Hati-hati kurang tidur saat puasa, hindari begadang!

Tidur adalah cara untuk mengatasi lelah setelah beraktivitas sepanjang hari.

Salah satu kebutuhan manusia adalah tidur. Sebagian besar orang percaya bahwa tidur adalah cara untuk melepaskan dan mengatasi lelah mereka setelah beraktivitas sepanjang hari. Namun, banyak orang yang mengabaikan tidur. Kebiasaan kurang tidur ini jika dilakukan terus menerus akan sangat berbahaya bagi tubuh  dan sangat berisiko bagi kesehatan. Ketika memasuki bulan Ramadhan, sebagian orang rentan dengan kurang tidur karena harus bangun sahur, bahkan beberapa orang ada yang begadang dengan alasan bekerja atau agar tidak kesiangan saat sahur.

Lalu, apa saja dampak yang mungkin akan terasa oleh tubuh seseorang jika melakukan aktivitas begadang saat bulan puasa ?

• Penurunan konsentrasi atau menurunnya tingkat konsentrasi

Dampak pertama karena begadang di malam hari membuat  kurang fokus. Pusing, sakit kepala, dan kurangnya konsentrasi adalah gejala yang umum disebabkan oleh ketidakmampuan otak untuk beristirahat dengan benar saat puasa. Maka dari itu tidur cukup serta tidak begadang bisa menjadi salah satu solusi.

• Risiko terkena tekanan darah tinggi atau hipertensi

Ketika kurang tidur, kinerja tubuh dalam mengatur hormon stres, kortisol dan adrenalin, menurun sehingga mengakibatkan stres. Stress kemudian memicu terjadinya kenaikan tekanan darah.

• Pusing dan sakit kepala

Kondisi yang satu ini tidak bisa dianggap remeh. Sakit kepala menyebabkan rasa ketidaknyamanan pada tubuh dan sangat menggangu aktivitas sehari-hari baik itu bekerja, sekolah, ataupun aktivitas lainnya. Gejala awal yang umum dirasakan adalah pusing dan mual. Ada Beberapa teori menyebutkan pusing yang timbul adalah dehidrasi ketika begadang. Apalagi ketika bulan puasa kita juga tidak minum selama beberapa jam. Tak terbayang jika setelah lelah berpuasa seharian cairan berkurang malamnya melakukan aktivitas begadang tubuh akan sangat lemas, dan ujung-ujungnya bisa timbul rasa sakit kepala. Oleh karena itu mencukupi cairan dengan cara minum dan mengonsumsi makanan yang bergizi penting untuk menjadi sebuah solusi atau menghindari pusing dan sakit kepala setelah begadang.

• Penyebab maag sering kambuh serta asam lambung naik

Penyakit maag bukan hanya disebabkan oleh pola makan yang tidak baik. Namun, pola tidur juga bisa menjadi salah satu faktor penyebabnya. Asam lambung naik memang tidak disebabkan secara langsung oleh aktivitas kurang tidur. Akan tetapi apabila dalam aktivitas begadang disertai merokok dan minum kopi hal itulah yang bisa menjadi risiko penyakit lambung. Terlalu sering mengonsumsi kopi sembari begadang bisa menyebabkan penyakit lambung, hal ini terjadi karena kandungan kafein dalam kopi. Kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan melemahkan esofagus bagian bawah, katup yang berfungsi mencegah asam lambung naik ke kerongkongan. Hal ini bisa memperburuk gejala GERD, seperti rasa terbakar di dada dan ketidaknyamanan pada  perut.

Itu dia beberapa dampak yang dirasakan oleh tubuh saat kita kurang tidur dan terlalu sering begadang saat bulan puasa. Jika memang tidak ada hal yang lebih penting, alangkah bijaknya kita untuk beristirahat di malam hari agar tubuh tetap fresh di pagi hari. Namun apabila terpaksa untuk begadang karena ada hal penting dan terasa dampak-dampak terhadap tubuh seperti yang dijelaskan pada artikel di atas. Segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Sumber :

Daulay, M., & Sidabutar, S. (2020). Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Lansia di Puskesmas BP. Nauli Pematangsiantar Tahun 2019.

Halodoc.2024. Tips mengatur pola tidur saat puasaKemenkes. 2024. Atur pola tidur saat puasa

Yuk Share Postingan Ini:
Galih Galistan Tirtana
Galih Galistan Tirtana
Articles: 8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *