Masyarakat sekarang banyak memilih konsumsi makanan cepat saji, serba praktis, dan menyukai makanan yang mengandung lemak. Minuman manis, soda atau beralkohol seperti sudah menjadi kebiasaan.
Kebiasaan lainnya yang jarang dilakukan adalah olahraga. Padahal aktivitas dalam gerakan olahraga itu akan menjadikan tubuh lebih sehat. Karena itu Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencanangkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau disingkat Germas.
Germas dilaksanakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Untuk menyosialisasikan, pemerintah menggandeng berbagai pihak termasuk organisasi Muslimat Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan.
Seperti Jumat (17/11) pagi, organisasi wanita muslim terbesar di Indonesia ini mengundang sepuluh pimpinan pondok pesantren (Ponpes) dan sepuluh majelis taklim di Kalsel. Mereka memberikan pemahaman mengenai gerakan masyarakat sehat kepada seluruh peserta orientasi. Bahwa dengan mempraktikkan pola hidup sehat dalam keseharian. Kemudian hal itu bisa ditularkan kepada yang lainnya keluarga, dan lingkungan sekitar.
Alasan memilih Ponpes dan majelis taklim, Pengarah Program Kerja Sama Muslimat NU dan Kementerian Kesehatan Ismoyowati, melalui santri-santri maupun ibu-ibu majelis taklim ini gerakan masyarakat bersih dan sehat bisa digalakkan ke masyarakat luas.
Sebab Ponpes maupun jamaah majelis taklim itu punya pengaruh yang kuat dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. “Mereka sebagai agen pengubah atau pembaru kehidupan yang lebih sehat di masyarakat,” ujarnya.
Sehingga ke depannya, para santri maupun jamaah bagaimana cara perilaku hidup sehat. secara nasional ada tiga hal yang menjadi fokus utama orientasi. Pertama pentingnya aktivitas fisik, kemudian konsumsi sayur dan buah, dan memeriksa kesehatan secara berkala. Motto Sehat Dimulai dari Saya.
Tapi bukan berarti hanya tiga itu saja yang dilakukan. Melainkan pimpinan Ponpes maupun majelis taklim dapat berkreasi untuk memberikan contoh kepada seluruh santri mengenai perilaku hidup sehat di lingkungan Ponpes.
“Dengan mengajak untuk hidup sehat dengan aktivitas fisik, mendeteksi dini kesehatan dengan pemeriksaan rutin kesehatan, dan intensitas konsumsi buah serta sayur-mayur,” harapnya.
Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Burhanuddin, menyatakan dukungan dengan Germas. Kegiatan yang dilakukan oleh Muslimat NU Kalsel ini diharapkan dapat ditiru oleh organisasi-organisasi lainnya di Kalsel. Kegiatan ini adalah menindaklanjuti Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Germas.
Di daerah, tindak lanjut dengan menjalankan sesuai dengan Inpres, melakukan Inpres ini diterbitkan dalam rangka mempercepat dan menyinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas penduduk dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan. “Masyarakat sehat tentu akan membawa kepada Indonesia sehat,” ujarnya.
Sumber kalsel.prokal.co/



