Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah merupakan salah satu upaya untuk membentuk kebiasaan sehat pada peserta didik sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, aman, dan mendukung kesehatan. PHBS tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga mencakup berbagai perilaku yang dilakukan secara sadar untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa PHBS merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikkan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran sehingga seseorang atau kelompok mampu menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. PHBS juga diterapkan dalam berbagai tatanan, salah satunya adalah lingkungan sekolah.
Apa Itu PHBS di Sekolah?
PHBS di sekolah merupakan upaya memberdayakan siswa, guru, dan masyarakat di lingkungan sekolah agar mengetahui, mau, dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan dalam mewujudkan sekolah yang sehat.
Sekolah menjadi lingkungan yang penting dalam penerapan PHBS karena siswa melakukan berbagai aktivitas sehari-hari di dalamnya. Kebiasaan yang dibentuk melalui pendidikan dan pembiasaan dapat menjadi bagian dari perilaku kesehatan siswa.
Namun, PHBS di sekolah tidak cukup hanya disampaikan melalui penyuluhan. Agar dapat diterapkan, siswa membutuhkan contoh, dukungan guru, fasilitas yang memadai, serta lingkungan sekolah yang memungkinkan perilaku sehat dilakukan secara konsisten.
WHO juga menempatkan sekolah sebagai salah satu lingkungan strategis untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak dan remaja. Pendekatan health-promoting school menggunakan pendekatan menyeluruh yang melibatkan kebijakan, lingkungan sekolah, pendidikan, layanan kesehatan, serta keterlibatan komunitas.
Contoh PHBS di Sekolah
Kementerian Kesehatan mencantumkan sejumlah indikator atau contoh perilaku PHBS di lingkungan sekolah. Beberapa di antaranya adalah mencuci tangan dengan sabun, mengonsumsi jajanan sehat, menggunakan jamban yang bersih dan sehat, melakukan olahraga secara teratur, memberantas jentik nyamuk, tidak merokok di lingkungan sekolah, serta membuang sampah pada tempatnya.
1. Mencuci Tangan dengan Sabun
Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan salah satu kebiasaan penting dalam PHBS. Siswa dapat dibiasakan menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah makan serta setelah menggunakan toilet.
Sekolah perlu mendukung kebiasaan tersebut dengan menyediakan sarana cuci tangan dan memastikan fasilitasnya dapat digunakan serta dipelihara dengan baik.
Air, sanitasi, dan higiene atau Water, Sanitation and Hygiene (WASH) merupakan bagian penting dari lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan dan pembelajaran. WHO, UNICEF, dan UNESCO menekankan bahwa peningkatan WASH di sekolah perlu dilakukan melalui pendekatan seluruh sistem sekolah, bukan hanya melalui penyediaan fasilitas.
2. Mengonsumsi Jajanan yang Sehat
Konsumsi jajanan sehat merupakan salah satu contoh PHBS di sekolah yang disebutkan oleh Kementerian Kesehatan. Siswa perlu memperoleh edukasi agar memahami pentingnya memperhatikan kebersihan dan keamanan makanan serta minuman yang dikonsumsi.
3. Menggunakan Jamban yang Bersih dan Sehat
Penggunaan jamban yang bersih dan sehat merupakan bagian dari PHBS di sekolah. Siswa perlu dibiasakan menggunakan toilet dengan benar, menjaga kebersihannya, dan mencuci tangan setelah menggunakan toilet.
WHO menjelaskan bahwa air, sanitasi, dan higiene yang aman dan dapat diandalkan merupakan kondisi penting bagi lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan dan perkembangan anak.
4. Membuang Sampah pada Tempatnya
Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh warga sekolah. Siswa dapat berperan dengan membuang sampah pada tempat yang disediakan dan menjaga kebersihan ruang kelas maupun lingkungan sekolah.
Kebiasaan tersebut sebaiknya didukung dengan ketersediaan fasilitas pembuangan sampah dan pengelolaan kebersihan lingkungan yang baik.
5. Melakukan Aktivitas Fisik
Aktivitas fisik juga menjadi bagian dari perilaku hidup sehat. Siswa dapat melakukan aktivitas fisik melalui pembelajaran pendidikan jasmani, olahraga, permainan aktif, atau kegiatan lain yang sesuai dengan usia dan kondisi siswa.
6. Memberantas Jentik Nyamuk
Kementerian Kesehatan memasukkan pemberantasan jentik nyamuk sebagai salah satu contoh PHBS di sekolah. Perhatian terhadap kondisi lingkungan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sekolah tetap sehat.
7. Tidak Merokok di Lingkungan Sekolah
Tidak merokok di sekolah merupakan salah satu contoh PHBS yang dicantumkan Kementerian Kesehatan. Lingkungan pendidikan perlu mendukung perlindungan siswa dari paparan asap rokok dan perilaku penggunaan tembakau.

Peran Sekolah dalam Penerapan PHBS
Penerapan PHBS tidak hanya menjadi tanggung jawab siswa. Sekolah memiliki peran dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa menjalankan perilaku PHBS Perlu Menjadi Kebiasaansehat.
Guru dan tenaga kependidikan dapat memberikan keteladanan. Sekolah juga perlu menyediakan fasilitas pendukung, seperti sarana cuci tangan, sanitasi yang layak, dan lingkungan yang terpelihara.
WHO menekankan pentingnya pendekatan seluruh sekolah dalam upaya meningkatkan kesehatan. Sekolah yang mempromosikan kesehatan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk siswa, guru, orang tua, tenaga kesehatan, dan masyarakat.
Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa UKS berkaitan dengan upaya membina dan mengembangkan kebiasaan serta perilaku hidup sehat pada peserta didik secara menyeluruh dan terpadu.
Dengan demikian, pendidikan kesehatan, lingkungan sekolah, UKS, dan pembiasaan PHBS dapat saling mendukung.
PHBS Perlu Menjadi Kebiasaan
Salah satu hal penting dalam penerapan PHBS adalah keberlanjutan. Siswa tidak cukup hanya mengetahui, tetapi Mereka juga perlu memiliki kesempatan untuk mempraktikkannya secara rutin.
WHO menjelaskan bahwa sekolah merupakan platform yang kuat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Panduan WHO yang diterbitkan pada April 2026 juga menekankan pendekatan menyeluruh dalam penguatan layanan kesehatan sekolah agar sekolah menjadi lingkungan yang lebih sehat, aman, dan inklusif bagi peserta didik.
Dengan demikian, pendidikan di sekolah tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga dapat membantu peserta didik membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan mereka.

Artikel ini telah direview oleh :
Sri Nurjanah, S.K.M.
Staf Promkes Puskesmas Rajapolah
Puskesmas Rajapolah
Jl. Raya Rajapolah, Rajapolah, Kec. Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat 46155
Telp. (0265) 42000
Author Profile

-
Pengelola Media Digital Puskesmas (Magang).
Edukasi Kesehatan. Desain Konten. Media sosial
Latest entries
UncategorizedAgustus 15, 2026PHBS di Sekolah: Membangun Kebiasaan Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa
Berita KesehatanAgustus 15, 2026Penyuluhan Kesehatan PHBS di Ponpes Darussalam Rajapolah, Peserta LDK Aktif dan Interaktif
Berita KesehatanAgustus 8, 2026Pemeriksaan Kesehatan Siswa di Sekolah: Langkah Kecil yang Berdampak Besar bagi Masa Depan Anak
Berita KesehatanAgustus 6, 2026Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di SDN 3 Rajapolah, Deteksi Dini Kesehatan 240 Siswa

