Pemberdayaan Keluarga Melalui Konseling Dan Komunikasi Efektif Dalam Upaya Penanganan Serta Pencegahan Hipertensi

Dosen dan Mahasiswa FIKes Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA melaksanakan kegiatan Pemberdayaan Keluarga Melalui Konseling Dan Komunikasi Efektif Dalam Upaya Penerapan PHBS, Penanganan Serta Pencegahan Hipertensi di Desa Sasak Panjang Kabupaten Bogor pada hari Minggu, 19 Februari 2023 di Posyandu Desa Sasak Panjang, Perum Pondok Mutiara Blok C1, Tajurhalang, Bogor.

Kegiatan ini merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang dibuat dalam bentuk pemeriksaan Kesehatan dan Konseling Gizi. Kegiatan ini dihadiri oleh 30 responden yang merupakan masyarakat sekitar di Desa Sasak Panjang. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar atas kerja sama dosen FIKES sebagai narasumber dan konselor, mahasiswa FIKES UHAMKA sebagai pendukung teknis kegiatan dan dukungan dari pihak Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Sasak Panjang dalam membantu berlangsungnya kegiatan sesuai dengan target dan tujuan. Kegiatan ini diisi oleh dosen FIKes UHAMKA yaitu Widya Asih Lestari, S.Gz., MKM dan Awaluddin Hidayat, M.KL serta didampingi oleh 3 mahasiswa FIKES.

Kegiatan diawali dengan Jalan sehat yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Kegiatan berikutnya 30 responden dibagikan kartu pemeriksaan Kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan tekanan darah dan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) yang bertujuan untuk mengetahuai status tekanan darah tinggi dan status gizi.

Tahap berikutnya adalah konseling gizi. Pelaksanaan konseling gizi dipandu oleh Widya Asih Lestari, S,Gz., MKM dan tim dosen lainnya sebagai konselor. Komunikasi 2 arah dilakukan oleh konselor dan individu membahas hasil pengukuran tekanan darah dan status gizi. Sebanyak 30 peserta seluruhnya melakukan konseling gizi secara bergantian. Proses konseling dimulai dari penggalian permasalahan pasien, diagnose gizi, rencana intervensi, hingga rencana monitoring dan evaluasi.

Berdasarkan hasil pengukuran, diperoleh sebanyak 66% peserta memiliki tekanan darah tinggi dan 57% memiliki status gizi lebih. Sedangkan berdasarkan hasil konseling, sebagian besar peserta tidak melakukan gaya hidup sehat. Kecenderungan pola makan mengarah pada makanan tinggi energi, lemak, dan natrium seperti gorengan, mie ayam, bakso, serta makanan bersantan. Asupan serat seperti buah dan sayur juga tergolong jarang dikonsumsi. Jika ditarik kesimpulan gaya hidup yang tidak sehat seperti kurangnya aktifitas fisik, makanan tinggi energi, lemak, dan natrium, serta kurangnya asupan serat dapat menjadi faktor penyebab tingginya tekanan darah pada responden di Desa Sasak Panjang.

Pada sesi konseling, konselor juga memberikan edukasi berupa penanganan tekanan darah tinggi atau biasa disebut dengan Hipertensi berupa pengaturan makanan, makanan yang diperbolehkan dan makanan yang perlu dibatasi atau bahkan dihindari. Selain itu edukasi berupa pola hidup bersih dan sehat juga diberikan agar responden untuk bisa lebih sehat, bugar, dan produktif.

Pada akhir kegiatan, pihak posyandu diberikan poster edukasi  dan buku saku tentang Pencegahan dan Penanganan Hipertensi di Keluarga. Pihak Posyandu menyampaikan bahwa mereka sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Mereka berharap masyarakat sekitar lebih peduli dengan kesehatannya terutama pada tekanan darah agar lebih terkontrol.  

Yuk Share Postingan Ini:
Kesmas.ID
Kesmas.ID
Articles: 673

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *