu memperhatikan pertumbuhan, status gizi, imunisasi, lingkungan, pola asuh, serta kondisi kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh.
Pemantauan Pertumbuhan Balita Dilakukan Secara Rutin
Salah satu kegiatan utama di Posyandu Neglasari adalah pemantauan pertumbuhan balita. Petugas melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan anak dari waktu ke waktu.
Pemantauan secara rutin membantu petugas dan orang tua mengetahui apakah pertumbuhan anak berjalan sesuai dengan kondisi yang diharapkan. Apabila petugas menemukan adanya pertumbuhan yang perlu mendapat perhatian, petugas dapat melakukan penelusuran dan memberikan edukasi maupun tindak lanjut sesuai kebutuhan anak.
Orang tua juga memiliki peran penting dalam kegiatan ini. Dengan membawa anak ke Posyandu secara rutin, orang tua dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan anak dan mengetahui langkah yang dapat dilakukan untuk mendukung pertumbuhan serta kesehatan anak.
Mengenali Risiko Masalah Gizi Sejak Dini
Kegiatan Posyandu juga membantu petugas mengidentifikasi bayi dan balita yang memiliki risiko mengalami masalah gizi. Deteksi dini memungkinkan tenaga kesehatan melakukan tindak lanjut sebelum masalah berkembang menjadi kondisi yang lebih berat.
Petugas melakukan pemantauan status gizi dan memberikan perhatian kepada anak yang membutuhkan pemantauan lebih lanjut. Hasil pemantauan dapat menjadi dasar untuk memberikan edukasi kepada keluarga maupun melakukan rujukan apabila ditemukan masalah kesehatan atau gizi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah tersebut penting karena kondisi gizi anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Asupan makanan, pola asuh, kondisi kesehatan, kebersihan lingkungan, sanitasi, serta penyakit infeksi dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pemantauan PMT dan Pemberian Vitamin A
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga melakukan pemantauan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada sasaran yang telah ditentukan. Pemberian PMT menjadi salah satu bentuk dukungan bagi anak yang membutuhkan perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan gizinya.
PMT juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan makanan bergizi kepada anak dan orang tua. Melalui edukasi langsung, orang tua dapat memahami bahwa makanan sehari-hari perlu mengandung beragam zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
Selain PMT, petugas memberikan Vitamin A sesuai sasaran. Pemberian vitamin dan pemantauan status kesehatan anak menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan dan mendukung tumbuh kembang anak.
Memastikan Status Imunisasi Anak

Petugas juga melakukan pengecekan status imunisasi anak. Imunisasi menjadi salah satu upaya penting untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit tertentu yang dapat mengganggu kesehatan dan tumbuh kembang anak.
Melalui pengecekan di Posyandu, petugas dapat mengetahui apakah terdapat anak yang belum mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Apabila terdapat hal yang perlu ditindaklanjuti, petugas dapat memberikan informasi kepada orang tua mengenai langkah berikutnya.
Dengan demikian, pelayanan Posyandu tidak hanya berfokus pada berat dan tinggi badan. Petugas juga memperhatikan berbagai aspek kesehatan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Ibu Hamil Juga Mendapat Perhatian
Pencegahan stunting tidak hanya dimulai ketika anak lahir. Kesehatan dan status gizi ibu selama kehamilan juga menjadi bagian penting dalam upaya mendukung pertumbuhan anak sejak awal kehidupan.
Karena itu, kegiatan di Posyandu Neglasari juga mencakup pemeriksaan dan pemantauan ibu hamil. Petugas memberikan edukasi mengenai gizi dan kesehatan selama kehamilan agar ibu dapat memahami pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga kondisi kesehatan selama masa kehamilan. Perhatian terhadap kesehatan ibu sejak kehamilan dapat menjadi bagian dari upaya mempersiapkan tumbuh kembang anak yang lebih baik.
Edukasi Orang Tua Menjadi Bagian Penting
Selain pemeriksaan, tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada orang tua mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan anak. Materi edukasi mencakup pemenuhan gizi, pola asuh, kebersihan, sanitasi, serta pencegahan penyakit.
Petugas juga mengingatkan pentingnya ASI eksklusif, pemberian MP-ASI yang sesuai, dan penerapan pola makan bergizi seimbang. Orang tua dapat menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan usia dan kebutuhan anak.
Edukasi secara langsung memberikan kesempatan kepada orang tua untuk bertanya mengenai kondisi anak. Dengan komunikasi yang baik antara keluarga, kader, dan tenaga kesehatan, orang tua dapat lebih memahami kebutuhan anak dan mengambil langkah yang tepat ketika menemukan masalah.
Keterlibatan Masyarakat Menjadi Kekuatan Posyandu
Salah satu hal yang menarik dalam kegiatan ini adalah keterlibatan masyarakat yang aktif, terutama kader Posyandu dan orang tua balita. Kader membantu mendukung pelaksanaan kegiatan sehingga pelayanan dapat berjalan dengan tertib.
Partisipasi masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam keberlanjutan program kesehatan. Posyandu dapat menjadi tempat masyarakat memperoleh informasi sekaligus melakukan pemantauan kesehatan secara rutin.
Deteksi Dini dan Rujukan bagi Sasaran yang Membutuhkan
Apabila petugas menemukan balita atau ibu yang memiliki masalah kesehatan maupun gizi, petugas dapat memberikan tindak lanjut sesuai kondisi. Salah satu bentuk tindak lanjut tersebut adalah memberikan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan yang lebih lengkap.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam pencegahan stunting. Deteksi dini tanpa tindak lanjut tidak akan memberikan hasil yang optimal, sehingga keluarga perlu mengikuti arahan tenaga kesehatan apabila anak atau ibu membutuhkan pemeriksaan tambahan.
Harapan untuk Penurunan Stunting di Desa Jatijaya
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi dan kesehatan anak. Orang tua juga diharapkan rutin memantau pertumbuhan anak melalui Posyandu. Puskesmas Gunungtanjung berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar masalah gizi dan pertumbuhan anak dapat diketahui sejak dini dan segera ditangani. Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama Puskesmas, kader Posyandu, pemerintah desa, dan keluarga, tumbuh kembang anak dapat dipantau dengan lebih baik.
Artikel ini telah direview oleh:
Nita Nur Arifin,S.KM
Tenaga Promkes dan Ilmu Perilaku Puskesmas Gunungtanjung
Puskesmas Gunungtanjung:
JL Raya Gunungtanjung Nomor 17, Kecamatan Gunungtanjung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kode pos 46197
Author Profile

- Terry Triyana, A.Md., S.ST adalah seorang Perekam Medis dan Informasi Kesehatan yang bekerja di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung. Memiliki minat dalam bidang rekam medis elektronik (RME), sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS), mutu pelayanan kesehatan, dan literasi kesehatan masyarakat.
Latest entries
Berita KesehatanAgustus 21, 2026Dari Posyandu untuk Generasi Sehat: Upaya Puskesmas Gunungtanjung Cegah Stunting
Berita KesehatanAgustus 14, 2026ISPA di Sekitar Kita: Kenali, Cegah, dan Tangani dengan Tepat
Berita KesehatanAgustus 13, 202610 Besar Penyakit Puskesmas Gunungtanjung Periode Juli 2026
Berita KesehatanAgustus 8, 2026Skrining Tuberkulosis (TB) untuk Lindungi Generasi Masa Depan



