Healthy and Active Ageing, International Respati Health Conference 2019 Sukses Digelar
International Respati Health Conference (IRHC) dengan tema “Healthy and Active Ageing” ini sukses digelar pada Senin, 22 Juli 2019 di Hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta.

International Respati Health Conference (IRHC) ini pertama kali diadakan oleh Yayasan Respati dengan tema “Healthy and Active Ageing”. IRHC ini diadakan pada hari Senin, 22 Juli 2019 di hotel Grand Dafam Rohan Yogyakarta.

International Respati Health Conference yang bersekretariat di Universitas Respati Yogyakarta (UNRIYO) ini tidak hanya diikuti oleh dosen dan mahasiswa UNRIYO saja, tetapi juga dosen dan mahasiswa yang dengan antusias datang dari Universitas Respati Indonesia (Jakarta), Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sumedang, Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Tasikmalaya dan juga Participant umum lainnya dengan  jumlah peserta sekitar ± 400-500 orang.

Peserta IRHC Unriyo Jogja

IRHC ini sangat spesial karena dihadiri oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Ibu Prof. Dr. dr. Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, SpM dan President of Active Ageing Consortium Asia Pacific (ACAP) dari USA,Prof. Kathryn Braun sebagai keynote speakers pada acara kali ini.

Dalam hal ini para keynote speakers menyampaikan beberapa hal mengenai “Healthy and Active Ageing”, yaitu lansia yang sehat dan aktif, yang mana dikatakan oleh para keynote speakers kita tentang harapannya yaitu meningkatnya angka Usia Harapan Hidup. Usia harapan hidup rata-rata di Indonesia meningkat menjadi 71 tahun. Untuk pria adalah 69 tahun dan wanita adalah 74 tahun. Walaupun usia harapan ini cukup tinggi tetapi usia sehat masih tergolong rendah.

BACA JUGA:  Cegah DBD, Masyarakat Leuweunggajah Bersama Puskesmas Ciledug Gelar Saber PSN

Untuk itu pada tahun 2035 mengenai Bonus Demografi diharapkan Usia Harapan Hidup ini memadai untuk membantu para lansia, juga tentunya usia produktif yang benar-benar sehat dapat terus meningkat. Karena kita tahu permasalahan kesehatan di Indonesia baik mulai dari penyakit menular maupun tidak menular ini membuat biaya yang dikeluarkan banyak.

Menurut Riskesdas tahun 2018 dinyatakan bahwa kasus DM (Diabetel Millitus) meningkat, juga penyakit dementia (pikun) di Indonesia juga banyak, yang mana penyakit-penyakit tersebut sudah pasti diderita oleh lansia pada umumnya.

Di Jepang anak-anak dewasa muda mulai memotong asuransi untuk masa tua mereka, yang setelah dihitung pengeluarannya sekitar 40-50jt/tahun. Jadi pada saat bonus demografi lansia harus tetap sehat, usia produktif harus sehat dan bayi yang dilahirkan juga harus sehat.

Untuk itu kita perlu mempersiapkan bonus demografi mulai dari sekarang, dimulai dari pasangan muda yaitu merencanakan perkawinan sebaik-baiknya, tentukan jumlah anak agar berkualitas baik pendidikan maupun kesehatannya.

Disini disinggung juga tentang stunting, bapak Presiden Joko Widodo telah menyatakan bahwa stunting di Indonesia telah turun dari 37% menjadi 30%, pesan dari bapak Jokowi yaitu stunting tidak boleh ada, jika dari WHO dinyatakan 20% maka Indonesia harus berada dibawah angka itu atau bahkan tidak ada sama sekali. Oleh karena itu pasangan muda harus mulai mempersiapkan golden age pada anaknya, yang meliputi ASI, MPASI dan kasih sayang.

BACA JUGA:  Promkes Puskesmas Krangkeng Edukasi Pengunjung Tentang Kesehatan Lansia

Dalam hal ini perlu mendorong promotif, preventif dan perlu juga kuratif, yaitu pendekatan keluarga, deteksi dan edukasi. Disini kita mengharapkan puskesmas sebagai layanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat untuk membangun atau bahkan mengembangkan posyandu lansia. Sebagai contoh di satu daerah di NTB ada posyandu yang benar-benar terpadu mulai dari anak, remaja bahkan sampai lansia. Mari dukung lansia yang aktif dan sehat dan jangan lupa lakukan GERMAS (Gerakan Mayarakat Hidup Sehat) yaitu dengan dengan menjaga pola hidup agar tetap sehat dan kuat.

Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 – 13.30 WIB ini memiliki banyak hal menarik mengenai para lansia, terutama mengenai lansia yang sebenarnya ingin diperhatikan dan dihargai. Karena dengan begitu lansia akan merasa senang dan mulai memikirkan cara bagaimana agar lansia tersebut tetap sehat dan tetap bertahan lama di dunia ini.

Dengan adanya International Respati Health Conference ini mari jadi anak yang ramah lansia, cucu yang ramah lansia untuk Indonesia sehat dan sejahtera, seperti yang disampaikan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemda DIY, Bapak Tri Saktiyana melalui sambutannya dalam International Respati Health Conference ini.

Foto Bersama Peserta IRHC Unriyo Jogja


Tim Reporter:
– Charista Millenia Bintari,
– Dika Hendrayana, dan
– Hanifatul Mukaromah,

Mahasiswa S1-Kesehatan Masyarakat,
Universitas Respati Yogyakarta

(Visited 206 times, 1 visits today)