Penguatan Kader Dalam Optimalisasi Pencegahan Stunting Di Desa Sirnajaya

Pada tanggal 3 Juli 2024 KKN 24 Universitas Siliwangi mengadakan kegiatan penguatan dan pemahaman kader dalam optimalisasi peran kader kesehatan untuk pencegahan stunting dengan gerakan 1000 hari pertama kehidupan. Kegiatan ini dilaksanakan di aula Desa Sirnajaya dan dihadiri oleh 30 orang perwakilan posyandu, yang mana setiap posyandu yang ada di Desa Sinarjaya mengirimkan 3 orang sebagai perwakilan. Selain itu kegiatan ini dihadiri pula oleh narasumber bidan Euis Kartina, S. ST yang bertugas sebagai Bidan Koordinator UPTD Puskesmas Sukaraja, Annisa Puspitasari, S. Gz bertugas sebagai Nutrisionis UPTD Puskesmas Sukaraja, dan Agneta Juwanita, S. KM bertugas sebagai Promkes UPTD Puskesmas Sukaraja.

Materi pertama disampaikan oleh Bidan Euis Kartina, S. ST mengenai pentingnya 1000 hari pertama kelahiran. 1000 hari pertama kelahiran merujuk pada 1000 hari kehidupan seseorang sejak lahir, biasanya dimulai sejah hari kelahiran hingga seorang anak mencapai usia 2 tahun. Periode ini juga disebut dengan periode emas karena terjadi pertumbuhan otak yang sangat pesat pada anak. Pemberian nutrisi dan stimulasi yang memadai pada saat ini sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Kekurangan nutrisi dan stimulasi dapat berdampak negatif hingga mempengaruhi potensi anak di masa dewasa.

Penguatan Kader Dalam Optimalisasi Pencegahan Stunting Di Desa Sirnajaya

Materi kedua disampaikan oleh Annisa Puspitasari, S. Gz mengenai MPASI. MPASI (Makanan Pendamping Asi) adalah makanan yang mudah dikonsumsi dan dicerna oleh bayi. MPASI sangat penting dalam perkembangan bayi kerena memberikan nutrisi tambahan yang diperlukan bayi ketika telah mencapai usia sekitar 6 bulan. Selain memberikan nutrisi, MPASI dapat juga membentuk kebiasaan makan sehat, mengembangkan ketrampilan motorik, hingga membangun kemandirian pada bayi. Jenis makanan yang baik untuk awal MPASI adalah makanan yang mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, dan sayuran serta buah-buahan.

Penguatan Kader Dalam Optimalisasi Pencegahan Stunting Di Desa Sirnajaya

Materi terakhir disampaikan oleh Agneta Juwanita, S. KM mengenai ILP. ILP (Posyandu Integrasi Layanan Primer) adalah kegiatan pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk menguatkan pelayanan kesehatan di wilayah desa. ILP dapat dihadiri oleh semua kalangan masyarakat baik bayi, balita, ibu hamil, remaja, calon pengantin, usia produktif sampai lansia. Kegiatan ILP memberikan pelayanan berupa skrining penyakit tidak menular seperti pemeriksaan tekanan darah, lingkar perut, cek gula darah, konseling kesehatan dan sebagainya.

Kegiatan ini berlangsung dari jam 09.00 WIB hingga 12.00 wib. Harapan dengan diselenggarakannya kegiatan ini, para kader kesehatan paham akan pentingnya 1000 hari pertama kelahiran dalam pencegahan stunting dan dapat menyampaikan kembali materi yang telah diberikan baik mengenai 1000 hari pertama kelahiran, MPASI, dan juga IPL kepada masyarakat.

Yuk Share Postingan Ini:
sisniwati
sisniwati
Articles: 7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *